Rabu, 16 Sep 2026
light_mode

Jalan Rusak Madina vs Kantor Sementara Nias: Kebijakan Pilih Kasih Gubsu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • print Cetak

H. Syahrir Nasution

 

MEDAN (Mandailing Online) — Gubernur Sumatera Utara Bobbi Afif Nasution dinilai pilih kasih dalam kebijakan pembangunan di Sumut.

Salah satu barometernya adalah ketimpangan perhatian antara Nias dengan Madina (Mandailing Natal).

Keprihatinan itu disampaikan tokoh masyarakat Madina yang berdomisili di Medan, H. Syahrir Nasution kepada Mandailing Online, Ahad (2/8/2026).

Langkah gubernur Sumatera Utara beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memilih untuk berkantor sementara di Pulau Nias dinilainya berbanding terbalik (inversely proportional) dengan kondisi riil infrastruktur di wilayah Pantai Barat Madina yang kian memprihatinkan.

Jalur vital provinsi yang menghubungkan Jembatan Merah hingga Simpang Gambir kini berada di ambang kelumpuhan. Kondisi ini bahkan memicu gelombang protes keras dari anggota DPRD Sumatera Utara yang mendesak Pemprov agar segera mempercepat realisasi perbaikan sebelum jalur tersebut lumpuh total akibat gerusan air sungai dan tebing longsor.

 

Desakan Status Jalan Nasional dan Abaian Pemprov

Menurut Syahrir, krisis infrastruktur di Madina bukanlah persoalan baru. Begitu krusialnya jalur ekonomi ini membuat DPRD Madina secara resmi melahirkan 20 item rekomendasi, salah satunya mendesak perubahan status jalur Jembatan Merah–Simpang Gambir menjadi jalan nasional agar mendapatkan penanganan yang lebih pasti dari pemerintah pusat.

Namun, hingga hari ini, jeritan warga Pantai Barat Madina seolah bertepuk sebelah tangan. Publik mempertanyakan komitmen kepemimpinan Bobby Nasution yang dinilai belum memberikan perhatian konkret terhadap jalur tersebut, di tengah aksi simbolis berkantor di Nias yang memakan alokasi sumber daya dan anggaran tak sedikit.

Informasi yang berkembang di tengah masyarakat menyebutkan adanya spekulasi bahwa minimnya perhatian Pemprov Sumut dipicu oleh kekecewaan politik pasca-Pilkada, di mana raihan suara di wilayah Madina tidak mencapai target yang diharapkan.

“Apabila spekulasi ini benar, hal tersebut menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan daerah,” katanya.

Secara kultural dan histori, Bobby Afif Nasution adalah putra asli berdarah Mandailing dan menyandang marga Nasution. Ketidakpedulian terhadap tanah leluhur tidak hanya mengecewakan dari sisi pembangunan ekonomi, tetapi juga mencederai nilai kebangsawanan dan etika kepemimpinan daerah. Ada pesan moral mendalam dari masyarakat agar seorang pemimpin tidak melupakan akar sejarahnya sendiri.

Sinyal Bahaya dan Urgensi Koreksi dari Pusat

Syahrir menambahi bahwa persoalan ini hendaknya tidak dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Pusat. Presiden Prabowo Subianto didesak untuk turun tangan mengevaluasi dan mengoreksi kinerja serta gaya kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara. Kepemimpinan yang terkesan mengabaikan aspirasi mendasar rakyat demi agenda politik atau personal berpotensi menciptakan ketegangan sosial yang berbahaya.

Abaikan berkelanjutan terhadap jeritan rakyat dapat memicu frustrasi publik yang tak terkendali. Pelajaran berharga dari dinamika politik global—seperti ketegangan sosial di Nepal akibat pemimpin yang tuli terhadap suara rakyat—harus menjadi peringatan keras bahwa ketidakadilan infrastruktur dan ketimpangan perhatian dapat memicu tindakan masyarakat di luar nalar logika.

Bupati se-Sumut Jangan Berdiam Diri

Kritik juga ditujukan kepada para Bupati di seluruh wilayah Sumatera Utara. Sebagai kepala daerah yang berhadapan langsung dengan rakyat, para bupati diimbau untuk tidak sekadar berdiam diri atau bersikap apatis melihat arah kebijakan Pemprov yang dinilai keliru.

Memberikan masukan, teguran, maupun nasihat konstruktif kepada Gubernur adalah langkah sah dan konstitusional demi menjaga stabilitas regional serta kesejahteraan warga Sumatera Utara secara keseluruhan. Pemprov Sumut dituntut segera mengalihkan fokus dan anggaran pada perbaikan infrastruktur prioritas di Madina sebelum akses transportasi tersebut benar-benar putus dan mengisolasi ekonomi warga. (rel/dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Tak Hadiri Rapat KUA PPAS APBD Tahun 2026

    Lagi Sekretaris Komisi III DPRD Madina Nasrul Hilmi Nasution Tak Hadiri Rapat KUA PPAS APBD Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ‎(Mandailing Online ):untuk memastikan arah kebijakan anggaran tahun 2026 dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat Madina. Komisi III DPRD Kabupaten Mandailing Natal melaksanakan rapat pembahasan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026. Rapat tersebut tentu berkomitmen menjaga kualitas perencanaan anggaran demi pembangunan Madina yang lebih baik. Rapat yang berlangsung di ruang komisi III […]

  • Wakil Bupati Atika Tinjau TPA Batanggadis

    Wakil Bupati Atika Tinjau TPA Batanggadis

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BATANGGADIS (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution meninjau tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Batanggadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Rabu (24/11). Wakil Bupati tiba di TPA didampingi beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Madina. Termasuk Kadis DLH Madina Khasmir. Dalam peninjauan ini terlihat kondisi sampah yang tidak terurus. Bahkan sampah […]

  • Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak kontraktor beda pendapat dengan pihak UPT SDA Batang Gadis tentang material yang digunakan untuk pembangunan  dek penahan banjir Sungai Rantopuran di titik Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pihak kontraktor memakai pasir uruk untuk campuran semen. Sedangkan pihak UPT SDA Batang Gadis-Batang Natal selaku perpanjangan tangan […]

  • Jiwa Yang Terpenjara

    Jiwa Yang Terpenjara

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Lastriana Limbong, S.Ds   Pernah nggak sih kalian merasa kalau hidup tuh gitu-gitu aja. Rasanya rutinitas harian kian membosankan. Bangun tidur, mandi, makan, kerja, makan lagi, mandi lagi, makan lagi, tidur lagi. Siklusnya konstan, berputar bagai lingkaran bianglala. Hidupmu bagai penjara, resah, tidak ada bahagia yang paripurna. Kamu mendamba kehidupan penuh gairah seperti […]

  • Warga Sipirok Masuk Islam Di Panyabungan

    Warga Sipirok Masuk Islam Di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 9 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Parlan (33) warga Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan secara sadar dan tanpa ada paksaan menyatakan dirinya masuk Islam. Dia mengucap dua kalimat sahadat serta proses untuk menjadi seorang muslim di Mesjid Nur ‘Ala Nur, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Jum’at (6/7). Parlan menyatakan, dia memeluk islam atas kesadaran yang timbul dalam dirinya. Tidak […]

  • Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    Ratusan KPM Panyabungan Rela Antri Berjam Jam di Kantor Pos Demi Jatah Bepanas

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Meskipun antri selama berjam jam, tidak menyurutkan niat Keluarga Penerima Manfaat ( KPM )  untuk mendapatkan bantuan beras jenis bulog 10 kg. Bantuan beras tersebut merupakan Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) untuk keluarga miskin yang dilakukan pendistribusiannya melalui kantor Pos Indonesia. Kata Husein, Branch Manajer Kantor Pos Cabang Panyabungan Kota Jum’at 17/2/2024. […]

expand_less