Massa di Tabuyung Bakar Rumah Terduga Pengedar Narkoba. JAMPI Sumut Nilai Sebagai Akumulasi Kekesalan Masyarakat
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- print Cetak

Aksi Kaum Ibu ibu saat swiping terduga pelaku pengedar Narkoba di desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina ( ist)
Muara Batang Gadis ( Mandailing Online ): bentuk kekecewaan terhadap Kepolisian, emak emak di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batanggadis, Kabupaten Mandailing Natal terus bersuara. Mereka menilai polisi tidak mampu memberantas para pelaku pengedar narkoba di wilayah nya.
” bagai mana kami yakin pada polisi, para pelaku pengedar narkoba terus merusak anak anak kami di desa ini. Wajar saja kami sebagai ibu marah dan bertindak,” kata salah seorang emak emak yang ikut aksi.
Selasa sore 16/12/2025 emak emak melakukan aksi nekat dengan melakukan swiping terhadap dua orang terduga pengedar. Merkeka mendatangi rumah terduga. Katena situasi tidak terkendali, massa pun melempari rumah terduga. Tidak hanya itu massa akhirnya membakar rumah terduga pengedar narkoba. Ada total dua rumah yang di bakar massa. Dalam rumah warga menemukan alat hisap narkoba jenis sabu sabu.
Kejadian itu dibenarkan Kasi Humas Polres Madina Ipda Fahrul Syahban Simanjuntak saat dikonfirmasi lewat aplikasi Whats App Rabu 17/11.
” Kepolisian melalui Polsek Muara Batanggadis sebelum massa aksi anarkis telah memberikan himbauan, namun kami juga memahami kekecewaan warga terhadap maraknya peredaran narkoba di desa nya ” kata Ipda Fahrul Syahban Simanjuntak.
Ia menjelaskan, Polsek Muara Batanggadis sendiri telah mengamankan 5 orang terduga pelaku pengedar narkoba yang sempat hampir jadi bulan bulanan masyarakat.
” saat ini ke 5 orang sedang menjalani pemeriksaan dan barang bukti awal alat hisap sabu yang didapat warga daru rumah terduga,” kata Kasih Humas Polres Madina itu.
Menanggapi kejadian berulang di Kabupaten Mandailing Natal ini , Ketua Jaringan Masyarakat Pemantau Kepolisian (Jampi) Sumatera Utara, Zakaria Rambe menilai apa yang terjadi di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis merupakan akumulasi kekesalan dari masyarakat khususnya kaum ibu. Sehingga mereka meluapkan dengan melakukan pembakaran terhadap rumah yang diduga ditempati oleh jaringan pengedar narkoba di Desa itu.
“Kejadian Selasa sore kemarin ini seharusnya jadi pembelajaran bagi Kapolres Madina dan jajarannya. ibi merupakan kejadian berulang di Madina, Ada apa. Sehingga masyarakat akhirnya main hukum sendiri. Ini harus dikaji oleh pihak kepolisian,” tutur Zakaria ketika dimintai keterangannya terkait peristiwa di Desa Tabuyung tersebut.
Zakaria mengatakan, aksi nekat yang dilakukan oleh para kaum Ibu ini didasari oleh rasa sayangnya mereka terhadap generasi penerus dan masyarakat di desa mereka. Dia pun menilai, kemungkinan aksi ini merupakan reaksi dari para kaum ibu terhadap lambatnya atau diamnya pihak Kepolisian dalam memberantas narkoba di desa mereka.
Karena itu, Zakaria berharap Kapolres Madina dan jajarannya segera mengambil tindakan atas kejadian ini. Sehingga masyarakat merasa terlindungi dan diayomi oleh keberadaan Kepolisian.
Sementara itu, Plt Kepala Desa Tabuyung, Iskandar Muda Tanjung menjelaskan peristiwa pembakaran rumah terduga pengedar narkoba di desanya merupakan reaksi spontan dari kaum ibu-ibu.
“Iya, kejadian pembakaran itu terjadi secara spontan, setelah acara pengajian dan do’,a bersama Ibu – Ibu langsung bergerak ke rumah yang diduga bandar narkoba,” jelasnya ketika dihubungi via WhatsApp, Rabu (17/12/2025).
Iskandar mengatakan pihak pemerintah desa telah berupaya mencegah agar Ibu – Ibu tidak melakukan sweeping ke rumah terduga pengedar narkoba. Namun permintaan dari Plt Kades itu tidak diindahkan lagi oleh Ibu – Ibu yang sudah geram dengan peredaran narkoba yang merusak generasi muda di Desa Tabuyung.
“Selaku Plt Kepala Desa sudah berusaha untuk mencegah Ibu – ibu untuk tidak melakukan sweeping ke rumah yang diduga bandar narkoba, dan mengingatkan untuk tidak berbuat anarkis namun tidak lagi dihiraukan Ibu-Ibu,” kisahnya. (Napi/ Fikri)
- Penulis: Muhammad Hanapi

