Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

STOP Menilai Manusia dari Tampilan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 25 menit yang lalu
  • print Cetak

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

Yayasan Putra Putri Mandailing Natal usai melaksanakan kegiatan

 

Sudah saatnya kita mengubah cara pandang dalam membangun organisasi, lembaga, bahkan pemerintahan. Jangan lagi menjadikan kecantikan, ketampanan, postur tubuh, usia, atau latar belakang sebagai ukuran utama untuk menentukan siapa yang layak diberi kesempatan.

Yang jauh lebih penting adalah karakter, komitmen, kejujuran, konsistensi, disiplin, serta kemauan untuk bekerja dan belajar.

Setiap manusia diciptakan dengan kekuatan yang berbeda. Tidak ada seorang pun yang sempurna. Ada yang mungkin tidak memiliki postur tubuh ideal, tetapi memiliki kemampuan memimpin yang luar biasa. Ada yang tidak pandai berbicara di depan umum, tetapi mampu melahirkan gagasan besar yang mengubah banyak kehidupan. Ada pula yang masih sangat muda, namun memiliki keberanian mengambil keputusan yang tidak dimiliki orang-orang yang jauh lebih senior.

Negara-negara maju telah banyak menunjukkan bahwa kualitas seseorang tidak semata diukur dari penampilan fisik. Yang mereka cari adalah kompetensi, integritas, dedikasi, dan kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka memahami bahwa keberagaman manusia adalah kekuatan, bukan kelemahan.

Karena itu, sudah saatnya kita berhenti membangun budaya yang terlalu sibuk menilai wajah, usia, tinggi badan, atau status sosial seseorang. Yang perlu kita bangun adalah budaya yang menghargai karakter dan karya.

Dapat dilihat semangat itu mulai tumbuh di Yayasan Putra Putri Madina. Organisasi ini berusaha memberikan ruang kepada siapa saja yang memiliki karakter baik, kemauan belajar, serta semangat mengabdi. Mereka lebih mengutamakan komitmen, kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab dibanding sekadar penampilan luar.

Tidak sedikit orang yang awalnya memandang sebelah mata keberadaan para pemuda di yayasan tersebut. Ada yang menganggap mereka masih terlalu muda untuk didengar, seolah-olah usia menjadi satu-satunya ukuran kebijaksanaan. Padahal sejarah dunia justru menunjukkan bahwa banyak perubahan besar lahir dari keberanian generasi muda. Banyak pemimpin dunia, ilmuwan, pengusaha, hingga tokoh-tokoh besar memulai langkahnya ketika mereka masih berusia muda. Yang membedakan mereka bukanlah usia, melainkan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan.

Maka, mengapa kita harus meragukan anak-anak muda Mandailing Natal?

Bukankah mereka juga memiliki hak untuk berpikir, berkarya, dan memberikan solusi bagi daerahnya sendiri?

Yayasan Putra Putri Madina telah menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bergerak, berkolaborasi, mempromosikan potensi daerah, memperkenalkan budaya, pariwisata, pendidikan, hingga mengajak masyarakat mencintai Kabupaten Mandailing Natal. Mereka membuktikan bahwa anak muda bukan sekadar pelengkap acara seremonial, melainkan bagian dari penggerak pembangunan daerah.

Ketika generasi muda diberi kepercayaan, mereka mampu menghadirkan ide-ide baru yang lebih dekat dengan kebutuhan zaman. Kreativitas mereka dapat menjadi motor penggerak ekonomi melalui promosi pariwisata, pelestarian budaya, penyelenggaraan berbagai kegiatan, hingga membangun citra positif daerah di tingkat nasional.

Masyarakat hari ini semakin berharap hadirnya cara-cara baru dalam membangun daerah. Bukan berarti mengabaikan pengalaman para senior, tetapi menghadirkan kolaborasi yang memberi ruang bagi gagasan segar, inovasi, dan semangat generasi muda. Daerah akan semakin kuat ketika pengalaman bertemu dengan kreativitas, dan kebijaksanaan berjalan berdampingan dengan keberanian.

Sudah waktunya kita berhenti bertanya, “Berapa usianya?”, “Seberapa tinggi badannya?”, atau “Seberapa menarik penampilannya?”

Mari mulai bertanya, “Apa gagasannya?”, “Apa integritasnya?”, dan “Apa manfaat yang mampu ia berikan untuk daerah ini?”

Karena pada akhirnya, yang dikenang sejarah bukanlah siapa yang paling tampan, paling cantik, paling tinggi, atau berasal dari keluarga siapa. Yang dikenang adalah mereka yang bekerja dengan hati, menjaga integritas, membangun kepercayaan, serta meninggalkan manfaat bagi masyarakat.

Kabupaten Mandailing Natal memiliki banyak anak muda berbakat. Mereka hanya membutuhkan satu hal: kesempatan untuk membuktikan kemampuan mereka. Ketika kepercayaan diberikan, bukan tidak mungkin dari daerah ini akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang mampu membawa Mandailing Natal menjadi daerah yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing.

Jangan pernah meremehkan seseorang hanya karena usianya masih muda atau karena ia memulai langkahnya dari komunitas kecil, dari organisasi sederhana, bahkan dari jalanan tempat ia belajar mengenal kehidupan. Sebab sejarah berkali-kali membuktikan bahwa perubahan besar sering kali lahir dari orang-orang yang dahulu diremehkan. Mereka yang pernah dicap sebagai “anak ingusan” oleh sebagian orang, bisa saja menjadi pemimpin, pengusaha, akademisi, atau penggerak masyarakat yang membawa perubahan nyata.

Masa depan Mandailing Natal tidak hanya dibangun dari ruang-ruang rapat dan meja-meja kekuasaan, tetapi juga dari keberanian anak-anak muda yang berani bermimpi, berani bekerja, berani mengabdi, dan berani membuktikan bahwa kemampuan tidak ditentukan oleh usia ataupun penampilan.

Sebab terkadang, revolusi terbesar justru lahir dari mereka yang pernah dianggap terlalu muda untuk didengar. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek

    Terkait Banjir Bandang di Ranto Baek

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Duga Akibat Perambahan Hutan MADINA- Warga korban banjir bandang di lima desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terjadi Senin (29/11) lalu, menduga penyebab banjir karena adanya perambahan hutan di sekitar hulu Sungai Simpang Talap. M Idris Nasution, warga Desa Manisak yang menjadi salah satu desa yang diterjang banjir banding, Kamis […]

  • Harus Tetap Optimis Wujudkan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    Harus Tetap Optimis Wujudkan Kabupaten Pantai Barat Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho meminta kepada para pemrakarsa agar tetap optimis mewujudkan Kabupaten Pantai Barat Mandailing. “DPR RI dan Pemerintah belum mencapai kata sepakat terkait jumlah otonomi baru, selanjutnya menyerahkan penyelesaian pembahasan daerah otonomi baru tersebut ke Pemerintah dan DPR yang baru dengan mengikuti undang-undang yang baru,” […]

  • Dinas PU Vakum, Sekda : Kadis Diangkat Dalam Waktu Dekat

    Dinas PU Vakum, Sekda : Kadis Diangkat Dalam Waktu Dekat

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pekerjaan Umum Madina vakum sejak pertengahan September 2019. Kevakuman terjadi setelah Kepala Dinas PU Madina, Sahruddin ditahan Kejatisu terkait kasus pembangunan Taman Raja Batu. Sejumlah pegawai menyatakan, progres kerja tak dapat dicapai. Para kontraktor juga sudah resah menyusul akan selesainya pekerjaan-pekerjaan proyek pemda di Dinas PU. Sementara itu, […]

  • MUI Minta Polda Sumut Sikat Habis Judi

    MUI Minta Polda Sumut Sikat Habis Judi

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – MUI Sumatera Utara minta aparat kepolisian setempat bertindak tegas untuk menyikat habis segala bentuk permainan judi yang telah meresahkan masyarakat. “Segala bentuk yang namanya judi harus diberantas dan menyeret cukong atau bandar yang membuka perjudian tersebut,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara H Abdullah Syah di Medan, Selasa, ketika diminta komentarnya […]

  • Mendagri Ngotot Pilkada Tetap Digelar di 2015

    Mendagri Ngotot Pilkada Tetap Digelar di 2015

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jadwal pemilihan kepala daerah tahap pertama tetap digelar di 2015 tidak hanya keinginan pemerintah pusat. Mayoritas dari 204 daerah yang sebelumnya sudah dijadwalkan mengikuti pilkada tahap pertama, juga menolak jika pilkada diundur ke 2016. "Daerah yang 2015 ini (dijadwalkan menggelar pilkada, red) enggak mau mundur. Kalau mundur kan cost (penambahan biaya, red) lagi," ujar […]

  • Katim Harun-Ichwan Gaungkan Gerakan Perubahan Untuk Kemajuan Madina

    Katim Harun-Ichwan Gaungkan Gerakan Perubahan Untuk Kemajuan Madina

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online): sebagai bentuk dukungan Paslon Bupati dan Wakil Bupati nonor urut 1 Harun-Ichwan, Ketua Tim Pemenangan Zuhri Mustafa Nasution serahkan ribuan kaos bertulisan paslon 1 Harun-Ichwan pada kordinator pemenangan Harun-Ichwan wilayah Kecamatan Linggs Bayu sekitar. ” kami serahkan aksesoris berupa kaos bertulisan Paslon 1 Harun-Ichwan ini sebagai bentuk dukungan kepada relawan dan simpatisan […]

expand_less