Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Miliki Sabu, Istri Mantan PLH Kadis PU Siantar Diringkus

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
  • print Cetak


PEMATANGSIANTAR :
Sarina br Sianipar alias Omek (47), istri mantan Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Pematangsiantar, almarhum Dohar Sidabutar, ditangkap Sat Narkoba Polres setempat, Selasa malam 10 Mei 201, saat menggelar pesta sabu-sabu di rumahnya Jalan Narumonda bawah, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Timur.

Selain itu, juga diamankan lima orang teman Sarina, yakni Apin warga Jalan Wahidin Kecamatan Siantar Utara, Marojahan Simanjuntak (42) warga Jalan Gunung Sibayak Kecamatan Siantar Timur, Eldo Rado Simbolon (28) warga Jalan Surabaya Kecamatan Siantar Barat, serta Ben Hang dan istri nya Widia (27) warga Jalan Asahan Batu 8 Kecamatan Gunung Maligas Kabupaten Simalungun.

Awalnya pihak Satuan Narkoba Polres Pematangsiantar mendapatkan informasi, jika salah satu rumah di jalan Narumonda Bawah sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan narkotika jenis sabu sabu. Mendapat informasi itu, Kasat Narkoba AKP Sofian memerintahkan Kanit Idik, Aiptu Sutobo dan sejumlah personil melakukan penyelidikan.

Saat akan digerebek, ternyata Sarina mengetahui kedatangan polisi, dan langsung lari ke kamar mandi membuang sisa sabu sabu yang sudah dikonsumsi. Sedangkan lima orang teman-temannya tetap diam ditempat duduk masing masing. Salah seorang personil polisi wanita lalu melakukan pengeledahan terhadap Sarina, dan berhasil menemukan dua paket sabu sabu yang disimpan di celana dalam pelaku.

Polisi juga menggeledah ruang kamar Sarina, dan berhasil menemukan barang bukti berupa satu paket sabu sabu lagi dan seperangkat alat hisap serta satu unit timbangan digital. Selanjutnya, ke enam orang itu digeladang ke Polres Pematangsiantar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Sementara itu Kapolres Pematangsiantar AKBP Albert TB Sianipar, melalui Kasat Narkoba AKP Sofian membenarkan penangkapan tersebut dan Sarina telah lama dijadikan target, karena diduga sebagai bandar sabu-sabu. Hanya saja Sofian menambahkan, pihaknya belum dapat menetapkan kelima orang yang diamankan apakah terlibat, karena masih diperiksa. Sedangkan Sarina dipastikan terlibat selaku pemilik sabu sabu dengan barang bukti yang sudah disita. Pelaku akan dijerat melanggar pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat 1 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimum 20 tahun kurungan penjara. (js)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MERANTAU KE TANAH DELI

    MERANTAU KE TANAH DELI

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Basyral Hamidi Harahap   Perjalanan Tuanku Tambusai yang berperang melawan Belanda melintasi pegunungan Bukit Barisan (Mandailing Godang, Angkola, Padang Lawas dan Kota Pinang) kemudian dipandang bagian penting dalam sejarah migrasi orang Mandailing. Jalur perjalanan itu kemudian dipakai para perantau sebagai jalur pertama ke Sumatera Timur. Gelombang kedua migrasi orang Mandailing dalam jumlah besar […]

  • Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    Serial HUT Madina ke-16: Pasar Lelang Karet Mubazir, Dana 400 Juta Sia-sia

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal memasuki Hari Ulang Tahun ke-16 pada 9 Maret 2015, dan sejauh itu pula banyak ditemukan kebijakan pemerintah daerah yang diduga salah kaprah berakibat uang negara yang nota bene uang rakyat mubazir dihamburkan. Kasus komplek bangunan pasar lelang karet di kawasan Desa Tobang Kecamatan Kotanopan, mubazir alias tak dimanfaatkan […]

  • MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    MENGGAGAS PERTAMBANGAN RAKYAT MERAH PUTIH : TRANSFORMASI PERTAMBANGAN LIAR MENJADI PERTAMBANGAN RAKYAT LEGAL

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Rahmad Daulay   PENDAHULUAN Pertambangan emas rakyat merupakan aktivitas ekonomi yang telah berlangsung lama di berbagai wilayah Indonesia, terutama di daerah pedalaman dan kawasan pegunungan yang memiliki potensi mineral tinggi. Bagi sebagian masyarakat, kegiatan ini menjadi sumber penghidupan utama karena terbatasnya kesempatan kerja di sektor formal. Namun dalam perkembangannya, sebagian besar aktivitas pertambangan […]

  • Terkait Sampah Menumpuk Di Madina, Petugas Kebersihan Tak Bekerja Maksimal

    Terkait Sampah Menumpuk Di Madina, Petugas Kebersihan Tak Bekerja Maksimal

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Volume sampah di sepanjang Jalan Abri, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan Kota, kabupaten Mandailing, tumpukan sampah di sepanjang jalan Abri tersebut lebih disebabkan petugas kebersihan tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk mengangkut sampah tiap minggunya. Sampah menumpuk adalah pemandangan awal yang akan terlihat di tengah- tengah masyarakat, Bisa dibayangkan, sampah dari ribuan rumah tangga […]

  • Sumut Dipecah Jadi 4 Provinsi, Ini Dia Wilayahnya

    Sumut Dipecah Jadi 4 Provinsi, Ini Dia Wilayahnya

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, – Rapat paripurna DPRD Sumut dalam agenda penyampaian pandangan fraksi soal pemekaran tiga Provinsi di Sumatera Utara memang sempat diwarnai perbedaan pendapat. Tujuh dari 10 fraksi menyatakan mendukung pembentukan Protap, Sumtra dan Kepni, Dua fraksi menyatakan menolak memberikan pendapat dan satu fraksi menyatakan tidak keberatan. Tujuh fraksi yang mendukung adalah Fraksi Partai Demokrat, PDI […]

  • Belum Ada Bahasa Daerah Sumut Punah

    Belum Ada Bahasa Daerah Sumut Punah

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN,-Staf peneliti Balai Bahasa Medan Anharuddin Hutasuhut mengatakan, hingga kini belum ada bahasa ibu atau yang lebih dikenal dengan bahasa daerah di wilayah Sumatera Utara yang punah. “Jangankan punah, yang terancam punah saja belum ada. Ini tidak terlepas dari konsistennya masyarakat di Sumut menjaga nilai-nilai budaya leluhurnya, karena kalau bukan kita siapa lagi yang harus […]

expand_less