Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

WTP Boleh Bersinar, Tapi Catatan BPK Tak Boleh Hilang dari Ingatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

Salah satu desa di Mandailing Natal. Kabupaten ini kembali meraih Opini WTP dari BPK. (dok. Mandailing Online, 2025)

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

 

Mandailing Natal kembali memamerkan capaian administratif yang membanggakan. Opini WTP berhasil dipertahankan. LKPJ 2025 pun telah disampaikan ke DPRD dengan sederet angka realisasi anggaran yang terlihat cukup meyakinkan.

Pendapatan daerah menembus Rp1,8 triliun. Belanja daerah juga bergerak di kisaran yang sama. Pemerintah bahkan menegaskan fokus pembangunan diarahkan ke sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di atas kertas, semuanya tampak berjalan baik.

Namun, pembangunan daerah tidak pernah cukup dibaca dari angka-angka laporan.

Karena di saat yang hampir bersamaan, terdapat catatan penting dari BPK RI Perwakilan Sumatera Utara yang justru memperlihatkan sisi lain yang tak boleh luput dari perhatian publik.

Dalam pemeriksaan efektivitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), BPK RI Perwakilan Sumut memberikan empat rekomendasi penting kepada Pemkab Madina. Mulai dari perlunya penyempurnaan regulasi retribusi, pembenahan pendataan potensi pajak dan retribusi, perbaikan tata cara pemungutan, hingga integrasi sistem informasi pengelolaan pendapatan daerah.

Bagi sebagian orang, rekomendasi ini mungkin terdengar teknis.

Padahal sesungguhnya ini menyentuh jantung persoalan fiskal daerah.

Sebab daerah yang belum memiliki data potensi pendapatan yang benar-benar akurat pada dasarnya sedang berjalan dengan peta yang belum lengkap. Pemerintah bisa menyusun target, tetapi belum tentu mengetahui secara presisi seberapa besar kekuatan riil yang sebenarnya dimiliki.

Inilah yang membuat catatan BPK menjadi jauh lebih strategis dibanding sekadar angka realisasi APBD.

Pertanyaannya sederhana:

Jika potensi PAD masih perlu dipetakan ulang, jika sistem pemungutan masih perlu diperbaiki, dan jika integrasi data masih menjadi pekerjaan rumah, apakah kapasitas fiskal Madina saat ini sudah benar-benar berada pada titik optimal?

Jawabannya, tampaknya, belum.

Karena itu menarik ketika DPRD melalui rekomendasi Pansus LKPJ juga mengeluarkan sejumlah catatan yang mencakup sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan, hingga ekonomi daerah.

Artinya ada kesadaran bersama bahwa laporan pertanggungjawaban tidak boleh berhenti menjadi dokumen tahunan yang selesai dibahas lalu disimpan di lemari arsip.

Ini harus menjadi alat evaluasi.

Harus menjadi alarm.

Jadi peta koreksi.

Masyarakat tentu mengapresiasi keberhasilan mempertahankan WTP dan menjaga stabilitas APBD. Tetapi publik juga berhak mengetahui apakah setiap rupiah anggaran telah benar-benar menghasilkan dampak yang setara di lapangan.

Sebab ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya ketika laporan keuangannya dinilai wajar.

Melainkan ketika jalan-jalan utama semakin baik.

Ketika pelayanan kesehatan semakin nyaman, tuntas dan cepat.

Ketika investasi semakin mudah masuk, ikut mewarnai prospek ekonomi daerah.

Ekonomi masyarakat pun semakin menggelait, membaik dan berdampak nyata pada tingkat kesejahteraan rakyat.

Dan, ketika PAD tidak lagi bergantung pada sumber lama yang itu-itu saja.

Di titik inilah catatan BPK menjadi penting untuk dibaca bukan sebagai kritik, melainkan sebagai kompas.

Karena sering kali daerah gagal bukan akibat kekurangan anggaran.

Tetapi karena gagal mengenali seluruh potensi yang sebenarnya dimiliki.

Setelah Madina memiliki legitimasi administratif melalui WTP, tantangan berikutnya yang jauh lebih berat adalah:

Mengubah ketertiban laporan menjadi efektivitas pembangunan.

Dan sejarah biasanya lebih mengingat hasil pembangunan yang dirasakan rakyat daripada tumpukan laporan yang dipuji di ruang sidang.

Catatan tersebut cukup tajam karena tidak menyerang personal, tetapi menekan pada isu strategis: PAD, efektivitas fiskal, dan kualitas pembangunan pasca-WTP. Basisnya juga masih kuat karena bertumpu pada rekomendasi BPK dan pembahasan LKPJ 2025. (sumut.antaranews.com)

 

*Mandailing Epicentrum adalah wadah diskusi, literasi dan sumbangan pemikiran untuk kemajuan daerah.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bamus DPRD Madina Akhirnya Sukses Bersidang

    Bamus DPRD Madina Akhirnya Sukses Bersidang

    • calendar_month Selasa, 11 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Setelah gagal beberapa kali, Badan Musywarah DPRD Mandailing Natal (Madina), Senin (10/9) akhirnya berhasil melakukan rapat penjadwalan agenda-agenda sidang legislatif. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami itu berhasil sukses setelah mencukupi quorum. Suskes rapat Badan Musyawarah (Bamus) tersebut mengakhiri kebekuan kinerja DPRD Madina, sebab dalam rentang Agustus dan September […]

  • Pengangkatan Guru Honorer ke PPPK Dilakukan Bertahap

    Pengangkatan Guru Honorer ke PPPK Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Kamis, 8 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengangkatan guru honorer yang telah terdata menjadi PPPK akan berlangsung secara bertahap. Dengan demikian, tahun ini bukan gelombang terakhir pengangkatan PPPK. Itu dikatakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Dollar Hafrianto kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (7/12/2022) terkait saat ini progres pengagkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan […]

  • Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    Sistem Islam Yang Mampu Menyelesaikan Pandemi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd   Akhir-akhir ini masyarakat dicengangkan dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut negara-negara yang menganut pemerintahan otokrasi atau oligarki lebih efektif menangani pandemi virus corona (Covid-19). (CNNIndonesia.com) Tito menyebut negara dengan pemerintahan seperti itu mudah mengendalikan perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi karena kedaulatan negara dipegang oleh satu atau […]

  • Ucapan Evaline Sago Bukan Ancaman

    Ucapan Evaline Sago Bukan Ancaman

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pernyataan Evaline Sago yang dirilis media Mitanews bukan pernyataan ancaman. Demikian rilis pers Kuasa Hukum PT. Tri Bahtera Srikandi, Ridwan Rangkuti,SH.MH, Senin (18/11/2019) Ridwan merujuk kalimat Evaline “kalau tidak lari, Desember Syafron akan selesai” yang dikutip Mitanews edisi Jum’at 15 November 2019. Ridwan menyatakan, secara hukum pernyataan Evaline tersebut […]

  • Anggaran Rp 857 Juta Tahun 2025, Desa Manyabar Jae Anggarkan Rp 126 Juta untuk Keadaan Mendesak

    Anggaran Rp 857 Juta Tahun 2025, Desa Manyabar Jae Anggarkan Rp 126 Juta untuk Keadaan Mendesak

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan || Mandailing Online – Pemerintah Desa Manyabar Jae, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal baru merealisasikan Rp630.388.400 atau 73,5 persen dari total pagu Dana Desa 2025 sebesar senilai Rp857.165.000. Sisa Rp226,7 juta belum tersalur. Data penyaluran terbagi dua tahap. Tahap I Rp438.706.800 (69,59%) dan Tahap II Rp191.681.600 (30,41%). Dari data yang didapat Pos terbesar APBDes […]

  • Senja di Pantai Natal

    Senja di Pantai Natal

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BERANJAK –Seekor kerbau beranjak menuju daratan melintasi garis edar matahari dalam keremangan senja di pantai Panggautan, Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Sejumlah titik pantai di Natal memiliki panorama alam yang eksotis dan indah, hanya saja belum dijamah untuk objek wisata.   Peliput: Holik Nasution Editor    : Dahlan Batubara

expand_less