Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Nasib Driver Ojol Terpuruk dalam Genggaman Kapitalis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
  • print Cetak

Oleh: Dewi Soviariani
Ibu dan pemerhati umat

Siang malam berjuang di jalan untuk mengais rupiah yang kian hari kian susah. Driver ojol makin menderita nasibnya saat potongan besar yang dilakukan oleh aplikator berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Ibarat sapi perah, para driver ojol tersebut menjadi pelaksana teknis yang menghasilkan uang untuk disetorkan pada perusahaan aplikatornya. Ketidakadilan pun menimpa mereka tatkala pemotongan sebesar 20 persen dari penghasilan. Persentase pemotongan yang terus bertambah tentunya memberatkan dan merugikan para driver ojol tersebut.

Pada akhir tahun lalu, tarif ojol sendiri telah resmi dinaikkan. Hal ini berdasar pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 564 Tahun 2022 ditetapkan 4 Agustus 2022.

Kendati begitu, mitra driver tak merasakan ‘cipratan’ penambahan pendapatan dari kenaikan tarif itu. Bahkan, pemotongan upah masih terjadi.

Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha Syafaril mengatakan pengguna ojol kerap berekspektasi layanan ojol meningkat berkait kenaikan tarif. Namun, itu tak bisa terjadi karena para driver empot-empotan kejar target dan tak dapat upah lebih.

“Tapi mitra tidak bisa melakukan perbaikan layanan karena menerima pendapatan dari tarif yang makin kecil. Sangat banyak saingan dan harus menambah jam kerja,” menurut beliau yang dilansir CNBC Indonesia.

“Yang merusak sistem transportasi online adalah aplikasi sendiri. Dengan terus menambah biaya potongan tanpa peduli kesulitan mitra driver,” ia menambahkan.

Jika nantinya krisis driver benar-benar terjadi, Taha mengatakan ini merupakan kesalahan para penyedia platform. Pasalnya, mereka cuma peduli persaingan bisnis tanpa memperhatikan nasib driver.

Dalam bisnis kapitalis segala cara dilakukan untuk meraup keuntungan. Tanpa perduli halal haram, baik buruk, yang penting uang digenggaman. Driver ojol yang kondisi rata-ratanya pada kedudukan ekonomi lemah ke bawah harus menjadi salah satu korban akibat regulasi aturan yang tak berkeadilan. Beberapa pihak menyayangkan keadaan ini, namun juga tak mampu berbuat banyak untuk merubah sistem yang ada. Seperti dilansir dari TEMPO.CO, Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati kembali buka suara soal potongan komisi yang diterapkan aplikator pada para pengemudi ojek online atau ojol. Lily menilai praktik yang merugikan pengemudi ojol ini terjadi karena status mitra yang melekat pada pengemudi ojol. Sementara itu, aplikator terus berusaha meraih profit yang sebesar-besarnya dengan tidak mempekerjakan pengemudi ojol dengan status pekerja.

Ia mengungkapkan kondisi ini menyebabkan pengemudi ojol mengalami ketidakpastian pendapatan. Pasalnya, para pengemudi tidak memiliki jaminan pendapatan bulanan seperti upah minimum yang layak. Karena itu juga, tuturnya, pengemudi ojol dipaksa untuk bekerja lebih dari 8 jam kerja, bahkan hingga 17 jam.

Saat pertama kali muncul tahun 2010-2015 penghasilan para pengemudi bisa mencapai Rp 10 juta. Tahun 2016, aplikasi mulai ada perekrutan besar-besaran untuk posisi driver. Namun, kian hari pendapatan mereka terus mengalami penurunan karena potongan besar yang dilakukan perusahaan aplikasi ride hailing seperti Gojek dan Grab. Bisnis berbasis IT memang sangat rentan terhadap krisis dan gejolak ekonomi. Buktinya, banyak yang tumbang. Inilah nasib bisnis yang dibangun tanpa fondasi kuat dan hanya memikirkan keuntungan sesaat tanpa memperhatikan nasib mitra atau pekerjanya.

Ironisnya, penguasa di negeri yang menganut sistem demokrasi ini terlihat tertatih-tatih dalam meregulasi bisnis-bisnis ini. Demokrasi yang lamban tidak mampu memberikan solusi apa pun, bahkan tidak peduli akan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pengemudi ojol tadi.

Miris sekali nasib para driver ojol, ketidakberpihakan penguasa atas nasib mereka sungguh mencerminkan bentuk pengabaian atas kesejahteraan rakyat. Pengusaha aplikator yang diuntungkan atas UU yang diputuskan pemerintah. Negara lepas tangan dan tidak bertanggung jawab terhadap nasib driver ojol yang terpuruk.
Kapitalisme yang memengaruhi negeri ini sukses menambah daftar penderitaan dan kesengsaraan bagi rakyatnya.

Solusi yang dinanti tak kunjung hadir, kapitalisme demokrasi tak akan pernah tepat untuk memberikan jalan keluar. Islam memiliki seperangkat aturan yang memberikan jaminan kesejahteraan jika ia diterapkan. Berdasarkan syariat Islam hubungan antara pengusaha dan pekerja memiliki aqad yang jelas dan adil dalam pelaksanaannya. Dalam regulasi Islam, sistem kontrak kerja harus jelas, baik jumlah, waktu, maupun gajinya. Hal ini harus jelas sejak awal.

Seorang karyawan digaji karena telah memberikan manfaat dari jasa yang telah ia lakukan. Apabila manfaat itu sudah tertunaikan, pengusaha wajib menggaji dan tidak boleh terjadi gharar (ketidakkejelasan), misalnya ada potongan-potongan yang tidak jelas, apalagi sampai lebih dari 40% yang mengakibatkan turunnya pendapatan para pekerja. Akad yang jelas inilah yang kemudian membuat bisnis menjadi berkah.

Di sisi lain, negara berkewajiban melakukan asistensi pengawasan dan memenuhi kebutuhan hajat hingga per individu masyarakat sehingga mereka tidak mengandalkan gaji untuk memenuhi seluruh kebutuhan mereka. Islam memiliki aturan yang  saling menguntungkan antara pengusaha dan pekerjanya dan melarang sikap saling menzalimi. Negara dalam Islam memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan antara pengusaha dan pekerja, juga menjamin kesejahteraan setiap individu rakyat.

Ekonomi negara dibawah cengkeraman kapitalisme dalam kondisi sekarat. Rakyat kecil menjadi tumbal atas keserakahan para kapitalis. Hanya Islam yang mampu membuktikan kesejahteraan bagi rakyat dengan aturan yang bersumber dari Allah SWT pencipta manusia dan alam semesta. Dengan penerapan sistem ekonomi Islam dalam naungan negara yang menerapkannya secara kaffah nasib driver ojol akan sejahtera, pekerja dilindungi negara dengan standar Al Qur’an dan as-sunah. Apakah hal ini tidak menjadi kabar gembira bagi negeri mayoritas muslim ini dalam memberikan solusi tuntas? Sudah saatnya kita kembali pada penerapan Islam kaffah, dengan melanjutkan kehidupan Islam kesejahteraan bukan sekedar impian.

Wallahu a’lam bishshawwab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

    Penambang Emas Liar di Huta Bargot Abaikan Pemerintah

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Gencarnya upaya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam menertibkan penambangan emas liar di Kecamatan Huta Bargot melalui surat peringatan maupun sosialisasi, tak membuat penambang emas liar menghentikan aktifitasnya. Penambang tidak menghiraukan larangan pemerintah. Jumlah penambang malah semakin bertambah dan marak melakukan penggalian tanpa memikirkan keselamatan warga sekitar dan rusaknya lingkungan akibat bahan kimia yang […]

  • Bulan Ini Dana Insentif Guru Madrasah Bakal Cair

    Bulan Ini Dana Insentif Guru Madrasah Bakal Cair

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bulan ini dana insentif guru-guru Diniyah, TPA dan Pesantren yang berasal dari APBD Kabupaten Mandailing Natal bakal dicairkan. Saat ini lagi berproses di bank BRI setelah sekitar pertengahan Agustus 2016 pihak Pemkab Madina mengirimkan berkasnya ke BRI Cabang Panyabungan. Besaran dana insentif tersebut sebesar Rp. 300.000 per bulan per guru. Pihak […]

  • Buron Kejaksaan Ditangkap di Kawasan Danau Toba
    Tak Berkategori

    Buron Kejaksaan Ditangkap di Kawasan Danau Toba

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Berdalih sakit diabetes, ia minta izin ke rumah sakit. Medan, (Mandailingonline) – Tim intelijen Kejaksaan Agung menciduk Berlin Sihombing, terdakwa kasus perambahan Hutan Tanaman Industri (HTI) Pangkalan Kerinci Riau, dari tempat persembunyiannya di hotel GM Panggabean kawasan Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa 7 Mei 2013. “Kami menangkap terdakwa perambahan hutan di Simalungun atas […]

  • Partai Gerindra Hari ini Buka Penjaringan Cakada Madina. Ivan Iskandar Batubara Pendaftar ke Dua

    Partai Gerindra Hari ini Buka Penjaringan Cakada Madina. Ivan Iskandar Batubara Pendaftar ke Dua

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dengan akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) buka pendaftaran dan penjaringan bakal calon kepala daerah (Cakada) dan Wakil Calon Kepala Daerah (Wacakada) Kabupaten Mandailing Natal periode 2024 – 2029. Yusuf Selaku Ketua Tim Penjaringan mengatakan, sejak hari ini Jum’at (10/05) sampai Jum’at depan (17/05) […]

  • 110.998 Jiwa Direkam e-KTP di Paluta

    110.998 Jiwa Direkam e-KTP di Paluta

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA, (MO) – Perekaman data elektronik KTP atau e-KTP di Kabupaten Padang Lawas Utara hingga 4 Desember ini sudah mencapai 65,29 persen atau sekitar 110.998 jiwa. Total warga wajib e-KTP di kabupaten ini sebanyak 170.002 jiwa. Program ini diluncurkan Bupati Paluta Drs H Bachrum Harahap beberapa waktu lalu. “Jumlah perekaman data e-KTP di 9 kecamatan […]

  • Fraksi Golkar Tantang Bupati Buat Perbup Salat Berjamaah untuk ASN

    Fraksi Golkar Tantang Bupati Buat Perbup Salat Berjamaah untuk ASN

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada apel pagi, Senin (29/11) menyampaikan akan membuat Peraturan Bupati (Perbub) yang mengatur siswa SD dan SMP salat Subuh berjamaah minimal satu kali dalam sepekan. Menanggapi hal itu Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memberikan tantangan kepada Bupati Sukhairi membuat […]

expand_less