Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Puting Beliung Sapu 7 Rumah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
  • print Cetak


TAPSEL;
Angin puting beliung melanda Dusun Siregar Matogu dan Dusun Tor Godang, Desa Pal XI dan Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (17/3) sekira pukul 17.00 WIB. Akibatnya, tujuh rumah rusak karena ditimpa pohon dan diterpa angin kencang.
Camat Angkola Timur Darwin Dalimunthe SPd kepada METRO, Kamis (17/3) menuturkan, ketujuh rumah yang rusak itu milik Sainuddin Siregar (70), Hapal Siagian (48), Elvi Harahap, Tiro Harahap, Kartini (60), Nikmat Nauli, Rodiah dan satu rumah lagi yang belum diketahui nama pemiliknya.
Diutarakan camat, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Dikatakan Darwin, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, ada beberapa rumah yang dinding dan atapnya rusak. Ada juga rumah yang rusak berat karena tertimpa pohon dan juga ada yang rusak karena atapnya diterbangkan angin.
Selain kerusakan rumah, ujar Darwin, warga juga mengalami kerugian dengan kerusakan barang-barang elektronik dan juga alat-alat rumah tangga lainnya seperti kursi, meja, lemari dan lain sebagainya.
Pihaknya, sebut Darwin, sudah melaporkan kejadian ini kepada Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu untuk penanganan selanjutnya atas kejadian tersebut.
Sahruddin Siregar dan Amangtua Pakpahan warga Desa Pal XI, dan warga lainnya kepada METRO, Kamis (17/3) menceritakan, saat itu hujan turun deras sejak pukul 16.00 WIB yang dibarengi angin kencang.
Tiba-tiba, tampak pusaran angin yang sangat cepat dan melewati jalan, kebun dan juga rumah warga, sehingga rumah banyak yang rusak. Sementara pohon yang dilalui angin kencang tersebut bertumbangan.
“Pusaran angin yang datang ini warnanya putih menyerupai salju dan terus bergulung disertai hujan deras,” ucapnya.
Sementara itu Khairul Pakpahan (42) warga lainnya menuturkan, dirinya melihat jelas putaran angin tersebut melintas di jalan raya. Kemudian membelok ke arah kebun dan menumbangkan pohon durian. Sehingga dahan pohon tersebut menimpa atap rumah bagian belakang orangtuanya serta merusak seluruh perabotan rumah orantuanya.
“Melihat kekuatan angin itu, kalaulah angin itu lewat dari rumah ini, pasti sudah hancur rumah ini, karena saya jelas melihatnya. Kami jadi takut melihatnya apalagi hujan deras. Saya harus menyelematkan diri dan kedua anak saya yang masih kecil-kecil,” ceritanya.
Sementara itu Kepala Desa Pal XI, Syarifuddin Harahap menceritakan, pada saat kejadian itu warga sempat berlarian dan berlindung ke luar rumah untuk melihat arah angin yang bergerak.
“Angin puting beliung ini bergerak sekitar 3 menit, tapi akibatnya merusak sekitar 7 rumah warga dan membuat listrik padam,” ucapnya. (ran)
Sumber : Metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah Ibadah Diawasi, Mungkinkah Kebebasan Beragama Masih Terjamin?

    Rumah Ibadah Diawasi, Mungkinkah Kebebasan Beragama Masih Terjamin?

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Lagi-lagi, rumah ibadah dilirik. Setelah kepala BNPT terbaru dilantik, program mengejutkan ini ibarat shocked therapy bagi masyarakat. Meskpiun bukan pertama kali wacana atau narasi-narasi pengawasan atau penargetan menyasar keyakinan atau agama. Terlepas penafsiran kata agama itu multitafsir di kalangan pemilik kebijakan. Intinya, agama sedang dilirik dan ditarget. Sebelumnya, […]

  • Berjudi di Hotel, Anggota DPRD Labura Ditangkap

    Berjudi di Hotel, Anggota DPRD Labura Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    RANTAU-Lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhan Batu Utara (Labura), tercemar akibat ulah salah seorang anggotanya berinisial RS. Sabtu (8/1) malam, RS ditangkap polisi beserta enam kontraktor (pemborong) di Rantau Prapat Hotel (RPH). Ketujuh tersangka ditangkap basah tengah bermain judi dengan kartu remi di kamar hotel 221 dan 222 (connecting door) oleh petugas polisi. Sejumlah […]

  • Golkar pasca Amru “Mau dibawa kemana”

    Golkar pasca Amru “Mau dibawa kemana”

    • calendar_month Sabtu, 28 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Perjalanan Pilkada madina telah usai namun bagi Golkar selama ini sebagai partai pendukung incumbent masih terus menyisakan banyak pertanyaan. Mungkin persoalannya masih agak sedikit mengambang, artinya memang perlu waktu tetapi kalau kritikan itu justru sangat mendasar dan disampaikan maka sudah semestinya perlu di terima, di evaluasi dan dikerjakan dengan lebih baik. Dari awal Partai golkar […]

  • KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    KEBUDAYAAN MANDAILING (Bagian I)

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

        Oleh : ASKOLANI NASUTION     PENGANTAR Harus diakui, amat sedikit referensi tentang kebudayaan Mandailing secara utuh. Beberapa sumber antropologi yang ada selama ini lebih menekankan Mandailing dari pendekatan ilmuan Barat yang memposisikan kebudayaan Mandailing sebagai sub kebudayaan Batak. Antropolog Kuntjoroningrat misalnya masih juga menyebut Mandailing dalam pendekatan orientalis seperti itu. Juga artikel-artikel […]

  • Muara Soma Pernah Banjir Setinggi 4 Meter Tahun 1862

    Muara Soma Pernah Banjir Setinggi 4 Meter Tahun 1862

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sungai Batang Natal pernah meluap luar biasa tahun 1862. Surat kabar Java Bode yang terbit di Batavia masa kolonial, tanggal 15 Januari 1862, memberitakan bencana banjir di Mandailing. Ketinggian air rata-rata 6-7 depa di beberapa titik. Antara Muara Soma dan Sikumbu genangan air sampai 4 meter di atas permukaan jalan. Lima […]

  • RI terancam krisis penduduk dan pangan

    RI terancam krisis penduduk dan pangan

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kesejahteraan tampaknya menjadi kondisi yang kian musykil bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, kondisi ini masih terasa jauh panggang dari api. Malah kini Indonesia tengah dibayangi ancaman ledakan penduduk. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ancaman ledakan penduduk itu sangat nyata jika Indonesia gagal membuat desain induk kependudukan yang tepat dan tertata. Kepala BKKBN, […]

expand_less