Kamis, 2 Jul 2026
light_mode

Pebisnis Muda Adalah Penyelamat Ketahanan Keluarga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • print Cetak

(Tanggapan Terhadap Pidato Wakil Bupati Mandailing Natal di Peringatan ke-33 Hari Keluarga Nasional di Panyabungan, Senin, 29 Juni 2026)

Oleh: Supardi S.H.I
Founder Business Owners Community-Panyabungan

 

 

​Setiap kali kita bicara tentang “Ketahanan Keluarga” narasi yang muncul sering kali terlalu domestik dan teoritis.

Kita bicara tentang pola asuh, komunikasi antar anggota keluarga, hingga keharmonisan psikologis.

Namun, sebagai seorang sociopreneur yang sehari-hari berhadapan dengan realitas sosial di lapangan, saya melihat ada satu fondasi yang sering kali retak sebelum bangunan itu sempat berdiri kokoh: ekonomi.

​Mari jujur pada realitas hari ini. Kita berada di era di mana biaya hidup melesat, lapangan kerja formal makin kompetitif, dan tidak semua orangtua memiliki jaminan hari tua atau kesehatan yang memadai. Menuntut sebuah keluarga untuk tetap harmonis dan tangguh di bawah bayang-bayang utang atau kecemasan “besok makan apa” adalah sebuah kenaifan.

​Di sinilah lanskap ketahanan keluarga harus digeser. Beban finansial tidak bisa lagi seratus persen ditumpangkan di pundak orang tua.

Anak-anak muda yang berani mengambil risiko membuka usaha—bukan lagi sekadar pencari nafkah tambahan, melainkan penyangga utama (the ultimate buffer) ketahanan keluarga.

Dari Konsumen Menjadi Produsen: Mengubah Beban Menjadi Tiang Penopang

​Dalam struktur keluarga tradisional, anak muda sering diposisikan sebagai “biaya” atau konsumen hingga mereka lulus kuliah dan mendapat pekerjaan kantoran. Namun, sociopreneurship mengajarkan kita untuk melihat potensi, bukan beban.

​Ketika seorang anak muda memutuskan untuk melek finansial dan membangun bisnis—bahkan dari skala mikro digital seperti reseller, agensi kreatif, atau kuliner rumahan—terjadi pergeseran peta kekuatan ekonomi di dalam rumah:

Menghentikan “Sandwich Generation” Sejak Dini: Anak muda yang mandiri secara finansial tidak perlu membebani orang tua mereka yang mulai menua untuk biaya gaya hidup atau kebutuhan kuliah.

Katup Penyelamat Krisis: Ketika orang tua mengalami PHK atau penurunan kesehatan, bisnis yang dirintis anak muda sering kali menjadi sekoci penyelamat yang menjaga dapur tetap mengepul.

Transfer Mindset: Pemuda yang berbisnis akan membawa atmosfer produktif ke dalam rumah. Mereka menularkan literasi keuangan kepada adik, kakak, bahkan orang tua mereka sendiri.

Memutus Rantai Kemiskinan dengan Nilai Keekonomian Baru

​Kemiskinan struktural sering kali diwariskan bukan karena malas, melainkan karena replikasi cara berpikir yang terbatas dari generasi ke generasi. Seorang pebisnis muda akan memutusnya dengan paksa melalui inovasi.

Siklus Kerentanan Versus Siklus Ketangguhan

Siklus Rentan: orang tua yang kesulitan ekonomi bisa membuat anak tidak mandiri, stres finansial, stres sosial, jatuh ke judionline, game online, narkoba, perceraian.

Siklus Tangguh: Anak muda berbisnis, pendapatan masuk, ruang napas ekonomi longgar, keluarga stabil dan harmonis.

​Ketika kebutuhan dasar sebuah keluarga terpenuhi secara bermartabat, angka stres di dalam rumah tangga menurun drastis.

Anak-anak bisa bersekolah dengan tenang, dan orang tua bisa menua dengan layak.

Dari sinilah keharmonisan yang hakiki itu lahir—bukan dari jargon seremonial, melainkan dari rasa aman secara finansial.

​Pebisnis muda bahkan bisa
me​libatkan keluarga menjadikan bisnis sebagai ekosistem gotong-royong di rumah. Ibu bisa membantu produksi, adik membantu packing, dan sebagian fokus pada pemasaran digital.

Ketahanan Nasional Dimulai dari Kamar Anak Muda

​Ketahanan keluarga nasional tidak akan pernah tercapai jika kita terus membiarkan anak-anak muda kita menjadi penonton di era digital ini.

Kita perlu mencetak lebih banyak pebisnis muda, bukan hanya demi pertumbuhan PDB negara, melainkan demi menyelamatkan jutaan unit keluarga di Indonesia dari ambang kerapuhan ekonomi.

Pebisnis muda bisa menjadi pahlawan ketahanan keluarga yang sesungguhnya. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sakit, 2 Calhal Kloter 15 Asal Madina Ditunda Keberangkatannya

    Sakit, 2 Calhal Kloter 15 Asal Madina Ditunda Keberangkatannya

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 351 Orang Jemaah calon haji (calhaj) kelompok terbang (kloter) 15, sore ini Senin 27/5/2024 kembali diberangkat dari Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan, menuju Asrama Haji Medan. Dari Calhaj yang berangjat hari ini, 2 terpaksa ditunda keberangkatan nya karena sakit. ” 351 calhaj terbagi dari 131 laki-laki, 220 perempuan, dan 7 […]

  • Densus Antikorupsi tak ganggu KPK

    Densus Antikorupsi tak ganggu KPK

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online)- Ketua Komisi III DPR Pieter Zulkifli menilai pembentukan Densus Antikorupsi tidak akan mengebiri kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya diyakini bisa bersinergi dalam pemberantasan korupsi. “Tidak juga sepanjang niat baik. Kejujuran menjadi landasan untuk mengemban amanah,” ujar Pieter kepada wartawan, hari ini. Menurut dia, Polri harus melakukan pembenahan terlebih dahulu jika memang […]

  • Nila Sari Mengaku Terharu Saat Memproduksi Film “Si Bisuk Naoto”

    Nila Sari Mengaku Terharu Saat Memproduksi Film “Si Bisuk Naoto”

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIDEMPUAN (Mandailing Online) – Nila Sari yang memerankan tokoh Lia di Film “Si Bisuk Naoto” mengaku terharu kala pihaknya dari Nila Sari Pro bekerjasama dengan tim kreatif Tympanum Novem Multimedia dari Siabu, Mandailing Natal dalam memproduksi film tersebut. “Saya terharu karena di tangan Tympanum, yang tidak bisa akting pun menjadi bisa,” katanya kepada Mandailing […]

  • Syamsul jangan angkat Sekda!

    Syamsul jangan angkat Sekda!

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasca pensiunnya RE. Nainggolan dari jabatannya sebagai Sekretaris Daeraha (Sekda) Sumut, beberapa nama muncul menjadi kandidat penggantinya. Wacana pengangkatan Sekda definitif pun meruak. Namun ada beberapa kalangan yang menilai agar hal ini jangan terburu-buru dilakukan karena status hukum yang dipanggul Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Syamsul Arifin. “Jika dipaksakan penetapan Setdapropsu bisa `bumerang` di […]

  • Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    Wakil Bupati Madina Bantah Mobil Dinas Sementaranya Dirental Khusus Penunjang Operasional Kerjanya

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) : Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utami membantah bahwa mobil jenis Pajero yang di kontrak oleh Badan Keuangan dan aset Daerah bukan diperuntukkan khusu sebagai mobil kendaraan Dinas nya, melainkan hanya dipakai sementara. ” mobil ini dirental jauh jauh sebelum mobil palisade rusak, bukan dianggarkan untuk dipakai Wakil Bupati, tapi […]

  • Mantan Kadis Bakal Tersangka

    Mantan Kadis Bakal Tersangka

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LUBUK PAKAM- Selama 2010 ada sebanyak 12 kasus tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Pakam. Dari jumlah ini, satu diantaranya seorang Kepala Dinas akan ditetapkan sebagai tersangka. Demikian disampaikan Kajari Lubuk Pakam, Fathor Rohman SH, melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Supriandi Daulay SH pada Kamis (9/12) saat ditemui […]

expand_less