Selasa, 8 Sep 2026
light_mode

Membangun Desa Yang Madani Optimalisasi Pemuda Melalui Dana Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
  • print Cetak

Oleh: Ahmad Husein

Dana desa yang dialokasikan dari pemerintahan pusat untuk daerah menjadi gerbong menuju desa yang maju, itulah tujuan dari alokasi dana desa. Tetapi dalam praktek di lapangan dana desa tidak dioptimalkan dalam melakukan pembangunan, akan tetapi sering dipergunakan dalam hal yang tidak produktif sehingga dana desa tidak berdampak begitu banyak terhadap kemajuan desa disebabkan kepala desa dalam melakukan  pengelolaan dana desa belum mampu untuk melakukan pengelolaan uang dana desa.

Antusias pemerintah pusat untuk membangun desa sangatlah serius untuk kemajuan desa. Kendalanya selalu pengelolaan dana desa ini tidak sesuai dengan kemajuan desa. Penggunanan dana desa yang tidak tepat sasaran tidak akan menghasilkan perubahan apa-apa sehingga tidak ada efek yang positif untuk masyarakat kita. Inilah problem yang sesungguhnya di desa kita. Kemampuan kita untuk mengelola dana desa sesuai dengan sasaran sehingga berdampak positif untuk masyarakat belum tercapai.

Seharusnya, masyarakat kita bercermin kepada Desa Umbul Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Pada tahun 2001 desa ini termasuk desa yang tertinggal, tetapi dengan adanya pemanfaatan dana desa, Desa Ponggok berhasil meraup penghasil pertahun 14 milliar Rupiah sehingg Ponggok menjadi desa wisata terbaik di Indonesia pada tahun 2017. Bisakah kita (Mandailing Natal) seperti desa Ponggok yang mampu mendapatkan hasil yang memadai?

Memang  kemampuan masyarakat kita masih lemah untuk melakukan pengelolaan yang memadai, tetapi itu tidak bisa menjadi alasan bahwa masyarakat kita bisa atau lari dari keadaan dari ketidakmampuan itu, misalnya dalam sebuah desa mempunyai pemuda (mahasiswa) sarjana pertanian atau peternakan akan menjadi aset yang besar untuk masyarakat. Semua mahasiswa yang mempunyai konsentrasi dengan perkebunan dan peternakan mereka disuruh untuk menuntaskan potensi yang ada di kampung tersebut dibekali dengan ilmu pengetahuan  dan praktik yang memadai sehinnga ada tolak ukur dari sebuah kampus mahasiswa ini akan mampu untuk mengembangkan desanya, itu akan lebih bermanfaat untuk desa daripada dana desa dikucurkan pertahun namun tidak menghasilkan apa-apa.

Pemuda merupakan sumber daya potensial sebagai ungkapan wakil ketua DPRD Gorontalo, pemuda memiliki jiwa kreatif dan inovatif, tanpa adanya generasi penerus pertanian dan peternakan maka bangsa ini akan bisa punah dengan sendirinya karena sedikit sekali nanti orang akan mau bertani dan beternak maka jika tidak dibekali dengan beternak yang kreatif dan produktif apalagi Mandailing Natal sangat potensial dalam mengembangkan desa pertanian dan peternakan.

Optimalisasi Dana Desa dengan pemuda, mereka akan menjadi akan menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dan pemikiran-pemikiran modern karena pemuda dekat dengan informasi dan teknologi hal ini akan menjadi modal yang besar untuk sebuah desa. Kekayaan dan kehidupan bermula semuanya dari desa yaitu beras, ikan sayur dll yang menjadi pokok kehidupan manusia sehari-hari baik yang tinggal didesa dan kota.

Desa menjadi dasar keberlangsungsan kehidupan tanpa desa perekonomian kita akan lambat bahkan mati, selain tumbuhan dan peternakan bahwa desa juga menyimpan kekayaan yang banyak termasuk tambang emas dan tembaganya yang menjadi simbolis kekayaan bagi masyarakat kota.

Pemuda juga berfungsi sebagai agent controlling dalam mengawasi pembangunan dan mengontrol pembangunan kebijakan yang dilaksanakan pemerintah desa, dengan demikian pemuda harus paham ilmu hukum jika terjadi penyelewanan pemerintah desa, namun apa yang terjadi di daerah kita sendiri tanpa ilmu pengetahuan masyarakat akan dibodohi yang mempunyai kepentingan dengan demikian masyarakat yang mempunyai anak harus menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya.

Demikianlah ungkapan Bung Karno berkata beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia. Tanggal 28 Oktober ditetapkan sebagai sumpah pemuda, selamat hari ultah yang ke-92 bagi pemuda se Indonesia. Pertanyaan selanjutnya apa yang di harapkan dari pemuda itu, yang diharapkan dari pemuda adalah semangat inovasi dan dan kreasi sehingga mampu mengubah keadaan.

Sebagai pepatah India “hormatilah orang dan sayangilah pemuda” kenapa karena di dalam diri orang tua ada pengalaman sementara dalam diri pemuda ada kekuatan. Dari konteks Madina, apa ada kekuatan pemuda itu sendiri kemudian membanggakan sebagai pemuda. Selayaknyalah pemuda ikut andil dalam pembangunan masyarakat dengan mengkontrol dana-dana itu sesuai dengan fungsinya. Apakah sudah seperti itu atau bertolak belakang dengan itu. Semoga pemuda madina menjadi lebih jauh kedepannya.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seputar Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Panyabungan

    Seputar Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak Cukup Bukti, H Dipulangkan Polres Madina masih terus melakukan pendalaman kasus pembunuhan ibu dan anak, Hj Sakinah Rangkuti (82), dan Halimahannum (54), di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi juga telah memulangkan seorang yang dicurigai sebagai tersangka pelaku, karena tidak memiliki bukti yang kuat. Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Hirbak […]

  • Harun Mustafa Nasution Dimata Warga Desa Pagur

    Harun Mustafa Nasution Dimata Warga Desa Pagur

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan Timur ( Mandailing Online) : ”  Harun Mustafa Nasution itu bukan orang lain dimata masyarakat, pengasuh beliau saja dimasa kecilnya orang desa Pagur, belum lagi kita bicara keluarga, ” Kata Kari Akbar salah seorang tokoh masyarakat Desa Pagur  Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal ( Madina ) Jum’at 11/10/2024. Kari Akbar mengku, banyak yang sudah […]

  • Menjaga Anak dari Bahaya Moderasi Agama

    Menjaga Anak dari Bahaya Moderasi Agama

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) menyosialisasikan moderasi sejak dini di madrasah, Kota Balikpapan, Rabu (11/9/2024). Dalam kegiatan sosialisasi ini, Iriana didampingi Wury Ma’ruf Amin dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM). Sosialisasi tentang moderasi sejak dini di madrasah bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada anak-anak. Program […]

  • PT VAL Diduga Serobot Lahan Warga Lima Desa

    PT VAL Diduga Serobot Lahan Warga Lima Desa

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sosa  – PT Victorindo Alam Lestari (VAL) yang berlokasi di Desa Aliaga Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten Padang Lawas (Palas), diduga melakukan penyerobotan tanah seluas 300 hektare milik warga Desa Aek Tinga Kecamatan Sosa. Bahkan, PT VAL melakukan penyerobotan sedikitnya 2.100 hektare tanah milik masyarakat lima desa lainnya di Kecamatan Huragi, yakni Desa Lubuk Bunut, […]

  • Marga Nasution Dilantik Jadi Menteri Besar Negeri Perak, Malaysia

    Marga Nasution Dilantik Jadi Menteri Besar Negeri Perak, Malaysia

    • calendar_month Sabtu, 12 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUALA KANGSAR, Malaysia (Mandailing Online) – Ahmad Faizal bin Dato Azumu Nasution dilantik menjadi Menteri Besar Negeri Perak, Malaysia. Pria etnis Mandailing berusia 48 tahun ini dilantik oleh Sultan Perak, Sultan Nazrin Muizzuddin Shah di Istana Iskandariah, Sabtu (12/5/2018). Ahmad Faizal menjadi Menteri Besar Perak ke-12. Menteri Besar serupa dengan gubernur di Indonesia. Pelantikan dihadiri […]

  • Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    Warga Berharap Tanggul Bondar Balian Diperbaiki

    • calendar_month Minggu, 3 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (MO) – Masyarakat Gunungtua Raya yang terdiri dari Desa Gunungtua Tonga, Gunungtua Jae, Gunungtua Julu, Gunungtua Iparbondar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memperbaiki tanggul Bondar Balian yang rusak. “Rusaknya tanggul Bondar Balian pada sungai (Aek) Rantopuran setelah diterjang banjir pada 26 Pebruari 2012 lalu. Sehingga membuat Bondar Balian tidak dapat lagi […]

expand_less