Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
  • print Cetak

Oleh: Ross A.R
Aktivis Dakwah Kota Medan

Miris, banyak sekali terjadi di berbagai daerah pengajuan dispensasi nikah usia dini, dan itu terjadi di berbagai provinsi di negeri ini. Beberapa waktu lalu digemparkan di Ponorogo dimana anak SMP dan SMA mengajukan dispensasi nikah ke KUA setempat dengan alasan mereka telah hamil sebelum menikah. Lantas muncul kembali di berbagai daerah kasus yang sama.

Dan dari data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, jumlah kasus dispensasi nikah per 8 Februari 2023 ada lebih dari 50.000 kasus, sebanyak 80% diantaranya adalah kasus hamil sebelum menikah. Jumlah yang sangat fantastis tentunya, dan itu yang terdata saja, belum lagi yang tidak terdata.

Permohonan dispensasi nikah oleh remaja di Kabupaten Sleman pada tahun 2024 tercatat sebanyak 98 kasus. Dari jumlah tersebut, alasan terbanyak untuk mengajukan permohonan dispensasi adalah karena hamil di luar nikah.

Kondisi buruk generasi muda saat ini terjadi akibat pengaruh sekularisme kapitalisme. Inilah yang menjadikan kebebasan di atas segalanya hingga membuka ruang terjadi pergaulan bebas. Sistem ini menganut pemisahan agama dari kehidupan dan menjadikan manfaat sebagai asasnya. Akhirnya, agama pun dikesampingkan dan hanya menjadi urusan individu saja. Dan minimnya bakal agama menjadikan para generasi muda saat ini kehilangan jati diri dan pegangan hidup. Wajar saja jika pergaulan mereka makin kebablasan dan yang lemah iman menjadi korban sistem yang rusak ini. Dan sekularisme adalah biang dari akar permasalahan kerusakan moral generasi muda saat ini, sehingga pergaulan pun menjadi liberal sebagai akibat makin jauh dari tuntunan agama.

Sekularisme dan liberalisme telah membuat generasi saat ini menjadi generasi yang rusak dan rapuh dengan harapan yang gelap dan tidak mempunyai masa depan yang cerah dan gemilang. Generasi pun jauh dari nilai-nilai agama, bahkan mereka pun tidak mempunyai bekal ilmu dalam menjalankan kehidupan yang berat saat ini. Pemikiran mereka pun menjadi pragmatis, salah satunya adalah masalah pergaulan bebas yang banyak dialami oleh semua usia termasuk generasi muda saat ini. Selain itu, sekularisme membuat para generasi saat ini tidak menjadikan agama sebagai pegangan hidup mereka. Dan pada akhirnya dispensasi nikah menjadi solusi praktis dari pergaulan bebas, tentunya justru menimbulkan masalah baru bagi generasi. Solusi yang diberikan sekuler justru memberikan masalah di atas masalah.

Oleh karena itu, satu-satunya solusi tuntas dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan menjauhkan sekulerisme menjadi sistem Islam yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena sistem Islam sangat menjaga kehormatan wanita dengan berbagai macam cara. Di samping itu, sistem Islam sangat memperhatikan pendidikan dan pemahaman generasi, sehingga akan melahirkan generasi yang paham atas agama mereka dan menjunjung tinggi syariat Allah sebagai asas perbuatan mereka. Ketundukkan generasi pada syariat Allah akan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan yang tercela termasuk salah satunya adalah pergaulan bebas seperti saat ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal Beasiswa, Pemkab Madina Diskriminatif

    Soal Beasiswa, Pemkab Madina Diskriminatif

    • calendar_month Jumat, 20 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA (Mandailing Online) – Kebijakan Pemkab Madina dinilai diskriminatif karena hanya memperuntukkan beasiswa kepada mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi negeri. Kebijakan itu meng-anaktiri-kan para mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi swasta. “Kebijakan ini tidak masuk akal karena mahasiswa negeri maupun swasta itu sama-sama dilahirkan di bumi Gordang Sambilan,” kata Ketua Ikatan Keluara Pelajar Mahasiswa […]

  • Sobir Reses di Kotasiantar

    Sobir Reses di Kotasiantar

    • calendar_month Jumat, 18 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Fraksi Partai Golkar Sobir Lubis SH mengadakan reses I tahun sidang 2020-2021 di Kelurahan Kotasiantar Kecamatan Panyabungan bertempat di Sopo Godang Halaman Bolak, Kamis (17/12/2020). Hadir dalam acara Reses tersebut Pemerintahan Kotasiantar yakni Lurah Syahnan Nasution S.Sos., pihak Kerajaan, Alim ulama dan Naposo Nauli Bulung, […]

  • Dishut tak punya data kerusakan hutan

    Dishut tak punya data kerusakan hutan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIBUHUAN – Tingkat kerusakan hutan (deforestasi) di Kabupaten Padanglawas tergolong tinggi akibat perambahan dan adanya dugaan penyalahgunaan HPH, sehingga mengarah pada pembalakan liar. “Ternyata Dinas Kehutanan dan Perkebunan tidak mempunyai data tentang kerusakan hutan itu,” ungkap Kepakla Dinas Hutbun Padanglawas, Sulaiman Harahap, siang ini. Dia mengatakan, pihaknya belum mempunyai data tetang deforastasi. Mereka juga belum […]

  • Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    Warga Bantahan Panyabungan Tanya Dana Bencana

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Warga kawasan Batahan Kabupaten Madina pertanyakan dana bantuan pasca angin puting beliung yang menimpa 99 kk Masarakat Batahan, sedang inpormasi soal dana bantuan dari Pemda Madina sebesar Rp120 juta lebih dipertanyakan. Kamis (11/11) Dana sebesar Rp 120 juta tersebut menjadi bahan pertanyaan warga Batahan setelah ada mendapat inpormasi bahwa dana bantuan yang terulis pada […]

  • Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Masyarakat Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dengan tegas menyatakan penolakan mereka terhadap rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh PT Puncak Panglima Perkasa (PPP). Bahkan, aktivitas perusahaan tersebut di wilayah mereka dinilai meresahkan. Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Kedang Ipil, Kuspawansyah. Ia […]

  • Lobang Muncul di Jl. Willem Iskander, Kayujati , Pengendara Dihimbau Hati -hati

    Lobang Muncul di Jl. Willem Iskander, Kayujati , Pengendara Dihimbau Hati -hati

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlne) – Pengendara dihimbau berhati-hati bila melintas di Jalan Willem Iskander titik Kayu Jati, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), pasalnya jalan protokol di titik ini ada lobang menunggu. Ahmad Husein , warga setempat kepada wartawan, Minggu (19/10/2014) manyatakan bahwa kondisi jalan yang berlubang ini sangat rawan kecelakaan sehingga masyarakat berinisiatif membuat tanda. Munculnya lobang […]

expand_less