Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Dinas Sosial Madina Lanjutkan Beasiswa Untuk Mahasiswa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Jan 2025
  • print Cetak

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos PPA Kabupaten Madina, Muhammad Ali kala diwawancarai mahasiswa STAIN Madina.

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Sosial dan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut tahun ini tetap melanjutkan program beasiswa yang ditujukan untuk pelajar tingkat sekolah hingga mahasiswa.

Program ini didanai dari APBD Madina.

Dengan program ini, Dinsos PPA Kabupaten Madina berharap dapat meringankan beban keluarga kurang mampu sekaligus mendorong generasi muda untuk terus mengejar pendidikan tinggi.

Dukungan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan mahasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Kepala Bidang Rehabilitasi Dinsos PPA Kabupaten Madina, Muhammad Ali menyebut kategori penerima atau kuota beasiswa berkurang pada tahun 2024, hanya 60 mahasiswa dari sebelumnya 100 orang mahasiswa pada tahun 2023.

Penurunan ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran daerah. Kendati demikian, pemerintah daerah, tahun 2025, kata Ali terus berkomitmen untuk memperjuangkan peningkatan anggarannya.

“Dinas Sosial PPA berkomitmen untuk terus memperjuangkan peningkatan anggaran pendidikan di masa mendatang,” jelas Ali, Senin (20/01/2025).

Muhamad Ali juga menjelaskan beberapa persyaratan program beasiswa ini.

“Kami memberikan kesempatan kepada mahasiswa eksakta dengan IPK minimal 3,20 dan non-eksakta minimal 3,50. Program ini ditujukan untuk mahasiswa yang sudah berada di semester 3 hingga maksimal semester 7,” ungkapnya.

Selain dana beasiswa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mahasiswa, terdapat juga program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang ditujukan bagi pelajar dari jenjang SD hingga SMA. Sumber dana KIP dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) lewat pengusulan Dinas Sosial.

Adapun persyaratan untuk mendapatkan KIP, pertama, hanya dapat diakses oleh mahasiswa yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kedua, persyaratan lain yang harus dipenuhi adalah surat keterangan tidak mampu dari desa. Ketiga, surat keterangan aktif dari sekolah atau perguruan tinggi. Keempat, membawa dokumen tersebut ke Dinas Sosial untuk memperoleh surat rekomendasi pengurusan KIP.

“Persyaratannya, keluarga penerima harus sudah terdaftar di DTKS dari desa masing-masing. Setelah itu, mereka harus mendapatkan surat keterangan dari kepala desa yang kemudian diajukan ke Dinas Sosial untuk diteruskan ke sekolah masing-masing,” jelasnya.

Sebagai bentuk partisipasi agar masyarakat mudah mendapatkan informasi terkait program beasiswa ini, Dinas Sosial Madina juga memanfaatkan website resmi dan media sosial, seperti Instagram dan Website atau aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SINK-NG). Operator di setiap desa juga bertugas membantu warga yang ingin mendaftar ke dalam DTKS, dengan pendaftaran dibuka setiap tanggal 15 hingga 25 setiap bulannya.(snn/stain madina/dab).

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapoldasu Akui Kompol Hasan Dicopot

    Kapoldasu Akui Kompol Hasan Dicopot

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Medan –  Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Drs Ngadino, membenarkan soal pencopotan Kasat Lantas Polresta Medan, Kompol M. Hasan. “Iya benar ada TR baru keluar, Kasat Lantas Polresta Medan dimutasi. Semalam sudah keluar TR-nya,” jelas Jenderal Bintang Dua itu, kepada wartawan saat dikonfirmasi lewat via telepon seluler, Sabtu (17/10). Diketahui ini […]

  • Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    Willem Iskander "belajar dari sejarah masa lalu"

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resensi buku Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda sejarah Willem Iskander dinegeri orang yang di bukukan semoga menjadi pelajaran terbaik bagi putra mandailing di negeri orang.

  • 10 Relawan Madina Berangkat Ke Sinabung

    10 Relawan Madina Berangkat Ke Sinabung

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 10 relawan kemanusiaan dari Mandailing Natal (Madina) berangkat ke Kabupaten Karo membantu pengungsi Sinabung, Tim kemanusian dibawah bendera Karang Taruna Madina, Korp Suka Rela Palang Merah Indonesia STAIM ini berangkat dari Panyabungan, Rabu (19/2/2014) membawa bantuan kemanusiaan sebanyak satu unit truk. ”Tim relawan akan berada di lokasi bencana Sinabung selama […]

  • BERQURBAN

    BERQURBAN

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Pinomat sakali saumur hidup” Oleh: Dr. M. Daud Batubara. MSi “Pinomat sakali saumur hidup” (setidaknya sekali seumur didup), untaian kata yang tidak jarang terdengar tercetus dari celah bibir masyarakat yang sering dikategorikan sebagai orang kurang mampu, ketika akan tiba Idul Adha (Hari Raya Haji), saat-saat masyarakat membicarakan qurban. Sebagai seorang muslim, rasanya memang keinginan untuk […]

  • Kumpulkan Rp1 M untuk Biayai Teroris

    Kumpulkan Rp1 M untuk Biayai Teroris

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang Pembacaan Dakwaan Abu Bakar Ba’asyir JAKARTA- Sempat tertunda, sidang pembacaan dakwaan terhadap terdakwa tindak pidana teroris Abu Bakar Ba’asyir digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kemarin (14/2). Tim Jaksa Penuntut Umum menyebut Ba’asyir merencanakan dan menggerakkan orang melakukan tindak pidana terorisme. Terungkap, aktivitas Ba’asyir tersebut menelan anggaran Rp1 miliar lebih. Secara bergantian, […]

  • Sssstt… Ada “Bupati Galak” di Deli Serdang, Kedan! Awak Takut Dipecat, Ah…

    Sssstt… Ada “Bupati Galak” di Deli Serdang, Kedan! Awak Takut Dipecat, Ah…

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution   Deli Serdang belakangan terasa berbeda. Ada desas-desus. Merambat di kalangan birokrat. Di kantor-kantor pemerintahan, suasananya lebih tegang. Di ruang guru sekolah, orang mulai bicara pelan. Di lorong dinas, ASN saling mengingatkan: “Hati-hati ngomong…!” “Hati-hati tanda tangan…!” “Hati-hati, bisa dicopot… atau sipecat, Wak” Dan di atas semua suasana itu, berdiri […]

expand_less