Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

WTP Boleh Bersinar, Tapi Catatan BPK Tak Boleh Hilang dari Ingatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

Salah satu desa di Mandailing Natal. Kabupaten ini kembali meraih Opini WTP dari BPK. (dok. Mandailing Online, 2025)

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum*

 

Mandailing Natal kembali memamerkan capaian administratif yang membanggakan. Opini WTP berhasil dipertahankan. LKPJ 2025 pun telah disampaikan ke DPRD dengan sederet angka realisasi anggaran yang terlihat cukup meyakinkan.

Pendapatan daerah menembus Rp1,8 triliun. Belanja daerah juga bergerak di kisaran yang sama. Pemerintah bahkan menegaskan fokus pembangunan diarahkan ke sektor pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di atas kertas, semuanya tampak berjalan baik.

Namun, pembangunan daerah tidak pernah cukup dibaca dari angka-angka laporan.

Karena di saat yang hampir bersamaan, terdapat catatan penting dari BPK RI Perwakilan Sumatera Utara yang justru memperlihatkan sisi lain yang tak boleh luput dari perhatian publik.

Dalam pemeriksaan efektivitas pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), BPK RI Perwakilan Sumut memberikan empat rekomendasi penting kepada Pemkab Madina. Mulai dari perlunya penyempurnaan regulasi retribusi, pembenahan pendataan potensi pajak dan retribusi, perbaikan tata cara pemungutan, hingga integrasi sistem informasi pengelolaan pendapatan daerah.

Bagi sebagian orang, rekomendasi ini mungkin terdengar teknis.

Padahal sesungguhnya ini menyentuh jantung persoalan fiskal daerah.

Sebab daerah yang belum memiliki data potensi pendapatan yang benar-benar akurat pada dasarnya sedang berjalan dengan peta yang belum lengkap. Pemerintah bisa menyusun target, tetapi belum tentu mengetahui secara presisi seberapa besar kekuatan riil yang sebenarnya dimiliki.

Inilah yang membuat catatan BPK menjadi jauh lebih strategis dibanding sekadar angka realisasi APBD.

Pertanyaannya sederhana:

Jika potensi PAD masih perlu dipetakan ulang, jika sistem pemungutan masih perlu diperbaiki, dan jika integrasi data masih menjadi pekerjaan rumah, apakah kapasitas fiskal Madina saat ini sudah benar-benar berada pada titik optimal?

Jawabannya, tampaknya, belum.

Karena itu menarik ketika DPRD melalui rekomendasi Pansus LKPJ juga mengeluarkan sejumlah catatan yang mencakup sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan, hingga ekonomi daerah.

Artinya ada kesadaran bersama bahwa laporan pertanggungjawaban tidak boleh berhenti menjadi dokumen tahunan yang selesai dibahas lalu disimpan di lemari arsip.

Ini harus menjadi alat evaluasi.

Harus menjadi alarm.

Jadi peta koreksi.

Masyarakat tentu mengapresiasi keberhasilan mempertahankan WTP dan menjaga stabilitas APBD. Tetapi publik juga berhak mengetahui apakah setiap rupiah anggaran telah benar-benar menghasilkan dampak yang setara di lapangan.

Sebab ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya ketika laporan keuangannya dinilai wajar.

Melainkan ketika jalan-jalan utama semakin baik.

Ketika pelayanan kesehatan semakin nyaman, tuntas dan cepat.

Ketika investasi semakin mudah masuk, ikut mewarnai prospek ekonomi daerah.

Ekonomi masyarakat pun semakin menggelait, membaik dan berdampak nyata pada tingkat kesejahteraan rakyat.

Dan, ketika PAD tidak lagi bergantung pada sumber lama yang itu-itu saja.

Di titik inilah catatan BPK menjadi penting untuk dibaca bukan sebagai kritik, melainkan sebagai kompas.

Karena sering kali daerah gagal bukan akibat kekurangan anggaran.

Tetapi karena gagal mengenali seluruh potensi yang sebenarnya dimiliki.

Setelah Madina memiliki legitimasi administratif melalui WTP, tantangan berikutnya yang jauh lebih berat adalah:

Mengubah ketertiban laporan menjadi efektivitas pembangunan.

Dan sejarah biasanya lebih mengingat hasil pembangunan yang dirasakan rakyat daripada tumpukan laporan yang dipuji di ruang sidang.

Catatan tersebut cukup tajam karena tidak menyerang personal, tetapi menekan pada isu strategis: PAD, efektivitas fiskal, dan kualitas pembangunan pasca-WTP. Basisnya juga masih kuat karena bertumpu pada rekomendasi BPK dan pembahasan LKPJ 2025. (sumut.antaranews.com)

 

*Mandailing Epicentrum adalah wadah diskusi, literasi dan sumbangan pemikiran untuk kemajuan daerah.

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Makam Tua, Ditemukan di Lokasi Proyek Panas Bumi, Dipindahkan Berdasar Syariat Agama

    Diduga Makam Tua, Ditemukan di Lokasi Proyek Panas Bumi, Dipindahkan Berdasar Syariat Agama

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Sebanyak empat unit yang diduga kuburan tua ditemukan di lokasi proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi PT.Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) di Desa, Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal (Madina),Sabtu (25/7) lalu. Penemuan ini masih dugaan sebagai kuburan tua, sebab hingga kini bukti konkritnya belum mengarah sebagai kuburan, […]

  • HARGA KEDONDONG MELONJAK

    HARGA KEDONDONG MELONJAK

    • calendar_month Senin, 17 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam dua pekan terakhir harga buah kedondong di tingkat petani melonjak luar biasa, di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sebelumnya 40.000 per karung, kini sudah 125.000 rupiah. Mahmud, salah seorang petani kedondong di Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Minggu (16/6/2013) mengatakan naiknya harga kedondong tersebut membuat petani bergembira. “Naiknya harga […]

  • Anggota KUD Kuala Tunak Sepakati Kepengurusan Koperasi Dilanjutkan Pengurus Lama. Sakwan Lubis : Pihak Luar Jangan Berupaya Provokasi

    Anggota KUD Kuala Tunak Sepakati Kepengurusan Koperasi Dilanjutkan Pengurus Lama. Sakwan Lubis : Pihak Luar Jangan Berupaya Provokasi

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    ndailing Online): Sesuai hasil rapat anggota tahunan ( RAT) Koperasi Kuala Tunak tahun 2024, pembahasan tentang akan berakhirnya masa jabatan pengurus dan pengawas sudah dilempar ke Forum Rapat Anggota. Hasil nya secara bulat anggota meminta pengurus saat ini untuk melanjutkan kepengurusan kedepan masa tugas 2025-2027. Hal ini dikatakan Sakwan Lubis selaku Ketua Pengawas KUD Kuala […]

  • Rumah Quran Al Mumtaz dan BQS Panyabungan Barat Gelar Ramadan Ceria

    Rumah Quran Al Mumtaz dan BQS Panyabungan Barat Gelar Ramadan Ceria

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LONGAT (Mandailing Online) – Rumah Quran Al Mumtaz Kelurahan Longat bekerja sama dengan Baitul Quran Salimah (BQS) menggelar acara Ramadan Ceria dalam memeriahkan bulan suci Ramadan dan Nuzulul Quran di halaman sekretariat FP2L Kelurahan Longat. Acara yang digelar dari Sabtu-Minggu (16-17/4) ini menampilkan beberapa perlombaan, yakni tahfiz quran, sirah Rasulullah, kaligrafi, fashion show, dan bazar […]

  • Cerpen: GULAI BATU

    Cerpen: GULAI BATU

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Rina Youlida Nurdina Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB, Rahmadi yang biasa disapa Madi baru saja pulang bermain sepak bola dengan teman-temannya di lapangan yang ada di kampung sebelah. Adzan berkumandang menandakan sudah  waktunya untuk melaksanakan salat Magrib. Madi yang badan dan kakinya dipenuhi dengan lumpur langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya […]

  • Jika Aura Dipecat DPRD Siap Panggil Kadisdik

    Jika Aura Dipecat DPRD Siap Panggil Kadisdik

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    strong>MADINA- Aura (nama samaran), siwi kelas VIII SMPN Sinunukan yang melahirkan di belakang sekolahnya, masih berhak mengecap pendidikan. Alasannya, remaja berusia 15 tahun tersebut merupakan korban perkosaan abang kandungnya. “Aura itu kan dalam hal ini sebagai korban atas tindakan asusila. Karena Aura masih berusia sekolah, dia harus mengikuti pendidikan meskipun tidak di sekolah yang sama. […]

expand_less