Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

OTK Aniaya Empat Warga Tabuyung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
  • print Cetak

Panyabungan,
Sekelompok orang tak dikenal (OTK) menganiaya empat orang warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kamis (07/04/2011) dinihari sekira pukul 02.00 WIB. Akibatnya, 1 orang kritis, 2 luka berat, 1 luka ringan.

Korban pengeroyokan yakni Zarubaton (50), Istri Zarubaton, Nur Asmi (60) dan Zulham (25), harus dirawat di RS Panyabungan. Sementara Masdalifah tidak sempat dirawat karena hanya mengalami luka ringan.

Zarubaton kepada wartawan di RS Panyabungan mengatakan, saat tengah malam, tiba-tiba sekelompok orang masuk ke rumahnya lewat pintu belakang dan langsung melakukan pemukulan secara membabi buta menggunakan senjata tumpul.

Korban tidak bisa berbuat apa-apa saat kejadian kecuali berteriak minta tolong dan hanya pasrah jadi bulan-bulanan pelaku. Mendengar teriakan korban, Zulham yang merupakan tetangga korban bergegas datang dari rumahnya di seberang jalan.

Namun, saat Julham datang, dia langsung dibacok oleh OTK. Setelah OTK puas menghajar para korban, para OTK akhirnya lari dengan mengendarai mobil. Namun Zaburatom tidak sempat melihat jeni mobil yang dikendarai para pelaku.

Diakuinya, ia sangat heran dengan aksi kekerasan yang menimpa mereka karena mereka selama ini merasa tidak punya musuh atau terlibat persoalan dengan siapa pun di desa mereka tinggal.

Sementara dari data yang diperoleh di RS Panyabungan, Nur Asmi mengalami robek di kepala atas yang panjangnya 10 centimeter. Luka robek itu diduga akibat dipukul dengan benda tumpul. Nur Asmi juga mengalami luka di bibir atas. Zarubaton, lukanya di atas mata dan kedua matanya terlihat memer yang juga diduga dipukul pakai benda tumpul. Sementara Zulham, luka di tangan kiri yang diduga dibacok dengan benda tajam.

Sementara itu, pihak Polsek Muara Batang Gadis baru mengetahui kejadian ini sekitar 5 jam setelah kejadian, tepatnya sekira pukul 07.00 WIB dan selanjutnya melapor ke Polres Madina.

Melihat kondisi korban, pihak Muspika Muara Batang Gadis langsung membawa korban ke RS Panyabungan guna mendapatkan perawatan intensif. Korban tiba di RS Panyabungan sekira pukul 14.00 WIB.

Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan didampingi Kasat Reskrim AKP Sarluman Siregar yang datang melihat kondisi korban mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan motif kejadian.

Dugaan sementara, pengeroyokan bermotif dendam. Sedangkan motif perampokan tidak mungkin jika dikaji dari kondisi sosial korban dari kalangan ekonomi lemah yang tinggal di rumah gubuk.

Lanjut Kapolres, anggotanya sudah berangkat untuk melakukan olah TKP dan penyidikan. Kapolres berjanji akan terus mengusut tuntas kasus ini. Para tersngka nantinya akan dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puisi : Siapakah Yang Mengantarku Pulang?

    Puisi : Siapakah Yang Mengantarku Pulang?

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya : Elsa Novia Wita Siregar Tuhan, dengarkan bisikku berbalut cemas dan pilu Aku mau beritahu, makhluk kecil-Mu belum usai jalankan perintah-Mu Dia masih bersembunyi dan menutup rapat rahasianya itu Yang jelas ia telah menjadi sebab pertemuan sebagian kami dengan-Mu Tuhan, apakah makhluk kecil-Mu seganas dan sejahat yang dikira Hingga kami harus dibalut pengaman diri […]

  • Hosni Mubarak MUNDUR, Militer Berkuasa!

    Hosni Mubarak MUNDUR, Militer Berkuasa!

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KAIRO – Setelah sekitar dua juta demonstran di Lapangan Tahrir mengancam akan menjatuhkan presiden secara paksa, Hosni Mubarak akhirnya memilih mundur sendiri. Menurut Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, Presiden Hosni Mubarak sudah menyatakan mundur dan menyerahkan kekuasaannya kepada pihak militer. Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Sulaiman seperti dilansir TV Al Jazeera, Jumat (11/2/2011) […]

  • PNPM – LMP Dipertanyakan

    PNPM – LMP Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 6 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Proyek PNPM – LMP Di beberapa Desa Dikecamatan Natal dan Kecamatan Muara Batang Gadis dipertanyakan. Hal ini Pnpm dari anggaran tahun 2010 dikecamatan ini masih banyak yang belum selesai dikerjakan belum lagi pengerjaannya yang asal-asalan.(MPOL)

  • Hasil Pleno Kecamatan, On Ma Unggul 2.620 Suara di Batang Natal

    Hasil Pleno Kecamatan, On Ma Unggul 2.620 Suara di Batang Natal

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): ada 2.620 selisih suara antara Paslon 1 dan 2 dari hasil perhitungan suara ditingkat kecamatan ( PPK ) pada Pilkada Madina. Hasil perhitungan itu sendiri dimenangkan oleh Paslon 1 Harun-Ichwan dengan jumlah suara 7.387 suara dan Paslon 2 Saipullah-Atika mendapatkan suara 4.767 suara. Hasil ini sendiri diperoleh setelah selesai dilakukan […]

  • Pemkab Madina korupsi cetak sawah?

    Pemkab Madina korupsi cetak sawah?

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina diduga korupsi melalui anggaran program belanja cetak sawah pada Tahun Anggaran (TA) 2011 dan 2012. Ini merupakan sebuah bukti tidak profesionalnya kedua dinas tersebut. Pasalnya, sebagai pihak pengguna anggaran, kedua dinas itu sangat jelas mengabaikan program kesejahteraan rakyat. Kordinator Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli […]

  • Warga Paluta Keluhkan Sampah

    Warga Paluta Keluhkan Sampah

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paluta, (MO)- Sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Pasar Gunung Tua dan sekitarnya, Kecamatan Padang Bolak mengeluhkan tumpukan sampah yang berada di pinggir Jalan. Soalnya, tumpukan sampah itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir karena belum diangkut instansi terkait. Warga khawatir tumpukan sampah di depan permukiman mereka itu akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Terlebih sejak […]

expand_less