Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Sebaiknya Proyek Fisik Dilepaskan Dari Disdik Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 20 Sep 2012
  • print Cetak

Iskandar200912PANYABUNGAN (Mandailing Online)-Ketua Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) Iskandar Hasibuan menyarankan agar Dinas Pendidikan tidak usah lagi menangani proyek fisik maupun non fisik. Sehingga yang menjadi tanggungjawab instansi ini murni mengurusi pendidikan saja.

“Agar pendidikan di daerah terus berkembang, kembalikan itu proses pembangunan berbagai bangunan sekolah kepada instansi yang lebih berkompeten, sehingga orang-orang yang ada di Dinas Pendidikan itu hanya mengurusi proses belajar mengajar di sekolah,” kata Iskandar kepada wartawan di Panyabungan setibanya dari kunjungan kerja ke DPRD Pemko Sibolga, Kamis (20/9).

Iskandar mengungkapkan, terlihat perbedaan mencolok antara Madina dengan Sibolga pada sektor pendidikan. Sibolga terlihat lebih maju dibanding Madina.

Dinas Pendidikan Sibolga tidak menangangani proyek fisik semisal rehab atau pembangunan gedung sekolah, tetapi ditangani Dinas Pekerjaan Umum. Pola ini memberikan konsentrasi lebih luas kepada Dinas Pendidikan Sibolga pada dinamika belajar mengajar di sekolah.

Iskandar melanjutkan, urusan proyek fisik yang selama ini menjadi tangungjawab Dinas Pendidikan Madina dialihkan saja ke Dinas PU Madina, sedangkan untuk non fisik diserahkan kepada Bagian Umum Sekretariat Pemkab Madina.

“Artinya segala urusan yang masuk pada tupoksi Bidang Program Dinas Pendidikan Madina selama ini mengurusi peket-peket proyek sudah tidak ada lagi, sehingga fokus pada program dunia pendidikan murni, tak lagi campur-adukan dengan proyek,” ujarnya.

Di sisi lain, Iskandar mengungkapkan, di Sibolga persoalan tenaga honorer, kebijakannya daripada mengurangi lebih baik menambah, tujuannya untuk membuka lapangan kerja baru. Di Madina beberapa waktu lalu pernah ada rencana Pemkab Madina melakukan pemutusan kerja terhadap para honorer.

“Begitu juga dengan urusan pengangkatan kepala sekolah, di Sibolga ada ditampung anggaran khusus sebesar Rp.1,8 Milyar yang diperuntukan bagi peningkatan SDM bagi calon-calon kepala sekolah, dengan memberikan berbagai pelatihan maupun pendidikan untuk masuk kepada jenjang kepala sekolah. Ini perlu dicontoh,” ujarnhya.

“Hal ini kita dengar dari anggota DPRD Sibolga dimana tidak ada lagi usia kepala sekolah di atas 51 tahun. Jikapun ada, itu khusus yang masih memiliki ilmu dan SDM yang memadai, sehingga sewaktu-waktu terjadi proses pergantian orang itu tidak pusing lagi mencari-cari calon kepala sekolah karena sudah tersedia sejak awal,” imbuhnya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    Sejarah Terukir Putra Mandailing Natal Menulis Babak Baru PPI Dunia dengan Kemenangan Epik

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta,( Mandailing Online ): 10 September 2025 — Sebuah fajar baru menyingsing di cakrawala kepemimpinan pelajar Indonesia di seluruh dunia. Dalam pertarungan head-to-head yang memukau, Andika Ibrahim Nasution telah mengukir sejarah sebagai Koordinator PPI Dunia 2025/2026. Kemenangan ini bukan sekadar pergantian tampuk pimpinan, melainkan sebuah revolusi senyap, sebab untuk pertama kalinya, PPI Dunia dipimpin oleh […]

  • Urus Paspor di UKK Imigrasi Mompang, Bupati Sukhairi: Pelayanannya Baik

    Urus Paspor di UKK Imigrasi Mompang, Bupati Sukhairi: Pelayanannya Baik

    • calendar_month Senin, 16 Jan 2023
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Jafar Sukhairi Nasution menilai pelayanan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sibolga di Desa Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina, Sumut, baik. Bupati Sukhairi menyampaikan hal tersebut usai mengurus paspor bersama keluarganya, Senin (16/1). “Dari pantauan kami pelayanannya baik,” katanya. Atas pelayanan […]

  • Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    Bencana Madina, Gubsu Ajak Solat Taubat

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menyaksikan bencana alam di nyaris seluruh wilayah Mandailing Natal, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengajak kita bermuhasabah, istighfar berkali-kali, berdoa di sepertiga malam. Itu dikatakan gubernur saat membuka rapat kordinasi penanganan bencana alam Madina di Panyabungan, Senin malam (12/11/201). Manusia tidak mampu menepis jika Allah SWT menghadirkan amuk alam, tentunya jika bukan atau belum termasuk […]

  • Pemkab Madina Serahkan Donasi Bagi Bocah Penderita Tumor Ganas

    Pemkab Madina Serahkan Donasi Bagi Bocah Penderita Tumor Ganas

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Selain upaya membawa ke RSU Adam Malik, Pemkab Madina juga membantu keuangan keluarga Nur Jannah untuk meringankan beban keluarga itu selama operasi pengangkatan tumor. Donasi dari Pemkab Madina itu diserahkan Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi di ruang kerjanya, Rabu (29/9/2021) kepada Camat Siabu mewakili orangtua Nur Jannah. Nur Jannah, bocah usia […]

  • Trenggiling diburu bahan sabu-sabu

    Trenggiling diburu bahan sabu-sabu

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO)  – Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam  (BBKSDA) Provinsi Sumut Istanto menjelaskan bahwa populasi Trenggiling yang paling banyak dapat ditemui di hutan Leuser. Bahkan, jumlahnya pun belum sempat dihitung. Istanto menyebutkan, selain berkahasiat untuk kosmetik dan bahan baku narkoba jenis  sabu-sabu, kenikmatan daging Trenggiling dan nilai jualnya yang tinggi menjadikan Trenggiling kerap diincar […]

  • Melissa Perez Kagumi Ritual Shalat

    Melissa Perez Kagumi Ritual Shalat

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Melissa Perez lahir dan besar dalam keluarga Katolik. Sejak kecil ia akrab dengan ritual Katolik seperti Natal, Misa, dan Rosario. Meski keluarganya percaya pada satu Tuhan, yang disebut Yesus, namun, pada waktu lain mereka menyebutnya lain, yakni Bapa. Inilah yang membingungkan Mellisa. Menurut Melissa, cara hidup Katolik tidak benar-benar ketat. Meski banyak aturan dalam Alkitab […]

expand_less