Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Madina yang Madani: ilusi, obsesi atau basa-basi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
  • print Cetak

Bung, maaf. mari kita awali saja dengan sesuatu yang menegangkan. kutipan favorit bung jadi alasan untuk tetap bersahaja dengan kalimat selantang apa pun. mungkin perlu bung simak ini kalimat kontemplatif: sekarang2 ini, yang timbul malah skeptisisme atas impian bernama “madina yang madani”. kok, rasa2nya kian hari kian sedikit kawan yang sejalan, punya orientasi ideologis yang kuat, menolak kredo “jadi anggota dewan cari proyek atau uang segar segunung”. kata kawan,salah seorang mantan anggota dewan, nilai rapor anggota dewan sekarang, jauh di bawah nilai rapor anggota dewan periode yang lewat. saya agak percaya. justru karena indikator inilah madina yang madina hanya punya sedikit pilhan, yaitu: sekedar ilusi, obsesi besar seseorang atau basa-basi politik kekuatan tertentu. skali lagi, maaf3. ini hanya kontemplasi, bukan eksepsi, bukan argumentasi.

jika mungkin, totolong direnungkan. termasuk kawan2 di jakarta.

dalam satu perspektif, saya melihat madina ha sebagai ilusi yang sangat utopis. bagaimana mugkin madina bakal jadi madani, jika untrk mengabdi entah sebagai pns atau sebagau anggota dewan pun harus bayar mahal. faktanya sekarang, yang sudah menjadi pejabat, yang sudah menjadi anggota dprd, pun mendapatkan kedudukannya dengan uang. sebaliknya, kalau memang mau mengabdi, orang tak akan mau bayar sepeser pun. nah, kalau sudah bayar dan dapat jabatan basah dan penuh job, yang terjadi dia malah tak sudi hanya mengambil uangnya kembali. banyuak orang malah berambisi memperkaya diri, menjadi orang paling kaya, atau paling wah.
nah, yang berkutat di lembaga2 tradisional, termasuk lembaga2 pendidikan agama islam, seperti mda (madrasah diniyah awaliyah), lembaga pemangku adat, pun nerjalan tersendat2. kecenderungannya, aktivisnya tak hanya berusaha menumpang hidup, tp juga mendapatkan yang lebih, sekalipun sebenarnya hanya sebatas absesi. masalahanya, hal2 seperti ini menjadi noda dalam perjuangan dan menjadi faktor dasar kegagalan perjuangan. sebab, sirnalah keikhlasan. musnah ghiroh untuk sepenuhnya mengabdi kepada allah ta’ala. sebaliknya, yg tumbuh malah penyakin cinta dunia, hubbuddunya.

secara formal, madina yg madani tetap menjadi obsesi. slogan itu tetap menjadi benang merah kua-ppas, apbd dan perda-perda lainnya.

hanya saja, kalau mau kita lihat dengan jernih, dokumen-dukumen resmi itu hanya menjadi kamuplase dan pepesan kosong. progres yang tercipta pun hanya sekedar konsekuensi dalih pembuat keputusan. kita tidak pernah mendengar ada harga mati untuk kemakmuran, kemashuran dan kesejahteraan masyarakat.

maka, sebelum momentumnya menyempit, sebelum masyarakat kehilangan mimpi, selagi masih ada sedikit etos kerja dari segelintir orang, selama kejujuran masih dianggap sebagian kecilmasyarakat sebagai harga tk bisa ditawar, mari kita benahi semuanya. lagi pula, tidak ada jalan lain, jika betul kita masih punya mau. dan kebenaran tidak bisa dibungkam. kebenaran pasti terkuak, setidaknya oleh bencana alam dan bentuk kemurkaan allah swt lainnya.
Ludfan nasution

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • REALITAS KERJA MEDIA DAN TEORI TANGGUNG JAWAB SOSIAL

    REALITAS KERJA MEDIA DAN TEORI TANGGUNG JAWAB SOSIAL

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Gerep Institute   Belajar dari ruang redaksi media di Mandailing Natal: “Kebebasan pers bukanlah hak istimewa media. Ia adalah hak publik untuk memperoleh informasi yang benar.” Pagi baru saja dimulai ketika seorang wartawan di Mandailing Natal menerima telepon dari redaksinya. Ada rapat penting di DPRD yang harus diliput. […]

  • PKB Tetapkan Pasangan Sukhairi-Atikah

    PKB Tetapkan Pasangan Sukhairi-Atikah

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailling Online) – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan Jakfar Sukhairi Nasution-Atikah Azmi Utammi Nasution sebagai pasangan bakal calon buopati/wakil bupati Mandailing Natal (Madina) yang akan diusung di Pilkada 2020. Kepastian itu disampaikan Ketua Dewan Tanfizd DPC PKB Kabupaten Madina, Khoiruddin Faslah Siregar dalam temu pers di sekretariat DPC PKB Madina, Panyabungan, Senin […]

  • 46 Korban Hidup Keracunan PLTP Sorik Marapi Disantuni Puluhan Juta

    46 Korban Hidup Keracunan PLTP Sorik Marapi Disantuni Puluhan Juta

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 46 korban hidup keracunan zat H2S di kawasan operasional PLTP Sorik Marapi disantuni puluhan juta rupiah. Penyerahan dilalukan pihak manajemen PT SMGP kepada para korban di aula kantor bupati Mandailing Natal, Selasa (9/2/2021). Besaran rupiah yang disantunkan bervariasi, tergantung tingkat keracunannya. Untuk kategori keracunan berat disantuni sebesar 50 juta Rupiah. […]

  • Wah… Ratusan Gugatan Perselisihan Hasil Pilkada Masuk ke MK

    Wah… Ratusan Gugatan Perselisihan Hasil Pilkada Masuk ke MK

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA- Pemungutan suara pemilihan gubernur Kalimantan Tengah dan pemilihan bupati Fakfak (Papua), kemungkinan baru akan dilaksanakan pertengahan Januari mendatang. Meski demikian, pelantikan kepala daerah terpilih hasil pilkada di dua daerah tersebut, masih terbuka kemungkinan dilaksanakan serentak dengan pelantikan kepala daerah terpilih hasil pemungutan suara yang dilaksanakan serentak di 264 daerah pada Rabu (9/12) lalu. […]

  • Diimingi Diberikan Kunci Jawaban,	 Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

    Diimingi Diberikan Kunci Jawaban, Pelamar CPNS Ngaku Diminta Rp40 Juta

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Pelaksanaan ujian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk honorer Kategori II di lingkungan Kemenag Padang Lawas Utara (Paluta) yang dilaksanakan di Padangsidimpuan (Psp), Minggu (3/11), diduga ada permainan uang. Pasalnya, sejumlah pelamar CPNS mengaku dimintai sejumlah uang antara Rp2 juta hingga Rp40 juta per orang. Permintaan ini diduga dilakukan oknum […]

  • Balap Liar Sering di Depan Terminal Horas

    Balap Liar Sering di Depan Terminal Horas

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    SIANTAR – Sekelompok remaja sering menggelar balapan liar di depan Terminal Horas Tanjung Pinggir, Kelurahan Kebun Sayur Kecamatan Siantar Martoba. Kondisi itu membuat warga sekitar dan pengendara yang melintas di Jalan AMD itu resah. Edi Junadi, warga sekitar lokasi, Minggu (16/3) mengaku resah dengan kegiatan balapan liar itu. Dia menceritakan, balapan liar itu sudah sempat […]

expand_less