Rabu, 13 Mei 2026
light_mode

BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

 

BELAJAR DARI SUSI AIR: JANGAN SAMPAI MADINA MENGULANG SIKLUS LAMA DENGAN WAJAH BARU

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Subsidi Bisa Membuka Jalur, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Ekosistem

 

Ada pelajaran mahal yang seharusnya tidak dilupakan Madina.

Dulu kawasan Tabagsel pernah mencoba membangun konektivitas udara melalui Susi Air.

Rute Aek Godang–Kualanamu sempat hidup dengan dukungan subsidi beberapa pemerintah daerah.

Tetapi perlahan semuanya seperti hilang tanpa pembahasan mendalam.

Dan di sinilah masalah pembangunan kita sering terjadi:

terlalu cepat meresmikan, terlalu lambat mengevaluasi.

Padahal pertanyaan pentingnya sangat banyak:

* mengapa rute itu berhenti?
* apakah okupansi rendah?
* apakah pasar tidak terbentuk?
* apakah integrasi moda gagal?
* atau karena terlalu bergantung pada subsidi?

Semua itu seharusnya menjadi bahan pelajaran sebelum Madina kembali membuka babak baru bersama Lion Air.

Karena subsidi memang bisa:

* menyalakan mesin,
* membuka jalur,
* dan memancing pasar awal.

Tetapi subsidi tidak bisa menjadi napas selamanya.

Kalau:

* ekonomi kawasan tidak tumbuh,
* wisata tidak bergerak,
* logistik tidak hidup,
* dan mobilitas bisnis tidak berkembang,

maka penerbangan akan kembali rapuh.

Dan ketika subsidi berhenti, rute ikut limbung.

Itulah sebabnya JB AH Nasution tidak boleh dilihat sebagai proyek tunggal.

Ia harus menjadi bagian dari:

desain besar konektivitas regional Sumatera bagian barat.

Artinya:

* bandara hidup,
* moda darat tetap kuat,
* logistik bergerak,
* wisata tumbuh,
* dan ekonomi rakyat ikut naik.

Kalau semua itu berjalan, maka pesawat tidak lagi bergantung penuh pada subsidi politik.

Ia akan hidup karena memang dibutuhkan pasar.

Sebab sejarah sudah memberi peringatan.

Pesawat bisa datang dengan tepuk tangan.
Rute bisa dibuka dengan optimisme.
Pejabat bisa berfoto dengan bangga.

Tetapi tanpa fondasi ekonomi dan integrasi transportasi yang matang, semuanya bisa kembali sunyi.

Dan kalau itu terjadi lagi, maka Madina bukan kekurangan landasan pacu.

Melainkan kekurangan keberanian untuk membangun ekosistem transportasi yang benar-benar utuh.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penjarakan Dahlan Hasan Jika Korupsi

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Meski dengan nada berkelakar, Wakil Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution meminta agar dirinya diawasi bahkan dipenjarakan jika dia berbuat korupsi. Itu diungkapkannya dalam pidato sambutannya pada pelantikan santri kelas VII Angkatan VI Pesantren Roihanul Jannah, Lembah Sorik Marapi, Kamis (6/6/ 2013). Bahkan wakil bupati juga dengan nada kelakar […]

  • Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Meski anggota DPR RI dari FPD Sutan Bhatoegana dan Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum telah meminta maaf kepada keluarga almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun putri Gus Dur Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid merasa prihatin dengan pernyataan politisi Demokrat tersebut. Pasalnya, sebagai anggota dewan Sutan ternyata tidak tahu fakta […]

  • Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim teknis mulai melakukan penelusuran area perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan ini menindaklanjuti MoU (Memorandum Of Understanding) yang ditandatangani bupati kedua kabupaten. Tapal batas antar kabupaten bertetangga ini menjadi polemik selema beberapa tahun terakhir terutama polemik di tingkat warga desa di perbatasan. Tim teknis dipimpin Kabag Tapem […]

  • Fahrizal Salurkan Bantuan Benih Ikan Jurung dan Ikan Mas

    Fahrizal Salurkan Bantuan Benih Ikan Jurung dan Ikan Mas

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal memperoleh bantuan benih ikan, disalurkan Anggota DPRD Sumatera Utara, H. Fahrizal Efendi Nasution. Penyerahan berlangsung di Desa Manyabar dan Desa Salambue, Kecamatan Panyabungan, Rabu (14/9/2022). Benih ikan ada dua jenis. Benih ikan mas diperoleh petani Desa Manyabar. Benih jurung dengan total 900 ekor diperoleh kelompok […]

  • Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    Malaysia Belajar Tangani Napi ke Indonesia

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Penyebutan penjara di Indonesia dengan “pemasyarakatan” menarik perhatian pihak Maktab Penjara Kerajaan Malaysias. Mereka juga salut melaihat keterampilan warga binaan LP Klas I Tanjung Gusta Medan, khususnya dalam budidaya jangkrik. Komandan Maktab Penjara Kerajaan Malaysia Nawawi Bin Hamid dalam kunjungannya sekaligus studi banding 54 taruna Maktab Penjara Kerajaan Malaysia atau Akademi Pemasyarakatan ke di […]

  • Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Himbau Ciptakan Pembinaan Akhlak

    Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution Himbau Ciptakan Pembinaan Akhlak

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mandailing Natal adalah kabupaten yang memiliki culture (adat budaya) dan agama yang sangat kental. Hal ini bisa dibuktikan dengan sifat dan perilaku yang sopan dan santun antara sesama. Demikian Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dalam pidatonya pada acara silaturrahim dengan masyarakat di Desa Muara Botung, Kecamatan Kotanopan, pekan […]

expand_less