Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Mutasi Dadakan di Madina: Jabatan Bergerak, Arah Penguasa Berubah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Di Mandailing Natal, mutasi tidak lagi sekadar rotasi jabatan. Ia telah menjelma menjadi pola konsentrasi kendali — dan kini, bola panas itu tidak bisa lagi berhenti di meja eksekutif.

Ia sudah mendarat di meja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Mandailing Natal.

Dan kali ini, DPRD tidak punya ruang untuk bersikap abu-abu.

Aturan Sudah Jelas, Bukan Wilayah Tafsir Bebas

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN menegaskan: pengelolaan ASN harus berbasis merit system, profesionalitas, dan akuntabilitas

PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS (jo. PP 17/2020): pengisian jabatan harus terukur, transparan, dan sesuai kebutuhan organisasi.

PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019: jabatan strategis wajib melalui proses yang terbuka dan dapat diuji publik.

Artinya sederhana: rangkap jabatan boleh dalam kondisi terbatas, tapi tidak boleh menjadi pola sistemik yang mengaburkan kontrol.

Pesan Tegas dari Pusat & Provinsi

Tito Karnavian menekankan:
– mutasi harus berbasis kinerja
– tidak menciptakan instabilitas
– dan tidak merusak tata kelola birokrasi

Bobby Nasution menegaskan:
– ASN harus profesional
– pelayanan publik tidak boleh terganggu
– rantai komando harus jelas

Kalau kita sandingkan dengan kondisi Madina hari ini:
– rangkap Sekda–Sekwan
– rangkap Diknas–Dinkes
– rangkap Asisten I–Plt PUPR
– mutasi cepat tanpa narasi

Maka pertanyaannya bukan lagi teknis. Ini sudah menyentuh kepatuhan terhadap arah pembinaan pemerintah itu sendiri.

DPRD: Tidak Ada Alasan untuk Diam

Dengan kerangka aturan dan arahan itu, posisi DPRD menjadi terang: bukan sekadar boleh mengawasi—
tetapi wajib menguji.

Jika DPRD diam, maka yang diabaikan bukan hanya dinamika lokal, tetapi:
– semangat UU ASN
– kerangka PP Manajemen PNS
– serta arahan Mendagri dan Gubernur

Dengan kata lain: diam berarti membiarkan penyimpangan dari standar nasional berjalan tanpa koreksi.

Konsekuensi Nyata: Legislasi & Pelayanan

1. Legislasi Melemah Secara Struktural
– Mitra kerja DPRD tidak jelas (karena jabatan bertumpuk).
– Pendalaman kebijakan jadi dangkal.
– Informasi tersentral pada sedikit orang.

Akibatnya: DPRD kehilangan fungsi kritisnya sebagai penguji kebijakan.

2. Pelayanan Publik Berisiko Jeblok
– Pendidikan dan kesehatan dikendalikan satu figur fokus terbelah.
– Infrastruktur dikendalikan dalam satu garis koordinasi-eksekus kontrol menipis.
– Birokrasi bawah kehilangan arah operasional.

Hasil akhirnya: pelayanan tetap berjalan, tapi kualitasnya tergerus tanpa terlihat.

Kesimpulan Tanpa Ruang Mundur

“Mutasi dadakan” di Madina bukan sekadar cepat. Ia dipandang menyimpang dari arah yang sudah digariskan oleh aturan dan pembinaan pemerintah.

Dan di titik ini, DPRD tidak bisa lagi bersembunyi di balik alasan:
– “ini kewenangan eksekutif”
– atau “ini kondisi sementara”

Karena faktanya:
– ketika pola sudah berulang dan sistemik,
– itu bukan lagi sementara—itu sudah menjadi arah.

Pertanyaan yang Harus Dijawab DPRD

– Apakah DPRD akan berdiri di sisi aturan dan pengawasan?.
– Atau membiarkan konsentrasi kekuasaan ini berjalan tanpa koreksi?.

Karena kali ini, yang dipertaruhkan bukan sekadar mutasi.

Tapi apakah tata kelola pemerintahan masih dijalankan sesuai prinsipnya—atau sudah bergeser menjadi kendali yang terpusat ?.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Homoseks Sodomi Anak SMP

    Guru Homoseks Sodomi Anak SMP

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang pria homoseks yang berperofsei guru honor di salah satu sekolah SMP ditangkap warga karena diduga menyodomi anak usia SMP kelas 2. Warga memergoki guru honor berinisial ML itu bersama dua orang remaja belasan tahun berinisial R dan N di rumah ML dekat kompleks Sekolah Tinggi Agama Islam Madina (STAIM), Panyabungan, […]

  • Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    Yusril Ihza Mahendra Terpilih Sebagai Ketua Umum PBB

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      CISARUA  – Mukhtamar ke IV Partai Bulan Bintang (PBB) menghasilkan ketua umum baru. Nama Yusril Ihza Mahendra dipilih untuk menjadi imam politik PBB untuk masa jabatan 2015 sampai 2020. Yusril resmi menggantikan kepemimpinan MS Ka'ban yang sudah memimpin partai turunan Masyumi itu selama dua periode terakhir. "Dengan bertawakal kepada Allah Subhanawataala, memutuskan menetapkan, mengesahkan […]

  • Pembolos, anggota DPR makan gaji buta
    Tak Berkategori

    Pembolos, anggota DPR makan gaji buta

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Daftar hadir anggota DPR dalam Rapat Paripurna diwarnai banyaknya para pembolos. Pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandes, menilai mereka yang bolos Rapat Paripurna sama saja makan gaji buta. “Masyarakat harus memberikan perhatian kepada pembolos. Ini sama saja memakan gaji buta,” kata Arya kepada wartawan, hari ini. Menurutnya, untuk mengurangi banyaknya para pembolos harus […]

  • Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    Atika: RPJP Harus Selaras dengan Taman Nasional

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Wabup Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meminta Rencana Pembangungan Jangka Panjang (RPJP) kabupaten terkait harus selaras dengan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Keselarasan itu diperlukan agar program pembangunan tidak saling bertolak belakang. Hal itu disampaikan Atika saat membuka Konsultasi Publik RPJP TNBG […]

  • Sati Nasution Willem Iskander, 1840-1876 (2)

    Sati Nasution Willem Iskander, 1840-1876 (2)

    • calendar_month Kamis, 6 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh Basyral Hamidy Harahap (Diposting oleh: Erond L. Damanik, M.Si – Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Lembaga Penelitian-Universitas Negeri Medan) Jadi sudah pasti Charles Adriaan van Ophuysen tak pernah bertemu dengan Willem Iskander, apatah lagi sebagai guru bagi Willem Iskander. Yang benar adalah, ada murid Willem Iskander yang sejawat Charles Adriaan van Ophuysen sebagai […]

  • PDIP Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati Madina

    PDIP Buka Penjaringan Bakal Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PDI Perjuangan resmi membuka penjaringan bakal calon bupati/wakil bupati untuk Pilkada Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Penjaringan dimulai hari ini, Kamis (5/9/2019) di sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madina, Jl. Merdeka, Dalan Lidang, Panyabungan. Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Teguh W Hsahatan menjawab Mandailing Online menyatakan penjaringan ini berdasar Instruksi DPD PDI […]

expand_less