Sabtu, 27 Jun 2026
light_mode

API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • print Cetak

Barang Bukti Musnah, Akar Kejahatan Terus Menjalar?

 

 

Oleh: Tim Mandailing Epcentrum

 

Baru- baru ini, Kajari Madina melaksanakan pembakaran banyak barang bukti. Katanya, semuanya tanpa sisa.

Ada sesuatu yang terasa ganjil setiap kali publik menyaksikan pemusnahan barang bukti.

Tumpukan ganja dibakar.
Sabu dimusnahkan.
Rokok ilegal dihancurkan.
Kamera menyala.
Pejabat berdiri rapi.

Lalu publik perlu percaya: negara sedang menang melawan kejahatan.

Padahal, pertanyaan paling penting justru nyaris tak pernah dijawab:
Mengapa barang bukti terus bertambah?

Karena, jika setiap tahun aparat memusnahkan narkotika dalam jumlah besar, maka kemungkinan yang terjadi hanya dua:

Pertama, penegakan hukum memang bekerja.

Atau kedua:
kejahatan justru sedang tumbuh jauh lebih besar.

Lebih dari 54 kilogram ganja dan ratusan gram sabu bukan angka kecil untuk daerah seperti Mandailing Natal.

Itu menandakan:
• ada pasar aktif,
• ada jalur distribusi,
• ada pemasok,
• ada pembeli,
• ada aliran uang,
• dan sangat mungkin ada jaringan yang masih hidup.

Publik akhirnya hanya diperlihatkan hasil akhir.

Sementara akar masalahnya tetap bergerak di belakang layar. Bandar besar jarang muncul. Jaringan utama nyaris tak terlihat.

Yang tertangkap sering kali hanyalah kurir, pemakai, atau pemain lapangan.

Maka publik layak bertanya: Apakah yang sedang dihancurkan benar-benar sistem kejahatan?

Atau hanya serpihan kecil yang sengaja dikorbankan agar jaringan utamanya tetap aman?

Rokok ilegal bahkan membuka persoalan yang lebih gelap.

Karena, itu bukan sekadar pelanggaran dagang. Rokok ilegal berarti:
• kebocoran cukai negara,
• ekonomi bawah tanah,
• distribusi ilegal,
• dan kemungkinan keterhubungan dengan jaringan kriminal lain.

Tetapi pertanyaannya sama: Siapa pemain besarnya?

Jika yang disentuh hanya pedagang kecil, maka negara sedang sibuk membasmi ranting — sambil membiarkan batang pohonnya tetap berdiri.

Di titik inilah publik harus berhenti terkagum-kagum pada seremoni pemusnahan.

Karena ukuran keberhasilan hukum bukan seberapa besar api yang menyala.

Tetapi: seberapa jauh negara mampu menghancurkan sistem yang melahirkan barang bukti itu sejak awal.

Dan jika setiap tahun barang bukti terus bertambah, maka mungkin ada sesuatu yang jauh lebih besar yang justru sedang tumbuh diam-diam. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapel Gaji Guru Ditahan Disdik

    Rapel Gaji Guru Ditahan Disdik

    • calendar_month Jumat, 7 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIMALUNGUN-Rapel gaji guru 100 persen PNS angkatan 2009 selama 3 bulan yang seharusnya dibayar Januari, diduga ditahan Dinas Pendidikan Simalungun. Salah seorang guru PNS di salah satu SMP di Raya, Kamis (6/1), mengatakan, dia heran kenapa gaji tidak kunjung dibayarkan. Ironisnya, seluruh guru PNS seangkatannya di sekolah lain sudah dibayarkan. “Teman-teman kami PNS angkatan 2009 […]

  • Bayi Tanpa Batok Kepala Dibawa ke Jakarta

    Bayi Tanpa Batok Kepala Dibawa ke Jakarta

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ditolak di RUSD Adam Malik Sahrini, bayi berusia 10 bulan yang lahir tanpa batok kepala sejak dilahirkan ibunya, Eliana (24) akan dibawa berobat ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo atau RSCM di Jakarta. Keberangkatan bayi malang yang sempat ditolak RS Adam Malik, Medan, Oktober 2011 lalu, akan difasilitasi Dewan Pimpinan Daerah Golongan Karya Sumatera Utara (DPD […]

  • Dianiaya guru, murid SD lumpuh

    Dianiaya guru, murid SD lumpuh

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SAYURMATINGGI – Ilhamuddin Lubis, warga Dusun Batu Godang, Desa Bange, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, selama tiga tahun harus mengalami kelumpuhan, akibat diduga dianiaya dengan cara dipukul guru kelasnya hingga dia tak dapat bersekolah lagi. Ilhamuddin, anak dari Masruddin Lubis dan Riyanti, keduanya sehari-hari bekerja di kebun milik warga untuk menyadap karet. Ketika ditemui, Yanti […]

  • SI BELE-BELE

    SI BELE-BELE

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pala muli eme di Huta Namale, dung salose sude mardege dohot mamiari eme, tarida mei alak huta i udur-udur mamorsan karung ni eme. Dung lopeh manarui eme, marayak ariannai male muse mei simanare. Adope, mangan bubur cacak ma jolo le so ro gogoi mulak muda manarui eme. Dung salose karejo sude, laos muli tu huta […]

  • Bupati LIRA Desak Polres Madina Ungkap Pelaku Pembunuhan

    Bupati LIRA Desak Polres Madina Ungkap Pelaku Pembunuhan

    • calendar_month Selasa, 28 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan…. Polres Kabupaten Mandailing Natal di desak untuk membongkar kasus pembunuhan yang terjadi akhir-akhir ini. Sudah ada 4 Korban Kasus Pembunuhan di Madina tetapi Polres Madina belum mampu membongkarnya Desak itu di sampaikan Bupati LSM LIRA Muis Pulangan, Selasa (28/9) kepada wartawan di Panyabungan. Dia mendesak supaya Polres Madina meningkatkan kinerjanya untuk membongkar kasus pembunuhan […]

  • Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    Nikah Siri WNI di Malaysia Timbulkan Masalah

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuala Lumpur, (MO) – Kasus nikah tanpa dokumen atau yang biasa dikenal dengan istilah nikah siri banyak terjadi di kalangan warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia sehingga menimbulkan banyak permasalahan seperti ketidakjelasan status kewarganegaraan anak-anak mereka. Banyaknya kasus nikah siri tersebut diungkapkan oleh sejumlah narasumber dan para peserta dalam acara talk show bertajuk “Status Perkawinan […]

expand_less