Minggu, 12 Jul 2026
light_mode

Madina-Bobby dalam Ujian Kesiapan Fiskal: Antara Kedekatan Politik dan Kualitas Perencanaan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Pertemuan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dengan anggota DPRD Sumatera Utara Dapil VII di Hotel D’San Panyabungan, Rabu 8 Juli 2026, menghadirkan satu pesan politik yang menarik.

Di hadapan para wakil rakyat provinsi, Bupati Madina dan Ketua DPRD Madina menyampaikan kegelisahan tentang perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembangunan Madina.

Pesannya jelas: Madina membutuhkan dukungan lebih besar.

Namun, di balik keluhan tersebut, ada pertanyaan yang juga tidak kalah penting.

Apakah persoalan Madina semata-mata karena kurangnya perhatian provinsi, atau ada persoalan kesiapan daerah dalam menjemput anggaran?

Pertanyaan ini penting karena politik anggaran hari ini tidak lagi bekerja hanya berdasarkan kedekatan.

Romantisme Politik Madina-Bobby

Secara politik, Madina memiliki konfigurasi yang menarik.

Bupati Madina memiliki hubungan kekerabatan dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang selama ini menjadi perhatian publik.

Di sisi lain, Ketua DPRD Madina dan Bobby Nasution juga berada dalam satu garis politik, yakni Partai Gerindra.

Dalam logika politik lama, hubungan keluarga dan kedekatan partai sering dianggap sebagai modal besar untuk memperjuangkan kepentingan daerah.

Apalagi, Pilkada Sumatera Utara 2024 meninggalkan cerita emosional tersendiri.

Bobby Nasution, meskipun memiliki hubungan sejarah keluarga dengan Mandailing Natal, justru tidak memperoleh kemenangan di daerah ini. Madina menjadi salah satu daerah yang memberikan catatan politik berbeda terhadap perjalanan politik Bobby.

Namun demokrasi seharusnya tidak bekerja berdasarkan rasa suka atau tidak suka.

Kekalahan politik dalam Pilkada tidak boleh menjadi alasan sebuah daerah kehilangan perhatian pembangunan.

Begitu pula hubungan keluarga dan kesamaan partai tidak boleh menjadi alasan sebuah daerah memperoleh perlakuan khusus.

Maka ukuran yang paling sehat bukanlah kedekatan.

Ukuran yang paling sehat adalah data.

Apakah Madina Dianaktirikan?

Kalimat “Madina dianaktirikan” tentu menarik secara politik.

Tetapi secara kebijakan publik, kalimat itu harus diuji.

Berapa besar bantuan keuangan provinsi yang diterima Madina?

Bagaimana dibandingkan dengan kabupaten lain?

Berapa usulan proyek Madina yang masuk?

Berapa yang diterima?

Dan yang paling penting:

Apakah semua usulan itu sudah siap secara teknis?

Sebab Pemerintah Provinsi Sumatera Utara kini menerapkan pendekatan yang berbeda.

Bantuan keuangan provinsi tidak hanya dipandang sebagai distribusi anggaran, tetapi sebagai instrumen pembangunan yang harus menghasilkan pekerjaan nyata.

Anggaran Mengikuti Kesiapan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta pemerintah kabupaten/kota mempercepat proses administrasi, pergeseran anggaran, tender, dan lelang terhadap program Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) Tahun 2026.

Pemprov menegaskan bahwa percepatan pelaksanaan menjadi faktor penting karena daerah yang mampu menyelesaikan pelaksanaan BKP tahap awal memiliki peluang memperoleh dukungan tahap berikutnya.

Faktanya, dari 29 kabupaten/kota penerima BKP, berdasarkan data per 10 Juni 2026, baru enam daerah yang telah menyelesaikan proses tender atau lelang.

Artinya, persoalan kesiapan bukan hanya dialami Madina.

Ini adalah persoalan umum birokrasi daerah.

Tetapi fakta itu juga memberikan pelajaran penting:

Daerah yang ingin mendapatkan dukungan anggaran harus menunjukkan kesiapan lebih dahulu.

TKD, DBH, dan Kapasitas Daerah

Persoalan fiskal daerah juga harus dilihat dalam konteks yang lebih besar.

Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat mengalami penyesuaian. Bahkan dalam rancangan APBD Sumatera Utara 2026, pendapatan daerah diproyeksikan turun sekitar Rp875,81 miliar, yang salah satu penyebab utamanya adalah penurunan Transfer ke Daerah sekitar Rp1,07 triliun.

Dalam sistem hubungan keuangan pusat dan daerah, TKD mencakup berbagai instrumen seperti Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Karena itu, perjuangan fiskal Madina tidak cukup hanya meminta bantuan dari provinsi.

Madina juga harus memastikan seluruh hak fiskalnya diperjuangkan secara optimal, termasuk memastikan potensi penerimaan daerah yang berkaitan dengan DBH dapat dihitung, dikawal, dan dimanfaatkan.

Pertanyaannya:

Apakah Madina sudah memiliki kajian lengkap mengenai potensi DBH?

Apakah sudah ada peta kontribusi sumber daya alam Madina terhadap penerimaan negara?

Apakah pemerintah daerah sudah memiliki strategi khusus memperjuangkan hak fiskal tersebut?

Madina Harus Membuka Data

Pada akhirnya, debat mengenai keadilan anggaran harus dikembalikan kepada keterbukaan data.

Pemkab Madina perlu membuka:

* daftar usulan proyek kepada Pemprov Sumut;
* nilai total usulan;
* status kelengkapan dokumen;
* kesiapan lahan;
* jumlah proyek yang disetujui;
* jumlah proyek yang belum diterima beserta alasannya.

Pemprov Sumut juga perlu membuka:

* formula penentuan BKP;
* daftar penerima;
* besaran alokasi;
* indikator penilaian kesiapan daerah.

Dengan demikian publik dapat menilai secara objektif.

Apakah Madina memang kurang diperhatikan?

Atau Madina perlu memperbaiki cara memperjuangkan kepentingannya?

 

Penutup: Dari Kedekatan Menuju Kesiapan

Hubungan keluarga dapat membuka ruang komunikasi.

Kesamaan partai dapat memperlancar koordinasi.

Tetapi pembangunan daerah tidak boleh bergantung pada dua hal itu.

Era baru pemerintahan menuntut sesuatu yang lebih serius:

program yang matang, dokumen yang lengkap, dan birokrasi yang mampu mengeksekusi.

Karena pada akhirnya, anggaran tidak hanya diberikan kepada daerah yang paling membutuhkan.

Anggaran akan lebih mudah datang kepada daerah yang mampu membuktikan bahwa mereka paling siap mengelolanya.

Dan di situlah ujian sebenarnya bagi Madina.

Bukan hanya bagaimana meminta perhatian.

Tetapi bagaimana menunjukkan kesiapan. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pejabat Keuangan Pemkab Madina Tembak Warga, Saksi Mata : Suara Tembakan Terdengar Keras

    Kasus Pejabat Keuangan Pemkab Madina Tembak Warga, Saksi Mata : Suara Tembakan Terdengar Keras

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) – Jenis senjata dalam kasus penembakan terhadap warga Desa Hutanamale oleh pejabat Dinas Keuangan Pemkab Madina, Gong Matua Nasution berdeda dengan pengakuan saksi mata dan saksi korban. Sejumlah saksi mata yang dijumpai Mandailing Online di Desa Hunamale, Kamis (16/2/2017) lalu menyebutkan bahwa suara tembakan itu terdengar keras, kekuatan suara ledakan […]

  • RKPD dan RENJA Tahun 2013 Mulai Disusun

    RKPD dan RENJA Tahun 2013 Mulai Disusun

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Panyabungan (MO)- Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkab Madina mulai menyusun Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) dan Rancangan Rencana Kerja (RENJA) Tahun 2013 dengan tetap mengacu pada RMJMD Tahun 2011-2016. Kabag Humasy Pemkab Madina, Haposan Nasution kepada Mandailing Online diruang kerjanya, Kamis (2/1) mengatakan, penyusunan tersebut mengacu kepada agenda skala prioritas pembangunan Mandailing Natal […]

  • Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina Digugat ke MK

    Pemungutan Suara Ulang Pilkada Madina Digugat ke MK

    • calendar_month Kamis, 5 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemungutan Suara Ulang Pilkada Mandailing Natal (Madina) pada 24 April 2011 lalu yang dimenangkan pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Madina Hidayat Batubara-Dahlan Hasan Nasution sesuai penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Madina pada 29 April 2011 lalu, digugat ke Mahkamah Konsitusi (MK). Ketua KPU Kabupaten Madina Jefri Antoni SH yang dikonfirmasi melalui telepon mengakui pihaknya mendapatkan […]

  • Mandailing Malaysia Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    Mandailing Malaysia Bantu Korban Kebakaran Kotasiantar

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rombongan Mulak Tu Huta etnis Mandailing Malaysia menyalurkan bantuan kepada keluarga korban kebakaran Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Bantuan dana yang disumbangkan sebesar Rp 5.150.000 per kepala keluarga. Totalnya Rp 46.350.000. Bantuan itu terkumpul dari 201 orang penyumbang gabungan anggota rombongan dan non rombongan yang dikordinir Ikatan Mandailing […]

  • Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    Supangat Dipukul Preman di Markas Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penganiayaan terjadi di markas Polres Mandailing Natal (Madina) pada Sabtu malam (2/5/2020) lalu. Supangat (55) warga Sinunukan Kecamatan Batahan dianiaya oleh Isman warga Batahan. Sebelum kejadian, Supangat beserta sejumlah pengurus Koperasi Sawit Murni lainnya di Kecamatan Batahan melaporkan kasus pencurian yang dilakukan beberapa orang yang diduga dari kelompok Tarman Tanjung pada […]

  • Abu Tholut Ditangkap dengan Senjata FN di Rumah Istrinya

    Abu Tholut Ditangkap dengan Senjata FN di Rumah Istrinya

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Abu Tholut alias Mustofa ditangkap Densus 88 Antiteror Polri sekitar pukul 08.00 WIB. “Ditangkap di kamar di rumah,” ujar Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono saat dihubungi, Jumat (10/12/2010). Abu Tholut, lanjut Djihartono, ditangkap tanpa perlawanan sekitar pukul 08.30 WIB. Dia ditangkap setelah Densus 88 memburu dan mengintainya sejak lama. Abu […]

expand_less