Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Syamsul Kena Serangan Jantung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
  • print Cetak


Dirawat di RS Jantung Harapan Kita

JAKARTA-
Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin, dirawat di Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita, Jakarta Barat. Serangan jantung mendadak pada Jumat (27/5) siang, memaksa Syamsul harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit terbesar khusus jantung itu. Hingga tadi malam, kondisi Syamsul masih dalam pantauan tim dokter dibawah kendali dr Sunarya Soerianata SpJP. Belum ada kesimpulan apakah perlu dilakukan tindakan medis berupa operasi atau tidak.

Dengan demikian, dipastikan sidang perkara dugaan korupsi APBD Langkat di pengadilan tipikor pada pagi hari ini, Senin (30/5), dengan agenda pemeriksaan Syamsul sebagai terdakwa, bakal ditunda.

Syamsul dirawat di kamar VIP 1355 lantai III RS Jantung Harapan Kita. Saat wartawan Sumut Pos hendak mengunjungi ke kamar tersebut, petugas jaga RS melarang, dengan alasan sudah malam dan jam besuk sudah habis. Alasan lain, lantaran di depan kamar tempat Syamsul dirawat, sudah ada puluhan pembesuk dari pihak keluarga sehingga tempat sudah sesak. “Lagian percuma Pak, para keluarga juga tertentu saja yang boleh masuk karena beliau (Syamsul, Red) sedang tidur, tidak boleh diganggu,” terang seorang petugas.

Berdasar keterangan petugas pula, Syamsul masuk ke RS pada Jumat malam pukul 22.00 WIB. Anggota tim kuasa hukum Syamsul, Abdul Hakim Siagian, yang secara kebetulan bertemu Sumut Pos di RS tadi malam, menjelaskan bahwa Syamsul pada Jumat siang muntah-muntah di rutan Salemba. Hasil pemeriksaan dokter di rutan, ada gambaran bahwa Syamsul terkena serangan Jantung.

Lantas, mantan bupati Langkat itu dilarikan ke RS terdekat, yakni RS MH Thamrin, yang jaraknya sekitar 1,5 km dari rutan. Lantaran diperlukan alat pacu jantung dan dengan pertimbangan agar lebih fokus penanganannya, pihak RS Thamrin merekomendasikan Syamsul dirawat ke RS Jantung Harapan Kita.

Berdasarkan pengamatan Sumut Pos, kesehatan Syamsul sudah kelihatan bermasalah saat persidangan Senin (23/5) lalu. Bahkan, saat di ruang sidang, Syamsul sempat meminum obat. Hal itu diketahui Ketua Majelis Hakim, Tjokorda Rae Suamba. “Jaga kesehatan ya. Tadi saya melihat anda minum obat. Jaga kesehatan, karena agenda sidang minggu depan pemeriksaan terdakwa,” kata Tjokorda saat itu, sesaat sebelum menutup sidang.

Bahkan, sebelum Tjokorda mengetuk palu, anggota tim kuasa hukum Syamsul sempat mempertanyakan, apakah izin untuk berobat yang diajukan pekan sebelumnya sudah keluar atau belum. Tjokorda langsung menjawab ‘sudah’. Izin itu, rencananya dipergunakan Syamsul untuk melakukan cek kesehatan pada Sabtu (28/5). Namun, pada Jumat, kesehatan Syamsul sudah drop.

Abdul Hakim Siagian mengatakan, kedatangannya ke RS sekaligus untuk minta surat keterangan dari dokter yang menangani kliennya itu. Surat itu akan disampaikan ke hakim di persidangan hari ini. “Sudah ada surat keterangan dari dokter,” ujarnya. Bagaimana persisnya surat keterangan dokter itu, Abdul Hakim belum mau menyebutkan dan baru akan disampaikan kepada wartawan pagi ini. “Saya juga belum buka,” kilahnya.

Dia mengatakan, dengan kondisi seperti sekarang ini, maka keinginan Syamsul agar proses persidangan bisa cepat selesai, menjadi terhalang. Dijelaskan, keinginan Syamsul agar proses persidangan cepat kelar, begitu kuat. Ini antara lain dibuktikan dengan tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU. Bahkan, juga tidak mengajukan saksi-saksi yang meringankan, kecuali saksi ahli yang sudah didengar keterangannya pada sidang Senin (23/5) lalu.

Abdul Hakim menjelaskan, mengenai kapan Syamsul akan siap lagi mengikuti persidangan, sepenuhnya menunggu rekomendasi dari dokter. “Kalau dokter sudah memutuskan sehat, ya jalan lagi sidangnya. Karena beliau sendiri inginnya cepat. Jadi, ini bukan karena pertimbangan subyektif dari tim kuasa hukum atau dari Pak Syamsul, tapi pertimbangan obyektif dari tim medis,” jelasnya.

Rudy Alfonso, yang juga kuasa hukum Syamsul, juga menjelaskan bahwa pada hari ini, pihaknya akan menyampaikan surat keterangan dokter ke hakim pengadilan tipikor. “Sudah pasti Pak Syamsul tidak bisa hadir karena dirawat di rumah sakit,” terangnya.

Pantauan Sumut Pos, sejumlah kerabat dekat Syamsul, yang wajah-wajahnya tidak asing lantaran kerap terlihat mengikuti persidangan Syamsul di pengadilan tipikor, keluar-masuk kamar 1355. Salah satunya adik Syamsul, yakni Syah Afandin alias Ondin.

Menurut Abdul Hakim, pada Minggu (29/5) kemarin, yang sudah datang ke RS antara lain Ketua PPP Sumut Fadli, Sultan Langkat, sejumlah tokoh Delisedang, juga dari Majelis Adat Budaya Melayu.

Menurut pihak keluarga di Medan, Syamsul Arifin memang memiliki sejarah penyakit jantung. Hanya saja, sebelum-sebelumnya tidak begitu berat. Nah, mungkin sejak berada di rutan, penyakit jantungnya memburuk. “Kalau yang banyak orang tahu, yang parah waktu itu adalah penyakit prostatnya,” bebernya pihak keluarga yang minta namanya tidak dibeber.

Kondisi memburuknya Syamsul Arifin tersebut diperkirakan sejak dua pekan lalu. Hal itu ditandai dari mulai menurunnya berat badan Syamsul Arifin. “Dua pekan lalu sudah nampak lemah. Badannya pun sudah mulai kurus, nggak terlalu gemuk seperti dulu,” kisahnya.(sam/ari)
Sumber : Sumut pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina dan Bupati Pasaman Bahas Potensi Daerah

    Bupati Madina dan Bupati Pasaman Bahas Potensi Daerah

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menerima kunjungan kerja Bupati Pasaman Barat, Sumatera Barat, Yulianto dan rombongan di Rumah Dinas Bupati Madina, Panyabungan, Selasa (27/1/ 2026). Dalam kesempatan itu, kedua kepala daerah saling menyampaikan potensi ekonomi dan membicarakan beberapa hal yang berkaitan satu sama lain, termasuk tapal batas. Saipullah […]

  • Madina dan PLN Bahas Kebutuhan Gardu Induk di Pantai Barat

    Madina dan PLN Bahas Kebutuhan Gardu Induk di Pantai Barat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Upaya percepatan pemasangan gardu induk di Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Sumut menjadi pembahasan di Jakarta, Selasa (14/4/2026). Pertemuan antara Bupati Madina Saipullah Nasution dengan Executive Vice Presiden PLN Distribusi Sumatera-Kalimantan Saleh Siswanto itu membahas beberapa poin lainnya. Yakni upaya elektrifikasi desa-desa di Madina yang masih belum terjangkau PLN dan […]

  • Tapsel alami defisit Rp92 M

    Tapsel alami defisit Rp92 M

    • calendar_month Selasa, 14 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Mahasiswa sebagai kaum intelektual muda, diminta untuk berpikir jernih melihat kondisi anggaran daerah Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) yang mengalami defisit Rp92 miliar. Hal itu disampaikan Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu. Dijelaskan, persoalan defisit Rp92 miliar ini merupakan masalah pelik yang penyelesaiannya butuh waktu panjang, pikiran dan tenaga. “Karenanya dibutuhkan kesadaran dan kebersamaan seluruh […]

  • Dewan Masjid Terbentuk di Madina

    Dewan Masjid Terbentuk di Madina

    • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatra Utara (Sumut), resmi terbentuk, Sabtu malam (16/4/2022). Ini kali pertama pembentukan DMI sejak Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berdiri. PD DMI Madina terbentuk pada musyawarah pembentukan DMI Madina di Masjid Agung Nur Ala Nur, Panyabungan. Bupati Madina, HM Ja’far Sukhairi Nasution terpilih […]

  • 3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    3 polisi Malaysia perkosa TKI di penjara

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO)- Harga diri bangsa Indonesia kembali terkoyak. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang ditahan di Kantor Polisi Bukit Mertajam, Pulau Penang, di perkosa oleh tiga polisi Diraja Malaysia di kantor polisi tersebut. Tindakan kekerasan seksual tersebut dilakukan sekira pukul pada pukul 06.00 tanggal 9 November 2012 waktu setempat. Hal itu disampaikan, Analis Kebijakan […]

  • Ibu-ibu DPRD Madina Kunjungi LP Panyabungan

    Ibu-ibu DPRD Madina Kunjungi LP Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Rukun keluarga anggota DPRD (Rukad) Mandailing Natal (Madina) melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakat (LP) Sipaga-Paga, Panyabungan, Jumat (13/1). “Sebagai organisasi ibu-ibu anggota DPRD Madina yang juga punya peran untuk memberikan pengayoman terhadap masyarakat, baik itu yang berkelakukan baik juga buruk.Anak-anak yang berada di LP perlu mendapat perhatian khusus,” kata Ketua Rukad Madina Marayani Siregar, […]

expand_less