Jumat, 2 Okt 2026
light_mode

Angka Bunuh Diri Generasi Tinggi, Apa Solusinya?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
  • print Cetak

Oleh: Radayu Irawan, S.Pt

Mahasiswa merupakan sosok intelektual dambaan umat. Tak sedikit masyarakat menumpukan harapannya di pundak mahasiswa. Mahasiswa seharusnya menjadi sosok yang segaris dengan harapan bangsa. Yakni menjadi insan cerdas nan mumpuni memberi solusi bagi umat.

Namun, ditengah gempuran sekuler (pemisahan agama dengan kehidupan) terbentuklah pemuda yang lemah iman, mudah menyerah, putus asa, optimis, serta pragmatis.

Hal tersebut menyebabkan maraknya kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa. Dalam 2 hari, 2 kasus bunuh diri terjadi. Dilansir dari Republika (13/10/23) dua kasus dugaan bunuh diri terjadi di Semarang, pertama dilakukan NJW (20) warga Ngaliyan, Semarang, mahasiswi sebuah perguruan tinggi negeri yang ditemukan tewas di Mal Paragon Semarang, Selasa (10/10/2023). Kasus kedua, seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Semarang berinisial EN (24) warga Kapuas, Kalimantan Tengah, yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar indekosnya, Rabu (11/10/2023).

Kedua kasus tersebut hanya sebagian kecil dari sekian banyak kasus yang terjadi. Pasti ada kasus bunuh diri yang tidak masuk dalam berita. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019 mencatat bahwa Indonesia memiliki rasio bunuh diri sebesar 2,4 per 100 ribu penduduk. (Tempo, 14/10/23)

Apa penyebabnya?

Selama masih hidup di dunia, manusia akan senantiasa mengalami masalah. Tidak ada satupun insan di muka bumi yang bebas dari masalah. Maka, sebagai insan yang beragama harusnya setiap apapun masalahnya dikembalikan kepada solusi Islam, bukan menjadikan bunuh diri sebagai solusi. Jika ditelusuri penyebab bunuh diri dijadikan solusi bisa beragam. Misalnya persoalan akademik, asmara, keluarga ataupun perundungan.

Secara umum disadari atau tidak, kondisi psikis seseorang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar yang buruk dan individu yang tidak memahami hak sesama seringkali menyebabkan gangguan mental. Misalnya, circle pertemanan yang jauh dari agama akan menyebabkan toxic circle. Perkataan yang keluar dari lisan yang jauh dari agama akan menyakiti perasaan dan gangguan mental.

Tekanan psikis bisa juga terjadi karena kondisi keluarga yang tak harmonis. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat penuh kasih sayang namun sayangnya menjadi tempat yang penuh masalah. Maka, saat anak memiliki permasalahan, keluarga tidak dapat memberikan solusi. Walhasil pelariannya di luar rumah. Kondisi lingkungan sekitar pun toxic. Akhirnya setelah merasa tak menemukan solusi, bunuh diri pun menjadi pilihan. Seolah-olah semua masalah selesai dengan bunuh diri. Padahal, itu hanya akan membuat sengsara di akhirat. Nauzubillah.

Tentu, kejadian seperti ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Mesti ada upaya memahami akar permasalahannya dan mencari solusi dari masalah tekanan mental agar tidak terus-terusan memakan korban.

Akar Persoalan

Saat ini, negara kita dipengaruhi sekuler yakni sistem yang memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari. Sehingga pemahaman ini menuntun manusia untuk berbuat sekehendaknya tanpa mempertimbangkan terpuji atau tercela dengan kacamata agama. Oleh karena itu wajar jika pemahaman ini membentuk arah pandang manusia hari ini.

Pada interaksi sosial, baik di keluarga, masyarakat umum ataupun komunitas-komunitas, banyak yang tak menggunakan Islam dalam pengaturannya. Padahal, aturan Islam pasti akan menenangkan manusia dan memberikan solusi terbaik bagi seluruh permasalahan yang terjadi.

Jadi tak heran, sangat mudah didapatkan komentar atau tatapan negatif yang tertuju pada individu yang kondisinya jauh dari standar duniawi. Tanpa disadari, berbagai toksik di kehidupan sosial berpengaruh pada kondisi psikis seseorang.

Realitas ini sesungguhnya lahir dari sistem hidup yang bukan dari pencipta manusia, melainkan berasal dari buatan manusia. Rapuhnya kesehatan mental ini tak terlepas dari kondisi internal dan sistem sosial yang diterapkan saat ini. Sebagai seorang muslim kita sangat perlu untuk menata agar kondisi internal dan sistem sosial berjalan sesuai syariat. Pada kondisi internal terkait bagaimana seseorang mampu menata perasaan dan pikiran dalam menyikapi masalah. Sedangkan sistem sosial terkait dengan lingkungan antar sesama manusia yang terjalin. Bagaimana caranya?

Menata Pikiran dan Perasaan

Ketika seseorang meyakini bahwa tujuan hidupnya adalah untuk ibadah dan meraih keridaan Allah, maka ia akan senantiasa yakin bahwa setiap masalah dan ujian akan meningkatkan derajatnya. Kesadaran dan keyakinan seperti ini tentu hanya akan lahir dari keimanan yang kokoh. Maka, dengan ini perasaan-perasaan kecewa, sedih, kesal yang merupakan perasaan manusiawi akan dapat dikelola dengan baik sesuai dengan syariat.

Sejatinya, seorang mukmin tidak layak untuk melakukan tindakan bunuh diri bahkan hanya sekedar berniat pun tak layak. Karena seyogianya kehidupan seorang mukmin sangat menakjubkan. Hal ini senanda dengan hadis dari Abu Yahya Suhaib bin Sinan Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Tentu pemahaman ilmu agama menjadi kunci agar tercipta keimanan yang kokoh. Sehingga, perkataan Allah dan Rasulullah senantiasa menjadi panutan dalam kehidupan. Maka, semua ini hanya akan didapatkan jika setiap orang sadar akan pentingnya mengikuti kajian Islam kaffah. Dengan mengikuti kajian intensif maka, hati dan pikiran akan senantiasa dapat dikelola agar sesuai dengan syariat bukan syahwat belaka.

Sistem Sosial Islami

Jika perasaan dan pikiran telah dikelola dengan baik, insyaallah benteng awal pertahanan anti bunuh diri telah diraih. Namun hal ini saja tidak cukup. Sangat dibutuhkan sistem sosial Islami. Karena terkadang perasaan dan pikiran terpengaruh dari interaksi sosial di masyarakat.

Negara dalam hal ini penguasa, sangat berpengaruh dalam menciptakan sistem sosial yang sehat di tengah-tengah masyarakat. Islam, mampu menyelesaikan segala problem kehidupan. Baik dalam penataan hati dan pikiran ataupun pengaturan interaksi antar sesama manusia. Bahkan Islam mengatur hubungan bernegara.

Negara, dalam hal ini penguasa, wajib memberikan edukasi kepada masyarakat dan memastikan sistem sosial berlangsung dengan baik. Negara akan memastikan kebutuhan masyarakat (sandang, pangan, papan) tercukupi agar enggak ada masyarakat yang mengalami tekanan hidup yang terlalu berat. Karena keluarbiasaannya sistem Islam, negara mampu memberikan jaminan kesejahteraan bagi setiap individu rakyat.

Negara juga berperan membuat kondisi sosial yang sehat dan jauh dari lingkungan toksik. Misalnya dengan cara memperhatikan aspek interaksi sosial secara mendetail. Dari Abdullah bin ‘Amru bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (Sahih Bukhari).

Pada hadis tersebut jelas bahwa seorang muslim harus senantiasa menjaga lisannya agar tidak mengatakan perkataan yang sia sia seperti membully, mengolok-olok, berbohong, menyakiti erasaan saudaranya, dan sejenisnya. Di sisi lain, ia harus menjaga hak saudaranya dengan tidak mengambil milik orang lain tanpa izin.

Sistem informasi Islam juga senantiasa dikontrol oleh penguasa agar tidak ada sekelompok orang atau individu yang menyebar aib ataupun membuat suasana menjadi toksik bagi lainnya. Negara berupaya membuat sirkulasi informasi yang sehat, sehingga informasi-informasi negatif yang dapat menstimulus kejahatan atau penyelesaian masalah-masalah dengan bunuh diri tidak akan ditemukan.

Dalam ranah keluarga, agar terwujudnya saling kasih mengasihi serta keharmonisan maka negara membekali setiap individu ilmu yang mumpuni melalui sistem pendidikan Islam. Dengan ilmu syar’i maka anak ataupun orangtua akan memahami hak dan kewajibannya masing-masing. Sehingga lingkungan sehat dalam ranah keluarga akan diraih.

Jelas sekali, bahwa sistem sosial Islami hanya akan tegak dalam naungan sistem Islam bukan dalam naungan sistem sekuler. Antara sistem sosial, pendidikan, ekonomi juga saling berkaitan. Maka sebagai seorang muslim kita berkewajiban untuk sama-sama menegakkan sistem Islam dalam naungan negara Islam. Allahu a’lam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badan Korban Tewas di Runding Ditemukan Bekas Bacokan dan Benda Tumpul .Keluarga Kecam Tindakan Main Hakim Sendiri

    Badan Korban Tewas di Runding Ditemukan Bekas Bacokan dan Benda Tumpul .Keluarga Kecam Tindakan Main Hakim Sendiri

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Kondisi Ferdiansyah warga Desa Panyabungan Tonga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) korban tewas di lokasi pengolahan tambang emas ilegal di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, mengenaskan. Sejumlah bekas bacokan benda tajam ditubuh ditemukan, kondisi badan lebam diduga bekas hantaman benda tumpul. Keluarga yang melihat kondisi saudaranya di IGD RSU Panyabungan […]

  • Terkait Teror ke Jurnalis TVRI, Pengelola SPBU Lingga Bayu Diduga Terlibat

    Terkait Teror ke Jurnalis TVRI, Pengelola SPBU Lingga Bayu Diduga Terlibat

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online)- Pengelola SPBU 15229022 di Kecamatan Linggabayu bernama Bertua diduga berada di belakang pengancaman pengerahan massa ke rumah wartawan TVRI merangkap jurnalis StartNews.co.id, Agussalim Hasibuan, di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Jumat (9/8/2024) lalu. Pasalnya, nama Bertua disebut-sebut dalam pesan WhatsApp yang dikirimkan Nopiansyah alias Pian kepada Agussalim Hasibuan. Pian […]

  • MH370 terbakar di udara

    MH370 terbakar di udara

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Mantan Kepala Keamanan Udara Amerika Serikat (AS), Billie Vincent, mengemukakan sebuah teori yang berbeda mengenai insiden menghilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370. Vincent berpendapat, pesawat tersebut mengalami kecelakaan akibat kebakaran yang terjadi di ruang kargo. Dia mengatakan, pilot dan semua kru pesawat nahas tersebut sudah melakukan segenap upaya untuk menyelamatkan pesawat tersebut. Vincent, […]

  • Data MUI: Hanya 22 produk obat yang bersertifikat halal

    Data MUI: Hanya 22 produk obat yang bersertifikat halal

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Obat-obatan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat luas saat ini. Tapi beberapa saat yang lalu, ada berita mengejutkan yang menyebutkan bahwa beberapa obat ternyata mengandung babi dan tidak halal. Berita ini sontak membuat bingung dan meresahkan masyarakat. Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi membenarkan bahwa ada beberapa obat yang mengandung minyak babi. Tapi, dia juga menjelaskan jika […]

  • Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Masuk Hutan TNBG Madina

    Pelaku Tambang Emas Ilegal Mulai Masuk Hutan TNBG Madina

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): para pelaku tambang emas ilegal nampaknya tidak lagi pandang lokasi yang akan di garap. Kali ini informasi yang diperoleh lokasi yang digarap para pelaku tambang emas ilegal masuk wilayah Taman Nasional Batang Gadis ( TNBG ) tepatnya di wilayah adat Rura Aek Mais dan desa Pastap julu Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina. […]

  • Balap Liar Sering di Depan Terminal Horas

    Balap Liar Sering di Depan Terminal Horas

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIANTAR – Sekelompok remaja sering menggelar balapan liar di depan Terminal Horas Tanjung Pinggir, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Martoba. Kondisi itu membuat warga sekitar dan pengendara yang melintas di Jalan AMD itu resah. Edi Junadi, warga sekitar lokasi, Minggu (16/3) mengaku resah dengan kegiatan balapan liar itu. Dia menceritakan, balapan liar itu sudah sempat […]

expand_less