Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Bela Palestina Tak Cukup Dengan Retorika

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Des 2024
  • print Cetak

Oleh: Novida Sari, S.Kom
Ketua Majelis Taklim Islam Kaffah Madina

Pidato Presiden Prabowo dalam Forum KTT Developing Eight (D-8) dinilai bagus tapi terkesan menggurui dan abai atas apa yang dilakukan oleh negara-negara tersebut, demikian menurut Pengamat Timur Tengah, Smith Alhadar. Menurutnya, Prabowo tidak mendapatkan cukup informasi tentang perkembangan di Gaza. Meskipun Indonesia sendiri begitu vokal membela Palestina di kancah internasional, namun tidak berarti kontribusi dari negara lain itu kecil. Smith juga menyoroti kebijakan Prabowo tentang ketiadaan solidaritas, kerjasama dan keterpecahan suara di antara sesama negara muslim. Prabowo juga mengkritik devide et impera yang melemahkan solidaritas negara muslim; namun menurut Smith, secara substansi, Prabowo tidak salah, tapi artikulasinya tidak diplomatis dan salah tempat. Karena KTT D-8 seharusnya bukan menjadi ajang saling menyalahkan (mediaindonesia.com, 22 Desember 2024). Lantas bagaimana harusnya membela Palestina?

Retorika di Atas Keberlangsungan Genosida

Berdasarkan laporan Palestine Press Agency yang dikutip melalui kanal telegram Gazamedia, kondisi terkini Palestina (26/12) di hari ke 447, telah menelan korban yang kian meningkat, jumlah syahid 45.339 jiwa, 107.940 terluka sejak 7 Oktober 2023 lalu. Dan 75% korbannya adalah anak-anak dan wanita, jelas ini adalah genosida terstruktur dan tersistematis yang dilakukan oleh Zionis-Israel. Bahkan zionis telah melakukan tiga pembantaian terhadap keluarga di wilayah jalur Gaza saat tiba di rumah sakit, 38 orang syahid, 137 orang dilaporkan mengalami luka-luka selama 24 jam terakhir.

Namun kondisi faktual seperti ini, sering kali luput untuk dibicarakan di kancah internasional oleh para pemimpin negeri kaum muslim. Biasanya hanya berisi pembicaraan diplomatis atas solusi yang sebenarnya tidak menuntaskan akar masalah. Diplomasi yang berulang-ulang, yang ujung-ujungnya akan berakhir sia-sia, karena sesungguhnya itu hanyalah basa-basi politik semata. Bagaimana mungkin mereka mampu mengajukan solusi two nation state untuk satu wilayah yang sama, pada pihak yang sangat serius untuk melakukan genosida. Dan parahnya, ini adalah realita, bukan isapan jempol belaka. Sehingga perjuangan diplomasi oleh para pemimpin negeri kaum muslimin atas Palestina, tak tak ubah bagaikan talking doll.

Menggantungkan harapan atas solusi yang diberikan oleh PBB atas Palestina merupakan sesuatu yang mustahil. Apalagi jika memperhatikan sejarah dan posisi PBB, yang merupakan perpanjangan tangan dari kepentingan negara yang membidangi lahirnya negara Israel di tahun 1942. Lembaga ini juga menjadi alat perpanjangan negara yang senantiasa melindungi Israel, yakni Amerika.

Keputusan berupa surat perintah penangkapan dari pengadilan kriminal internasional (International Criminal Court/ ICC) yang ditujukan pada perdana menteri (PM) Benjamin Netanyahu juga pada mantan menteri pertahanan Yoav Gallant, telah menunjukkan ketegasan dari sikap Amerika dalam menolak keputusan ICC ini, secara terang benderang.

Mitos Perdamaian Dunia

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa PBB itu disetir oleh Amerika selaku negara adidaya pasca Perang Dunia II. Meskipun ratusan resolusi dewan keamanan telah mengutuk, mengecam dan menuntut kebrutalan zionis dalam me-genosida wilayah Gaza, namun Amerika tetap berdiri kokoh dalam membela anak emasnya, yakni Zionis-Israel. Berbagai kesaksian pejabat militer juga laporan komisi khusus PBB, yang telah membuktikan terjadinya genosida dan pelanggaran HAM keras di Palestina, Amerika tetap tidak mendengar bahkan membela mati-matian anak kesayangannya, Israel.

Jadi, bagaimana mungkin menggantungkan impian atas PBB dalam penyelesaian konflik yang ada di Palestina.

Palestina Butuh Militer dan Khilafah

Kemustahilan dalam mengharap solusi yang diberikan oleh PBB, semakin menyadarkan kita bahwa, Palestina butuh militer dan juga Khilafah. Karena kepemimpinan sekuler tidak akan pernah mengirimkan militernya untuk mengusir zionis Israel dan menyelamatkan rakyat Palestina.

Khilafah adalah ajaran Islam, ia akan tegak dalam sistem yang khas, yang telah ditentukan oleh hukum syara, yakni dalam bentuk institusi kekhilafahan yang akan dipimpin oleh seorang Khalifah.

Kemunculan Khilafah adalah sebuah keniscayaan. Karena Khilafah adalah bisyaroh yang pernah disampaikan oleh Rasulullah Saw., mengimani bisyaroh Rasulullah saw. adalah bagian daripada akidah, meskipun ia dipandang sebagai sesuatu yang utopis hari ini.

Karena bagaimanapun, kaum muslim tidak akan bisa menjadi umat yang satu, dalam sekat nasionalisme. Hanya Khilafah yang mampu menyatukan seluruh negeri kaum muslimin, dan akan membebaskan negeri-negeri yang tersandera, terjajah dan terpuruk secara sistematis. Palestina pun akan terbela melalui militer yang akan diutus oleh Khalifah. Dan itu akan terwujud atas izin Allah SWT. Wallahu a’lam

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oegroseno : Ya, Saya Memang Pengkhianat

    Oegroseno : Ya, Saya Memang Pengkhianat

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Eks Kapolda Sumut Oegroseno yang telah ditunggu-tunggu kata sambutannya oleh para undangan mengatakan, dirinya sangat senang tetapi tidak harus berbangga. Semua ini katanya jalan tuhan, dan dengan adanya buku ini tidak harus menjadi kebanggaan berlebihan dirinya. “Benar kata sambutan yang disebut penulis tadi. Semua jalan tuhan termasuk apakah saya mati atau masih hidup nanti. […]

  • Kasus Korupsi Dana DAK Dinas Pendidikan Madina, Unjukrasa Kepung Kajatisu dan Kajari Madina

    Kasus Korupsi Dana DAK Dinas Pendidikan Madina, Unjukrasa Kepung Kajatisu dan Kajari Madina

    • calendar_month Kamis, 29 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Hari ini, Kamis, (29/4/2021) dua gelombang unjuk rasa secara serentak di Kejati Sumut dan Kejari Madina. Gelombang unjukrasa dipicu karena pihak kejaksaan dinilai mandul menghadapi kasus dugaan korupsi pembangunan fisik sekolah dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Madina TA 2020. Di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) di Medan, […]

  • Atika Tinjau Pengerjaan Proyek Jalan Pagur

    Atika Tinjau Pengerjaan Proyek Jalan Pagur

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) meninjau progres pengerjaan peningkatan kualitas ruas jalan Pagur – Panyabungan, Kabupaten Madina, Sumatera Utara, Kamis (8/9/2022). Atika mengatakan progres pengerjaan proyek tersebut baru mencapai 30 persen dan ditargetkan selesai pada Oktober 2022. Atika menyebut dana proyek peningkatan ruas jalan Pagur – Panyabungan ini bersumber dari Dana […]

  • Pungli Marak di Balai Pengujian Kendaraan

    Pungli Marak di Balai Pengujian Kendaraan

    • calendar_month Kamis, 25 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Pungutan liar (Pungli) resahkan warga yang berurusan di kantor Balai Pengujian Kendran Bermotor Dinas Perhubungan Pemkab Deli Serdang. Bahkan sejumlah petugas disana tidak segan-segan meminta uang puluhan kali lipat dari restribusi resmi. Salah satu contoh, untuk memperpanjang speksi angkutan barang jenis Pick Up Panther, pemilik kendaran harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu rupiah. […]

  • Pj Bupati Madina Sampaikan Pengantar RPAPBD 2010

    Pj Bupati Madina Sampaikan Pengantar RPAPBD 2010

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar rapat paripurna dengan agenda pembacaan pengantar nota keuangan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah TA 2010 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Panyabungan, Kamis (14/10/2010). Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay dan dihadiri Pj Bupati Madina […]

  • Terkait 17 Rumah dan 3 Kendaraan Dibakar

    Terkait 17 Rumah dan 3 Kendaraan Dibakar

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    41 Warga jadi Tersangka 8 Ditahan TAPSEL– Polres Tapsel menetapkan 41 tersangka kasus pembakaran dan pengrusakan 17 rumah dan kantor serta 3 kendaraan PT Tanjung Siram. Dari 41 tersangka, 8 ditahan, sementara 33 tersangka lainnya tidak ditahan. Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya SH MH melalui Kasat Reskrim, AKP Lukmin Siregar mengatakan, pihaknya menetapkan 41 tersangka yang […]

expand_less