Minggu, 19 Jul 2026
light_mode

STOP Menilai Manusia dari Tampilan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Yayasan Putra Putri Mandailing Natal usai melaksanakan kegiatan

 

Sudah saatnya kita mengubah cara pandang dalam membangun organisasi, lembaga, bahkan pemerintahan. Jangan lagi menjadikan kecantikan, ketampanan, postur tubuh, usia, atau latar belakang sebagai ukuran utama untuk menentukan siapa yang layak diberi kesempatan.

Yang jauh lebih penting adalah karakter, komitmen, kejujuran, konsistensi, disiplin, serta kemauan untuk bekerja dan belajar.

Setiap manusia diciptakan dengan kekuatan yang berbeda. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Ada yang mungkin tidak memiliki postur tubuh ideal, tetapi memiliki kemampuan memimpin yang luar biasa. Ada yang tidak pandai berbicara di depan umum, tetapi mampu melahirkan gagasan besar yang mengubah banyak kehidupan. Ada pula yang masih sangat muda, namun memiliki keberanian mengambil keputusan yang tidak dimiliki orang-orang yang jauh lebih senior.

Negara-negara maju telah banyak menunjukkan bahwa kualitas seseorang tidak semata diukur dari penampilan fisik. Yang mereka cari adalah kompetensi, integritas, dedikasi, dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka memahami bahwa keberagaman manusia adalah kekuatan, bukan kelemahan.

Karena itu, sudah saatnya kita berhenti membangun budaya yang terlalu sibuk menilai wajah, usia, tinggi badan, atau status sosial seseorang. Yang perlu kita bangun adalah budaya yang menghargai karakter dan karya.

Dapat dilihat semangat itu mulai tumbuh di Yayasan Putra Putri Madina. Organisasi ini berusaha memberikan ruang kepada siapa saja yang memiliki karakter baik, kemauan belajar, serta semangat mengabdi. Mereka lebih mengutamakan komitmen, kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab dibanding sekadar penampilan luar.

Tidak sedikit orang yang awalnya memandang sebelah mata keberadaan para pemuda di yayasan tersebut. Ada yang menganggap mereka masih terlalu muda untuk didengar, seolah-olah usia menjadi satu-satunya ukuran kebijaksanaan. Padahal sejarah dunia justru menunjukkan bahwa banyak perubahan besar lahir dari keberanian generasi muda. Banyak pemimpin dunia, ilmuwan, pengusaha, hingga tokoh-tokoh besar memulai langkahnya ketika mereka masih berusia muda. Yang membedakan mereka bukanlah usia, melainkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan.

Maka, mengapa kita harus meragukan anak-anak muda Mandailing Natal?

Bukankah mereka juga memiliki hak untuk berpikir, berkarya, dan memberikan solusi bagi daerahnya sendiri?

Yayasan Putra Putri Madina telah menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bergerak, berkolaborasi, mempromosikan potensi daerah, memperkenalkan budaya, pariwisata, pendidikan, hingga mengajak masyarakat mencintai Kabupaten Mandailing Natal. Mereka membuktikan bahwa anak muda bukan sekadar pelengkap acara seremonial, melainkan bagian dari penggerak pembangunan daerah.

Ketika generasi muda diberi kepercayaan, mereka mampu menghadirkan ide-ide baru yang lebih dekat dengan kebutuhan zaman. Kreativitas mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi melalui promosi pariwisata, pelestarian budaya, penyelenggaraan berbagai kegiatan, hingga membangun citra positif daerah di tingkat nasional.

Masyarakat hari ini semakin berharap hadirnya cara-cara baru dalam membangun daerah. Bukan berarti mengabaikan pengalaman para senior, tetapi menghadirkan kolaborasi yang memberi ruang bagi gagasan segar, inovasi, dan semangat generasi muda. Daerah akan semakin kuat ketika pengalaman bertemu dengan kreativitas, dan kebijaksanaan berjalan berdampingan dengan keberanian.

Sudah waktunya kita berhenti bertanya, “Berapa usianya?”, “Seberapa tinggi badannya?”, atau “Seberapa menarik penampilannya?”

Mari mulai bertanya, “Apa gagasannya?”, “Apa integritasnya?”, dan “Apa manfaat yang mampu ia berikan untuk daerah ini?”

Karena pada akhirnya, yang dikenang sejarah bukanlah siapa yang paling tampan, paling cantik, paling tinggi, atau berasal dari keluarga siapa. Yang dikenang adalah mereka yang bekerja dengan hati, menjaga integritas, membangun kepercayaan, serta meninggalkan manfaat bagi masyarakat.

Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak anak muda berbakat. Mereka hanya membutuhkan satu hal: kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka. Ketika kepercayaan diberikan, bukan tidak mungkin dari daerah ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa Mandailing Natal menjadi daerah yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing.

Jangan pernah meremehkan seseorang hanya karena usianya masih muda atau karena ia memulai langkahnya dari komunitas kecil, dari organisasi sederhana, bahkan dari jalanan tempat ia belajar mengenal kehidupan. Sebab sejarah berkali-kali membuktikan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari orang-orang yang dahulu diremehkan. Mereka yang pernah dicap sebagai “anak ingusan” oleh sebagian orang, bisa saja menjadi pemimpin, pengusaha, akademisi, atau penggerak masyarakat yang membawa perubahan nyata.

Masa depan Mandailing Natal tidak hanya dibangun dari ruang-ruang rapat dan meja-meja kekuasaan, tetapi juga dari keberanian anak-anak muda yang berani bermimpi, berani bekerja, berani mengabdi, dan berani membuktikan bahwa kemampuan tidak ditentukan oleh usia ataupun penampilan.

Sebab terkadang, revolusi terbesar justru lahir dari mereka yang pernah dianggap terlalu muda untuk didengar. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menag dan Bupati Madina Dilaporkan ke Bawaslu

    Menag dan Bupati Madina Dilaporkan ke Bawaslu

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Media Kumparan merilis berita, Senin (14/1/2018) tentang Aliansi Anak Bangsa yang melaporkan Menteri Agama dan Bupati Mandailing Natal ke Bawaslu, Senin (14/1) terkait dugaan pose satu jari. Di lead berita, Kumparan menulis “Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Bupati Mandailing Natal, Sumbar, Dahlan Hasan Nasution, dilaporkan ke Bawaslu terkait foto […]

  • Bupati Madina: Keputusan RUPS LB Bank Sumut 2023 Putusan Terbaik

    Bupati Madina: Keputusan RUPS LB Bank Sumut 2023 Putusan Terbaik

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2022 dan RUPS Luar Biasa Tahun 2023 PT. Bank Sumut berlangsung di Medan, Senin (6/3). Selain dihadiri Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi juga hadir para bupati dan wali kota se-Sumut, termasuk Bupati Mandailing Natal, Ja’far Sukhairi Nasution. Komposisi saham PT Bank Sumut dimiliki […]

  • Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Dipeluk Para Tokoh Masyarakat

    Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Dipeluk Para Tokoh Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usai menjadi imam salat Jumat berjamaah di Masjid Misbah Hussudur, calon bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, langsung dipeluk dan disalami tokoh-tokoh masyarakat (Tomas) Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Madina, Jumat (15/11/2024). Sejumlah jamaah salat Jumat menilai Saipullah Nasution sebagai sosok yang paling pantas menjadi Bupati […]

  • Kejari Madina : Kasus Smart Village DD 2023 Sudah Pulbaket dan Diteruskan ke Kejatisu

    Kejari Madina : Kasus Smart Village DD 2023 Sudah Pulbaket dan Diteruskan ke Kejatisu

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Kejaksaan Negeri (Kejari) Mandailing Natal (Madina) telah melakukan pengumpulan data (Pulbaket) dan Pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait dugaan korupsi program Smart Village desa digital sumber Dana Desa (DD) 2023. Demikian dijelaskan Kajari Madina, Dr Muhammad Iqbal, SH, MH melalui Kasi Intelijen, Jupri W Banjarnahor, SH, MH kepada wartawan, Rabu (21/05/2025). […]

  • Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    Ketua IMPT: Mahasiswa Jangan Jadi Pemecah Belah Masyarakat Tabuyung

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unjuk rasa gabungan mahasiswa yakni HMI, GMNI dan SEMMI ke kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Senin (5/8/2024) ditengarai tidak satupun warga Desa Tabuyung. “Berdasarkan pantauan kami, tidak satupun mahasiswa atau masyarakat di massa demo yang berasal dari Desa Tabuyung ataupun yang pernah […]

  • Aliansi Enam Lembaga Lakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah

    Aliansi Enam Lembaga Lakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Usai solat Jum’at (22/`1) aliansi enam lembaga melakukan Gerakan Koin Cinta Untuk Rizky Wasiah, bayi 10 bulan yang mengalami usus keluar sejak lahir. Keenam lembaga itu meliputi Karang Taruna Madina, media Mandailing Online, surat kabar Malintang Pos, surat kabar Portibi DNP, surat kabar Metro Tabagsel dan DPC PDI Perjuangan Madina. Gerakan […]

expand_less