Minggu, 2 Agu 2026
light_mode

Jalan Rusak Madina vs Kantor Sementara Nias: Kebijakan Pilih Kasih Gubsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • print Cetak

H. Syahrir Nasution

 

MEDAN (Mandailing Online) — Gubernur Sumatera Utara Bobbi Afif Nasution dinilai pilih kasih dalam kebijakan pembangunan di Sumut.

Salah satu barometernya adalah ketimpangan perhatian antara Nias dengan Madina (Mandailing Natal).

Keprihatinan itu disampaikan tokoh masyarakat Madina yang berdomisili di Medan, H. Syahrir Nasution kepada Mandailing Online, Ahad (2/8/2026).

Langkah gubernur Sumatera Utara beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memilih untuk berkantor sementara di Pulau Nias dinilainya berbanding terbalik (inversely proportional) dengan kondisi riil infrastruktur di wilayah Pantai Barat Madina yang kian memprihatinkan.

Jalur vital provinsi yang menghubungkan Jembatan Merah hingga Simpang Gambir kini berada di ambang kelumpuhan. Kondisi ini bahkan memicu gelombang protes keras dari anggota DPRD Sumatera Utara yang mendesak Pemprov agar segera mempercepat realisasi perbaikan sebelum jalur tersebut lumpuh total akibat gerusan air sungai dan tebing longsor.

 

Desakan Status Jalan Nasional dan Abaian Pemprov

Menurut Syahrir, krisis infrastruktur di Madina bukanlah persoalan baru. Begitu krusialnya jalur ekonomi ini membuat DPRD Madina secara resmi melahirkan 20 item rekomendasi, salah satunya mendesak perubahan status jalur Jembatan Merah–Simpang Gambir menjadi jalan nasional agar mendapatkan penanganan yang lebih pasti dari pemerintah pusat.

Namun, hingga hari ini, jeritan warga Pantai Barat Madina seolah bertepuk sebelah tangan. Publik mempertanyakan komitmen kepemimpinan Bobby Nasution yang dinilai belum memberikan perhatian konkret terhadap jalur tersebut, di tengah aksi simbolis berkantor di Nias yang memakan alokasi sumber daya dan anggaran tak sedikit.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan adanya spekulasi bahwa minimnya perhatian Pemprov Sumut dipicu oleh kekecewaan politik pasca-Pilkada, di mana raihan suara di wilayah Madina tidak mencapai target yang diharapkan.

“Apabila spekulasi ini benar, hal tersebut menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan daerah,” katanya.

Secara kultural dan histori, Bobby Afif Nasution adalah putra asli berdarah Mandailing dan menyandang marga Nasution. Ketidakpedulian terhadap tanah leluhur tidak hanya mengecewakan dari sisi pembangunan ekonomi, tetapi juga mencederai nilai kebangsawanan dan etika kepemimpinan daerah. Ada pesan moral mendalam dari masyarakat agar seorang pemimpin tidak melupakan akar sejarahnya sendiri.

Sinyal Bahaya dan Urgensi Koreksi dari Pusat

Syahrir menambahi bahwa persoalan ini hendaknya tidak dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Pusat. Presiden Prabowo Subianto didesak untuk turun tangan mengevaluasi dan mengoreksi kinerja serta gaya kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara. Kepemimpinan yang terkesan mengabaikan aspirasi mendasar rakyat demi agenda politik atau personal berpotensi menciptakan ketegangan sosial yang berbahaya.

Abaikan berkelanjutan terhadap jeritan rakyat dapat memicu frustrasi publik yang tak terkendali. Pelajaran berharga dari dinamika politik global—seperti ketegangan sosial di Nepal akibat pemimpin yang tuli terhadap suara rakyat—harus menjadi peringatan keras bahwa ketidakadilan infrastruktur dan ketimpangan perhatian dapat memicu tindakan masyarakat di luar nalar logika.

Bupati se-Sumut Jangan Berdiam Diri

Kritik juga ditujukan kepada para Bupati di seluruh wilayah Sumatera Utara. Sebagai kepala daerah yang berhadapan langsung dengan rakyat, para bupati diimbau untuk tidak sekadar berdiam diri atau bersikap apatis melihat arah kebijakan Pemprov yang dinilai keliru.

Memberikan masukan, teguran, maupun nasihat konstruktif kepada Gubernur adalah langkah sah dan konstitusional demi menjaga stabilitas regional serta kesejahteraan warga Sumatera Utara secara keseluruhan. Pemprov Sumut dituntut segera mengalihkan fokus dan anggaran pada perbaikan infrastruktur prioritas di Madina sebelum akses transportasi tersebut benar-benar putus dan mengisolasi ekonomi warga. (rel/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemewahan gedung DPR "Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?"

    Kemewahan gedung DPR "Spa, Kolam Renang di DPR, Buat Apa?"

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan gedung baru DPR kembali disorot setelah pihak kesekjenan DPR menyatakan bahwa gedung baru tersebut akan dilengkapi oleh ruang rekreasi yang mencakup fasilitas fitness, spa, dan kolam renang. Seluruh sarana relaksasi itu rencananya akan ditempatkan di lantai 36 yang terletak paling atas. Namun ternyata rencana pembangunan fasilitas rekreasi itu belum diketahui oleh sebagian pimpinan DPR. […]

  • Sekda Lepas Keberangkatan 4 Calhaj Susulan

    Sekda Lepas Keberangkatan 4 Calhaj Susulan

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah (Sekda) Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan melepas empat orang calon haji (Calhaj) dari Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan menuju Asrama Haji Medan, Minggu (19/6). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Madina H. Irfansyah Nasution, Kadis Sosial Dedy, Kadis Perdagangan Jhon Amriadi, […]

  • Camat Tuduh Kepdes Lamban Mengajukan Gaji

    Camat Tuduh Kepdes Lamban Mengajukan Gaji

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Camat Panyabungan, Hapisuddin menyatakan belum gajiannya para kepala desa selama 7 bulan terakhir akibat keterlambatan pengajuan dari pihak desa sendiri. “Memang benar 33 desa di kecamatan belum cair honor, namun itu terletak pada keterlambatan pengusulan dari pihak kepala desa, sehingga proses agak terlambat, yang pasti itu akan dicairkan,” katanya menjawab wartawan, […]

  • MAU DIBAWA KEMANA GENERASI KITA?

    MAU DIBAWA KEMANA GENERASI KITA?

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Aktivis Peduli Generasi Sistem pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah melahirkan bencana jangka panjang bagi kehidupan manusia abad ini. The lost generation pun di depan mata. Tidak heran angka kriminal dan kerusakan moral kian meningkat di kalangan anak-anak dan remaja sebagai bukti kegagalan sistem kapitalis dalam  memenuhi kebutuhan […]

  • Warga Sidojadi Ditemukan Tewas Disungai Salambue, Sepeda Motor dan Harta Korban Raib

    Warga Sidojadi Ditemukan Tewas Disungai Salambue, Sepeda Motor dan Harta Korban Raib

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – ES ( 19 ) warga desa Sidojadi Kecamatan Bukit Malintang, Mandailing Natal ( Madina) ditemukan tidak bernyawa di tengah sungai di Desa Salambue. Dari keterangan kerabat korban, korban yang masih anak Gadis itu hilang kontak dengan keluarga sekitar pukul 19.00 Rabu malam 24/04/2024. “Setelah hilang kontak sejak pukul 19:00  tadi malam […]

  • Atika Harap Kemenkumham Atensi Kasus Penganiaya Anak SD

    Atika Harap Kemenkumham Atensi Kasus Penganiaya Anak SD

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tabiat oknum sipir LP Kelas IIB Natal juga menuai kecaman dari Wakil Bupati Mandailing Natal Atika Azmi Utammi Nasution. Perbuatan oknum sipir yang diduga melakukan kekerasan terhadap anak usia sekolah dasar jadi sorotan banyak kalangan dalam dua hari ini. Atika menyatakan perbuatan oknum itu tak bisa dibenarkan. “Tidak ada yg bisa […]

expand_less