Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Kepsek SD N 080 Panyabungan Akui Temuan BPK Soal Dana BOS, Siap Mengembalikan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

Panyabungan|| Mandailing Online – Badan Pemeriksa Keuangan perwakilan provinsi Sumatera Utara ( BPK-P ) dikabarkan  menemukan dugaan pengadaan fiktif alat olahraga senilai Rp48 juta dalam pemeriksaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2025 di SD Negeri 080 Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

Temuan ini muncul saat BPKP melakukan pemeriksaan . Saat diminta menunjukkan barang, pihak sekolah tidak bisa membuktikan keberadaan alat olahraga tersebut.

“Alatnya sudah disebut rusak, tapi fisik barangnya tidak ada. Karena tidak bisa dibuktikan, BPKP menetapkan ini sebagai temuan dan wajib dilakukan pengembalian,” kata sumber di lingkungan Inspektorat Madina, Rabu 13/5/2026).

Selain dana BOS tahun 2025, sesuai dengan informasi yang diperoleh, tahap pertama pencairan dana BOS tahun 2026 ternyata juga jadi temuan BPK-P namun tidak jelas rincian temuan tersebut.

Seperti diketahui, Dana BOS diatur dalam Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOS. Pasal 5 menyebut dana BOS hanya boleh digunakan untuk 12 komponen, salah satunya pengadaan sarana pembelajaran termasuk alat olahraga.

Namun, setiap belanja wajib dibuktikan dengan bukti fisik barang, bukti transaksi, dan dokumentasi. Jika barang tidak ada dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, maka masuk kategori penyimpangan.

Terkait dugaan temuan tersebut Kepala SD Negeri 080 Panyabungan Torkis Nasution yang dikonfirmasi Membenarkan hal tersebut.

” ia benar, namun saya disarankan untuk melakukan pengembalian,” kata Torkis Nasution pada Reporter Mandailing Online sabtu kemaren 16/5/2026.

Ia juga mengaku telah melakukan pengembalin temuan BPK-P di tahap I tahun 2026 dan untuk temuan tahun 2025 ia akan berupaya dengan mencicil nya.

” bukan sekolah saya aja yang temuan BPK-P. Ada juga sekolah lain,” jelas Torkis Nasution.

Sesuai aturan BPKP telah memasukkan temuan ini dalam LHP dan merekomendasikan pengembalian dana Rp48 juta ke kas negara. Jika tidak dikembalikan dalam batas waktu yang ditentukan, kasus ini bisa naik ke aparat penegak hukum karena masuk ranah kerugian negara.

Selain pengembalian dana, sekolah yang terbukti melakukan penyimpangan dana BOS bisa dikenai sanksi administratif berupa penghentian penyaluran dana BOS tahap berikutnya sesuai Pasal 38 Permendikbudristek 63/2022.

Hingga berita ditayangkan, BPKP Perwakilan Sumut belum merilis resmi terkait temuan ini. (Fikri )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERTEMU MANTAN BUPATI MADINA – Pasangan Calon bupati/wakil bupati Madina Yusuf Nasution-Imron Lubis menemui mantan bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di LP Tanjung Gusta, Medan, kemarin. Kunjungan ini merupakan silaturrahim pasangan ini ke berbagai tokoh pasca pendaftaran mereka sebagai calon bupati/wakil bupati ke KPU Madina, Minggu (26/7) lalu. Sebelumnya, pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis […]

  • Guru Honorer Dapat Insentif

    Guru Honorer Dapat Insentif

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANGKALPINANG : Guru honorer yang mengajar pada sekolah negeri di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung diberi insentif sebesar Rp400.000/bulan untuk meningkatkan kesejahteraannya. “Guru honor yang mengajar di sekolah negeri diberi insentif Rp400.000 per bulan, namun insentif bisa dikurangi jika kehadirannya juga kurang,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Edison Taher di Pangkalpinang, Jumat 26 November […]

  • Dita Risky Saputri Hasibuan, dari Madina untuk DPRD Sumut

    Dita Risky Saputri Hasibuan, dari Madina untuk DPRD Sumut

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak banyak figur perempuan Mandailing Natal (Madina) yang memutuskan mencalonkan diri untuk DPRD Sumut pada setiap even Pemilu. Bahkan hingga Pemilu 2019 ini terlihat tetap minim. Bisa jadi, ini gambaran minimnya kaum perempuan Madina yang berkecimpung di dunia politik masa kini. Ada memang bermunculan figur-figur perempuan di daftar calon legislatif DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi, […]

  • Eli Mahrani Monitoring PBM PAUD

    Eli Mahrani Monitoring PBM PAUD

    • calendar_month Kamis, 20 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bunda Paud Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Eli Mahrani Jafar Sukhairi Nasution melakukan Monitoring Pelaksanaan Belajar Mengajar (PBM) di enam Sekolah di Kabupaten Madina. Enam sekolah yang di monitoring yaitu, TK Model Negeri, TK Aba Gunungtua, TK Satu Atap SDN 062 Negeri Mompang, TK Masitoh Assalam, Kelompok bermain Bunda, dan TK Negeri […]

  • Medan Peringkat Keempat Kekerasan Terhadap Anak

    Medan Peringkat Keempat Kekerasan Terhadap Anak

    • calendar_month Kamis, 26 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kota Medan menduduki urutan keempat terbanyak kasus kekerasan terhadap anak setelah Jakarta, Makassar dan Jawa Barat, terhadap kekerasan seksual yang dialami anak. “Data yang kita peroleh dan di upgrade setiap tahunnya terdapat dari 21 juta anak di Indonesia, Medan menduduki peringkat keempat kasus kekerasan seksual. Dimana sekitar 62 persennya kasus kekerasan seksual itu dilakukan […]

  • Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    Setahun Pengganti Jakfar Sukhairi Tak Ada, PKB Kebiri Hak Politik Rakyat

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Nyaris setahun sudah PKB tak bergeming menetapkan pengganti Jakfar Sukhairi Nasution di DPRD Madina. Sikap PKB itu dinilai mengkebiri hak politik konstituen PKB. Akibatnya, dari lima orang kader PKB di DPRD, kini hanya 4 orang yang duduk setelah Jakfar Sukhairi Nasution mundur dari DPRD karena mencalonkan diri sebagai wakil bupati Madina […]

expand_less