Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

STOP Menilai Manusia dari Tampilan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Yayasan Putra Putri Mandailing Natal usai melaksanakan kegiatan

 

Sudah saatnya kita mengubah cara pandang dalam membangun organisasi, lembaga, bahkan pemerintahan. Jangan lagi menjadikan kecantikan, ketampanan, postur tubuh, usia, atau latar belakang sebagai ukuran utama untuk menentukan siapa yang layak diberi kesempatan.

Yang jauh lebih penting adalah karakter, komitmen, kejujuran, konsistensi, disiplin, serta kemauan untuk bekerja dan belajar.

Setiap manusia diciptakan dengan kekuatan yang berbeda. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Ada yang mungkin tidak memiliki postur tubuh ideal, tetapi memiliki kemampuan memimpin yang luar biasa. Ada yang tidak pandai berbicara di depan umum, tetapi mampu melahirkan gagasan besar yang mengubah banyak kehidupan. Ada pula yang masih sangat muda, namun memiliki keberanian mengambil keputusan yang tidak dimiliki orang-orang yang jauh lebih senior.

Negara-negara maju telah banyak menunjukkan bahwa kualitas seseorang tidak semata diukur dari penampilan fisik. Yang mereka cari adalah kompetensi, integritas, dedikasi, dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka memahami bahwa keberagaman manusia adalah kekuatan, bukan kelemahan.

Karena itu, sudah saatnya kita berhenti membangun budaya yang terlalu sibuk menilai wajah, usia, tinggi badan, atau status sosial seseorang. Yang perlu kita bangun adalah budaya yang menghargai karakter dan karya.

Dapat dilihat semangat itu mulai tumbuh di Yayasan Putra Putri Madina. Organisasi ini berusaha memberikan ruang kepada siapa saja yang memiliki karakter baik, kemauan belajar, serta semangat mengabdi. Mereka lebih mengutamakan komitmen, kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab dibanding sekadar penampilan luar.

Tidak sedikit orang yang awalnya memandang sebelah mata keberadaan para pemuda di yayasan tersebut. Ada yang menganggap mereka masih terlalu muda untuk didengar, seolah-olah usia menjadi satu-satunya ukuran kebijaksanaan. Padahal sejarah dunia justru menunjukkan bahwa banyak perubahan besar lahir dari keberanian generasi muda. Banyak pemimpin dunia, ilmuwan, pengusaha, hingga tokoh-tokoh besar memulai langkahnya ketika mereka masih berusia muda. Yang membedakan mereka bukanlah usia, melainkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan.

Maka, mengapa kita harus meragukan anak-anak muda Mandailing Natal?

Bukankah mereka juga memiliki hak untuk berpikir, berkarya, dan memberikan solusi bagi daerahnya sendiri?

Yayasan Putra Putri Madina telah menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bergerak, berkolaborasi, mempromosikan potensi daerah, memperkenalkan budaya, pariwisata, pendidikan, hingga mengajak masyarakat mencintai Kabupaten Mandailing Natal. Mereka membuktikan bahwa anak muda bukan sekadar pelengkap acara seremonial, melainkan bagian dari penggerak pembangunan daerah.

Ketika generasi muda diberi kepercayaan, mereka mampu menghadirkan ide-ide baru yang lebih dekat dengan kebutuhan zaman. Kreativitas mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi melalui promosi pariwisata, pelestarian budaya, penyelenggaraan berbagai kegiatan, hingga membangun citra positif daerah di tingkat nasional.

Masyarakat hari ini semakin berharap hadirnya cara-cara baru dalam membangun daerah. Bukan berarti mengabaikan pengalaman para senior, tetapi menghadirkan kolaborasi yang memberi ruang bagi gagasan segar, inovasi, dan semangat generasi muda. Daerah akan semakin kuat ketika pengalaman bertemu dengan kreativitas, dan kebijaksanaan berjalan berdampingan dengan keberanian.

Sudah waktunya kita berhenti bertanya, “Berapa usianya?”, “Seberapa tinggi badannya?”, atau “Seberapa menarik penampilannya?”

Mari mulai bertanya, “Apa gagasannya?”, “Apa integritasnya?”, dan “Apa manfaat yang mampu ia berikan untuk daerah ini?”

Karena pada akhirnya, yang dikenang sejarah bukanlah siapa yang paling tampan, paling cantik, paling tinggi, atau berasal dari keluarga siapa. Yang dikenang adalah mereka yang bekerja dengan hati, menjaga integritas, membangun kepercayaan, serta meninggalkan manfaat bagi masyarakat.

Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak anak muda berbakat. Mereka hanya membutuhkan satu hal: kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka. Ketika kepercayaan diberikan, bukan tidak mungkin dari daerah ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa Mandailing Natal menjadi daerah yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing.

Jangan pernah meremehkan seseorang hanya karena usianya masih muda atau karena ia memulai langkahnya dari komunitas kecil, dari organisasi sederhana, bahkan dari jalanan tempat ia belajar mengenal kehidupan. Sebab sejarah berkali-kali membuktikan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari orang-orang yang dahulu diremehkan. Mereka yang pernah dicap sebagai “anak ingusan” oleh sebagian orang, bisa saja menjadi pemimpin, pengusaha, akademisi, atau penggerak masyarakat yang membawa perubahan nyata.

Masa depan Mandailing Natal tidak hanya dibangun dari ruang-ruang rapat dan meja-meja kekuasaan, tetapi juga dari keberanian anak-anak muda yang berani bermimpi, berani bekerja, berani mengabdi, dan berani membuktikan bahwa kemampuan tidak ditentukan oleh usia ataupun penampilan.

Sebab terkadang, revolusi terbesar justru lahir dari mereka yang pernah dianggap terlalu muda untuk didengar. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    Tiga Rumah Kontrakan di Banjar Sehat Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Tiga unit rumah kontrakan terbuat dari papan di banjar sehat, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Rabu Sore 14/6/2023 sekitar pukul 15.20 ludes dilalap si jago merah. Besarnya api membuat seisi rumah tidak bisa di selamatkan, warga sekitar yang melihat kejadian itu pun berhamburan dan membantu […]

  • Lurah Diduga Jual Raskin

    Lurah Diduga Jual Raskin

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Indikasi penjualan beras miskin (Raskin) oleh oknum Lurah Pasar Merah Barat, Kecamatan Medan Kota, SB BSc, ke kios-kios di Jalan Halat, Medan, seperti dilansir salah satu media cetak, beberapa waktu lalu, membuat geram Anggota DPRD Medan. Para wakil rakyat tidak ingin Pemko Medan mengendapkan persoalan ini begitu saja dan mendesak Plt Inspektur Kota Medan […]

  • Mahasiswa Minta Poldasu Usut PT. Capital Mining Hutana

    Mahasiswa Minta Poldasu Usut PT. Capital Mining Hutana

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumut didesak mahasiswa mengusut aktivitas tambang PT. Capital Mining Hutana (PT.CMH) di Linggabayu, Mandailing Natal. Desakan itu disuarakan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan saat berunjukrasa di Poldasu, Kamis (7/11/2019). Mahasiswa menyatakan perusahaan itu diduga merusak lingkungan dan diduga belum mengantongi izin penambangan emas. Poldasu […]

  • Bupati Tapsel : Membangun Desa Harus Dengan Kejujuran dan Ikhlas

    Bupati Tapsel : Membangun Desa Harus Dengan Kejujuran dan Ikhlas

    • calendar_month Kamis, 17 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ANGKOLA (Mandailing Online) – Bupati Tapanuli Selatan, H. Syahrul M Pasaribu SH berpesan agar dalam membangun desa harus menjunjung tinggi kejujuran,  keikhlasan yang didasari dengan disiplin. Itu dikatakan bupati dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ginda Uli Pasaribu, S.Sos pada pembukaan Latihan Pengelolaan Program dan Penyuluhan bagi Tim Penggerak PKK, yang diikuti 600 orang kader […]

  • Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

    Penyakit Difteri Ditemukan di Madina, 1 Orang Meninggal Dunia

    • calendar_month Kamis, 17 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Satu penyakit diduga jenis Difteri menyerang Mandailing Natal. Satu orang anak bernama Aisah usia sekitar 5 tahun, warga Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur dilaporkan meninggal dunia, Rabu (16/3) akibat serangan penyakit itu. KTU Puskesmas Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Subari yang dihubungi melalui telefon seluler, Kamis (17/3) membenarkan bahwa salah seorang […]

  • Pengacara TGSC Tagih Janji Polres Madina Periksa Saipullah Nasution” Semua Orang Sama Kedudukan Dimata Hukum”

    Pengacara TGSC Tagih Janji Polres Madina Periksa Saipullah Nasution” Semua Orang Sama Kedudukan Dimata Hukum”

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA|| Mandailing Online  – Kasus dugaan pemerasan dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ketua Tim Gordang Sambilan Center (TGSC) Miswaruddin Daulay terhadap Saipullah Nasution jalan di tempat. Lewat SP2HP Nomor B/215/IV/RES.1.24./2026/Reskrim tertanggal 9 April 2026, Polres Madina menyebut akan menyurati Saipullah untuk dimintai keterangan. Namun hingga akhir April, pemanggilan itu belum terlaksana. Subur Siregar, kuasa […]

expand_less