Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

DPRD Desak KPU Madina Ubah Jadwal Coblos Ulang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah jadwal coblos ulang pilkada yang ditetapkan pada Rabu (20/04/2011) mendatang karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

“Kita minta KPU segera mengubah jadwal itu, mereka harus secepatnya melakukan pertemuan maupun menyurati KPU Provsu dan KPU Pusat,” ujar Iskandar di Ruang Komisi I DPRD Madina, Selasa (22/03/2011).

Kata Iskandar, pihaknya telah mendapat informasi dari Panwas, Bupati dan pihak lainnya bahwa pada Rabu 20 April 2011 adalah hari pelaksanaan UN dan jadwal itu tidak bisa diubah. Yang bisa diubah adalah jadwal coblos ulang.

Karena itu diharapkan kepada KPU agar secapatnya mengubah jadwal dan perubahan itu jangan memakai tenggang waktu yang lama agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Diakui Iskandar, pihaknya di Komisi I DPRD Madina sampai saat ini belum menerima sepucuk suratpun baik dari pimpinan maupun Bupati, KPU, Panwas terkait jadwal yang bersamaan ini. Tapi kalau giliran ada masalah di tengah-tengah masyarakat nanti, dikatakan Komisi I (Pemerintahan) DPRD Madina yang tidak bekerja.

Maunya, ujar Iskandar, semua pihak yang terlibat dalam pilkada baik Bupati, Panwas, lebih-lebih KPU harusnya mengirim surat memberi informasi tentang perkembangan itu. Apalagi persoalan surat menyurat terkadang terlambat sampai ke Komisi I. Kalau soal siapa yang salah dan disalahkan, DPRD Madina tidak menyalahkan siapapun.

Tapi, ujar Iskandar, sebagai Sekretaris Komisi I DPRD Madina dirinya telah menghubungi Bupati Madina Aspan Sofian Batuabra via HP dan Bupati mengatakan pihaknya telah melayangkan surat ke KPU agar segera mengubah jadwal, sebab UN tidak mungkin diubah jadwalnya.

“Kita telah surati KPU agar mengubah jadwal dan juga KPU juga telah menyurati KPU Provsu dan KPU Pusat,” ujar Iskandar Hasibuan menirukan ucapan Bupati Madina via HP.

Selain itu, ujar Iskandar, Ketua KPU Madina Jefri Antoni juga telah dihubungi via HP dan Jefri mengakui telah melayangkan surat ke KPU Provsu dan KPU Pusat.

“Kita telah surati KPU Provsu dan KPU Pusat serta meminta waktu kepada pemerintah agar dilakukan musyawarah. Kalau memungkinkan diubah akan diubah, kalau nggak bisa diubah itu adalah kewenangan pemerintah, kita menunggu waktu mereka,” ujar Iskandar menirukan ucapan Ketua KPU Madina. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Madina Bekuk Pengedar Ganja Antar Provinsi

    Polres Madina Bekuk Pengedar Ganja Antar Provinsi

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dua orang pengedar ganja antar provinsi dibekuk Polres Mandailing Natal (Madina) di perbatasan Sumatera Utara-Sumatera Barat, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Madina, Sabtu (28/01/2012) pukul 22.00 WIB. Kedua tersangka bernama Faisal (28) warga Jalan Muara No 23 RT 06/02, Kecamatan Sambau, Kota Bengkulu dan Herman (29) warga Jalan Melinjo, Desa Kandang, Kota […]

  • Empati Atika di Zona Banjir

    Empati Atika di Zona Banjir

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelayanan pemerintah daerah kepada rakyat itu relatif terbatas, karena menyangkut faktor dana dan sistem. Tetapi empati tidak ada batasnya. Karena sumbernya berasal dari hati ke hati. Suatu getaran emosional yang mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. Empati membuat seseorang merasa mampu berada dalam posisi orang lain. Melihat dengan mata orang lain, mendengarkan dengan telinga […]

  • UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Upah Minimum Kota Medan (UMK) 2013 yang baru saja ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota Medan senilai Rp1.460.000,- akan segera direvisi. Hal ini dilakukan setelah sejumlah elemen buruh yang tergabung di dalam Mejelis Pekerja Buruh Sumatera Utara, dipimpin oleh Minggu Saragih, melakukan demo unjuk rasa dengan cara damai di Balai Kota Medan, hari […]

  • Tiga Calon Bupati Madina Beber Visi Misi Kepada PKB

    Tiga Calon Bupati Madina Beber Visi Misi Kepada PKB

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga bakal calon bupati menyampaikan visi misi, Kamis (11/6) yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mandailing Natal (Madina) di aula Hotel Rindang, Panyabungan. Ketiga bakal calon bupati itu adalah Saparuddin Haji Lubis, Dahlan Hasan Nasution dan Ja’far Sukhairi Nasution. Penyampaian visi misi calon bupati ini sebagai satu dari rangkaian tahapan […]

  • Hutarimbaru Tenggelam, Warga Mengungsi ke Perbukitan

    Hutarimbaru Tenggelam, Warga Mengungsi ke Perbukitan

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pemukiman Desa Hutarimbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandaing Natal, tenggela oleh banjir, Sabtu (18/12/2021). Banyak rumah penduduk yang hanya terlihat atapnya saja pada siang tadi. Banjir terjadi akibat luapan Sungai Batang Gadis dan Sungai Parlampungan menyusul curah hujan yang intens sepekan terakhir. Ketinggian air di pemukiman mencapai sekira 4 […]

  • Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

    Komunitas Santet Banten Spontan akan Serang KPK

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, (Mandailing Online) – Kesaktian Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah memang tak dapat dipandang sebelah mata. Alam nyata dan metafisika seakan bercampur aduk saling melengkapi kisah keluarga dan perjalanan karirnya. Tak pelak, Atut dipandang lebih, hingga keluarganya dapat mencengkeram daerah yang tersebut. Mungkin tidak tanpa sebab, Atut semakin menggurita di Banten. Selain pengaruh Tb Chasan […]

expand_less