Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pengangguran Era Gen-Z, Menagih Tanggungjawab Negara Ciptakan Lapangan Kerja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
  • print Cetak

Oleh: Dewi Soviariani
Ibu dan Pemerhati umat

Potret generasi hari ini dikejutkan dengan berita membludaknya pencari kerja dari golongan Gen-Z. Antrian panjang pencari kerja terlihat hampir di setiap kota. Gen-z yang berusia antara 15-24 tahun banyak menjadi pengangguran atau tanpa kegiatan (not in employment, education, and training/NEET), lantaran sedikitnya peluang lapangan kerja yang tersedia. (Kompas.Com 19-5-2024).

Permasalahan ini semakin serius untuk segera ditangani. Bonus demografi di Indonesia tak berjalan lurus dengan penanganan negara dalam menyediakan lapangan pekerjaan. Pemerintah sendiri menyikapi hal ini disebabkan karena kurang singkronnya pendidikan dan permintaan tenaga kerja. Selain itu turunnya lapangan pekerjaan di sektor formal.

Hal ini diperkuat dengan temuan hasil olahan Tim Jurnalisme Data Harian Kompas terhadap data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) bulan Februari tahun 2009, 2014, 2019, dan 2024 menunjukkan adanya tren penurunan penciptaan lapangan kerja di sektor formal.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, menyampaikan hasil data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ada 9,9 juta penduduk Indonesia yang tergolong usia muda atau Gen-Z belum memiliki pekerjaan. Dan penyumbang terbesar pengangguran tersebut dari kalangan lulusan SMA, SMK atau mereka yang lulus perguruan tinggi, dikutip dari Kompas TV, Jumat (24/5/2024).

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menangani ledakan jumlah Gen-Z yang tergategori not in employment, education, and training/NEET. Diantaranya dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022. Perpres ini diyakini dapat mengurangi mismatch dengan merevitalisasi pelatihan vokasi, menyambungkan dan menyinkronkan dengan pasar kerja.

Namun sayang, usaha pemerintah masih belum membuahkan hasil yang signifikan, karena solusi tersebut bersifat tambal sulam. Ledakan pengangguran semakin memprihatinkan. Banyaknya pengangguran menunjukkan adanya keterbatasan lapangan kerja, menunjukkan gagalnya negara menciptakan lapangan.

Penanggulangan pengangguran, tidak berjalan dengan baik. Padahal, sebagaimana amanat konstitusi, pemerintah berkewajiban memajukan kesejahteraan umum berikut mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan kata lain, penguasa di negeri ini tak bertanggung jawab dengan tidak melakukan tugas dan fungsinya sebagaimana yang diamanatkan oleh konstitusi.

Negara salah urus, adanya kebijakan negara memudahkan investor asing dan pekerjanya berusaha di Indonesia, termasuk dalam mengelola SDA. Investasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan ialah investasi padat modal, bukan padat karya. Imbasnya, masyarakat akan sulit mendapatkan lapangan pekerjaan.

Akibatnya rakyat sendiri jadi tumbal, Gen-Z jadi pengangguran. Miris jika kondisi ini dibiarkan. Bonus demografi akan menjadi ancaman serta musibah bagi masa depan bangsa.

Jika Gen Z tidak siap atau tidak disiapkan, tak hanya jadi pengangguran saja tapi akan menjerumuskan mereka pada tindak kriminal. Bahkan akan menghambat pertumbuhan ekonomi serta rusaknya tatanan sosial masyarakat. Potret buram ancaman tersebut semakin nyata karena abainya negara dalam mengurus persoalan lapangan kerja ini.

Adapun penyebab lahirnya Gen-Z dengan kondisi not in employment, education, and training/NEET, tak lain akibat pengaruh ekonomi liberal kapitalis. Faktor kemalasan individu, cacat atau uzur, serta rendahnya pendidikan menyumbang penyebab pengangguran. Sekitar 74% tenaga kerja Indonesia adalah mereka yang berpendidikan rendah, yakni SD dan SMP.

Tidak terserapnya tenaga kerja di negeri ini akibat penerapan ekonomi liberal kapitalis yang menyerahkan lapangan pekerjaan pada mekanisme pasar. Melihat sikap negara menanggulangi pengangguran menunjukkan bahwa kekhawatiran pemerintah atas jutaan Gen-Z yang menganggur akan mengakibatkan perekonomian negara mundur. Bukan semata-mata murni memikirkan masa depan generasi yang bisa terkubur. Inilah cara kerja sistem ekonomi liberal kapitalis yang kejam.

Menagih keseriusan negara untuk mengatasi sempitnya lapangan kerja akankah terwujud jika sistem kapitalisme dengan ekonomi liberalnya yang memegang kendali? Ibarat jauh panggang dari api jika masih terus mempertahankan sistem rusak kapitalisme.

Sudah saatnya merevisi kembali sistem hidup negeri gemah ripah loh jinawi ini. Sebagai negeri mayoritas muslim saatnya kembali bercermin pada kehidupan Islam yang sukses membawa generasi muda pada peradaban dunia yang gemilang belasan abad silam. Kala negara memiliki perhatian besar terhadap kemajuan generasi.

Islam dengan mekanisme terbaik bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah telah membuktikan solusi komprehensif terhadap seluruh problematika kehidupan, termasuk permasalahan pengangguran. Islam menjadi perisai bagi generasi sehingga melahirkan pemuda-pemuda unggul yang membawa kemajuan peradaban dunia.

Melalui Departemen Pendidikan, Islam memberikan pendidikan gratis di semua jenjang pendidikan. Dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dengan adil tanpa adanya pilih kasih pelayanan. Pendidikan dalam Islam bertujuan untuk melahirkan pribadi yang berkepribadian Islam dan memiliki peran besar atas ilmunya untuk kemaslahatan umat.

Maka output pendidikan dalam Islam telah membuktikan lahirnya para ilmuwan Polymath yang sangat berperan penting dalam kemajuan teknologi dan budaya dunia. Ilmu yang dihasilkan membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh penduduk bumi. Pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan serapan tenaga kerja tanpa melupakan tujuan mencetak generasi yang berilmu tinggi sebagai pembangun peradaban yang  mulia.

Kemudian negara dalam naungan Islam mendirikan sejumlah industri yang berhubungan dengan harta kekayaan milik umum. Banyak dari kalangan masyarakat, termasuk pemuda, yang diserap untuk bekerja di sejumlah industri tersebut. SDM unggul akan mengelola kekayaan milik umum sesuai aturan Islam dan kemaslahatan umum.

Negara menjamin ketersediaan lapangan pekerjaan berdasarkan syariat. Dalam kepemimpinan Islam (Khilafah) tidak ada istilah pengangguran ataupun proyek mangkrak. Semua lini kehidupan mempunyai regulasi terperinci yang menjadi solusi hakiki bagi permasalahan umat.

Negara juga memandang pemuda sebagai generasi pendobrak masa depan. Sehingga jaminan sistem pendidikan menjadi perhatian penting untuk menjaga generasi, sekaligus melahirkan jiwa pemimpin yang memiliki pandangan seorang negarawan. Pemuda memiliki kekuatan yang produktif serta kontribusi tanpa limit.

Suatu umat tidak akan runtuh selama ada pundak para pemuda yang memiliki kepedulian dan semangat membara. Allah berfirman dalam surat Ali Imran: 110

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Pada dasarnya umat yang terbaik adalah umat yang beriman. Pemuda jika merujuk pada asal muasal diturunkannya ayat ini karena pemuda memainkan peranan penting sebagai penggerak Islam menuju masa kejayaan serta menjadi para pemimpinnya.

Saatnya selamatkan generasi Gen-Z dari kerusakan kepungan kapitalisme. Dengan melanjutkan kehidupan Islam dalam institusi negara, masalah lapangan kerja akan terurai. Dengan terwujudnya kepemimpinan Islam Gen-Z akan menjadi pemuda unggul, bukan penganggur.

Jangan biarkan harapan generasi masa depan bangsa terkubur oleh cengkeraman kapitalisme penjajah. Gen-Z adalah mutiara umat yang harus terbebas dari penjara busuk Kapitalisme. Mereka harapan umat kedepan yang akan membawa bangsa ini menuju masa depan gemilang.

Wallahu A’lam Bishawwab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Imron Lubis  Terpilih Jadi Ketua Partai Hanura Madina

    Imron Lubis Terpilih Jadi Ketua Partai Hanura Madina

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  H.Imron Lubis resmi menjadi ketua DPC partai hanura Kabupaten Mandailing Natal priode 2016 – 2021. Imron Lubis yang masih menjabat wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) ini, terpilih untik memimpn Hanura Madina pada Musyawarah Cabang Partai Hanura ke II, Sabtu (25/6) di Hotel Rindang Panyabungan dihadiri pengurus DPD Hanura Sumut, Pimpinan Anak […]

  • RUPIAH DARI MAMBAYU

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Harga tikar pandan di Mandailing Natal sebenarnya sudah cukup memadai dari sisi hitungan ekonomi usaha anyaman tikar. Hanya saja, serapan pasar terhadap produk tikar pandan dan sejenisnya kian menyurut seiring gempuran produk tikar buatan pabrik dan sejenisnya yang berbahan baku non pandan. Bu Kholilah (50), pengayam tikar pandan dari Desa Pintu Padang […]

  • Tim Dahlan-Sukhairi Masih “Wait and See”

    Tim Dahlan-Sukhairi Masih “Wait and See”

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Pemenangan pasangan calon bupati Madina Dahlan Hasan Nasution-Jakfar Sukhairi Nasution sejauh ini masih “Wait and See”. Mengintip apa saja strategi dan langkah-langkah kubu Yusuf-Imron. Itu dikatakan Ketua Tim Pemenangan Dahlan-Sukhairi, Saparuddin Ansari Nasution melalui tim pemenangan Binsar Nasution menjawab mandailing Online, Kamis (27/8). Berdasar itu nantinya Tim Pemenangan Dahlan-Sukhairi menyiapkan […]

  • Tokoh-tokoh Nasional Asal Madina Bersiap ‘Turun Gunung’ Menangkan SAHATA

    Tokoh-tokoh Nasional Asal Madina Bersiap ‘Turun Gunung’ Menangkan SAHATA

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dukungan untuk memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) kian tak terbendung. Kali ini sejumlah tokoh nasional asal Mandailing Natal (Madina) di Jakarta sepakat ‘turun gunug’ untuk memenangkan SAHATA menjadi bupati dan wakil bupati pada Pilkada Madina 2024. Dukungan putra-putra terbaik Madina yang berkiprah […]

  • Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kawasan Pantai Barat merupakan zona terparah hantaman banjir di Mandailing Natal (Madina). Bahkan hari Senin (20/12/2021) atau dua hari setelah banjir melanda masih banyak desa di kawasan ini belum terjangkau tim pemerintah menyebabkan penanganan terkendala. Itu pula akhirnya Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution harus melewati jalur Batang Toru-Natal untuk bisa mencapai dua kecamatan […]

  • Ratusan Kader PP Unjukrasa, Desak Pencabutan Izin PT Sago Nauli

    Ratusan Kader PP Unjukrasa, Desak Pencabutan Izin PT Sago Nauli

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Sekitar 800 kader Pemuda Pancasila (PP) melakukan unjukrasa ke DPRD Mandailing Natal, Senin (10/2/2020) menuntut pencabutan izin PT Sago Nauli. Unjukrasa yang mulai berlangsung pukul 11.50 WIB itu dipenuhi orasi dan pemampangan poster mengungkap catatan catatan buruk perusahaan perkebunan kelapa sawit di Pantai Barat Madina itu dan dugaan tindakan […]

expand_less