Sabtu, 4 Apr 2026
light_mode

Pelantikan Bupati Madina Diundurkan Jadwalnya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 5 Jun 2011
  • print Cetak


MADINA:
Jadwal pelantikan Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal diundur dari jadwal awal, karena belum keluarnya Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri.

“SK-nya belum dari Kementerian Dalam Negeri,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal Jefri Antoni yang dihubungi, Sabtu, 4 Juni 2011.

Awalnya, kata Jefri, pihaknya merencanakan pelantikan itu pada 6 Juni 2011 sesuai tahapan yang ditetapkan KPU Mandailing Natal.

Namun dalam kenyataannya, hasil penetapan KPU atas perhitungan suara akhir pilkada Mandailing Natal digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Ternyata, kata dia, pembuktian di MK tersebut cukup memakan waktu sehingga jadwal yang ditetapkan dalam tahapan pilkada tersebut terlewatkan.

“Waktunya tak terkejar lagi,” katanya.

Menurut Jefri, pihaknya memperkirakan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal tersebut baru dapat dilaksanakan pada akhir Juni 2011.

Hal itu disebabkan SK yang akan dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri tersebut harus diproses dulu di Pemprov Sumut.

“Perlu dikoneksikan antara waktu DPRD Mandailing Natal dengan Pemprov Sumut. Jadi, mungkin di atas tanggal 20 Juni,” katanya.

Sebelumnya, KPU Mandailing Natal menetapkan pasangan Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih.

Penetapan itu dikeluarkan melalui sidang pleno Kamis 28 April 2011, yang dihadiri Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat dan sejumlah saksi pasangan calon.

Dalam pilkada yang diselenggarakan pada Minggu 24 April 2011 itu, pasangan Hidayat Batubara dan Dahlan Hasan Nasution yang menempati nomor urut 6 meraih 115.564 (72 persen) dari suara sah yang berjumlah 160.571 suara.

Pasangan itu mengungguli calon lain yakni Zulfarmin Lubis dan Ongku Sutan Nasution (nomor urut 1) yang meraih 5.273 suara (tiga persen), Aswin Parinduri dan Syarifuddin Lubis (nomor urut 2) yang meraih 3.720 suara (dua persen), serta Irwan H Daulay dan Samad Lubis (nomor urut 3) dengan 8.329 suara (lima persen).

Demikian juga dengan pasangan Naharuddin Lubis dan Nuraman Ritonga (nomor urut 4), 4.344 suara (tiga persen), Arsyad Lubis dan Azwar Indra Nasution (nomor urut 5) dengan 10.883 suara (tujuh persen), serta Indra Forkas Lubis dan Firdaus Nasution (nomor urut 7) denga 12.458 suara (delapan persen).

Namun penetapan KPU Mandailing Natal itu digugat pasangan Indra Forkas Lubis dan Firdaus Nasution ke MK.(an)
Sumber : Eksposnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Honorer Diberhentikan, DPRD Panggil Sekda Madina

    Honorer Diberhentikan, DPRD Panggil Sekda Madina

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pemberhentian pegawai honor di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal mulai 2 Januari lalu berdasarkan Surat Edaran Sekdakab Madina M Daud Batubara, mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat dan elit politik. Pengamat pemerintahan dan politik di Madina beranggapan, kebijakan yang diambil Sekda M Daud Batubara tersebut sangat jauh dari visi misi Bupati Hidayat Batubara saat […]

  • Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    Tunjangan Sertifikasi Dipotong

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kabar bahwa terjadi pemotongan tunjangan sertifikasi guru tampaknya bukan isapan jempol belaka. Hal tersebut bisa dilihat dari data yang dihimpun wartawan dari beberapa guru yang tak mau disebutkan namanya. Beberapa guru dari seribuan guru di Kabupaten Mandailing Natal yang menerima tunjangan sertifikasi, menyatakan tunjangan sertifikasi mereka kembali dipotong sebesar Rp 100 ribu per orang […]

  • Pokok Pikiran Penguatan Kebudayaan Madina

    Pokok Pikiran Penguatan Kebudayaan Madina

    • calendar_month Kamis, 17 Jan 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabarnya Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal mulai menyusun kerangka pedoman pembangunan kebudayaan. Kerangka itu selaras dengan Kabupaten Mandailing Natal yang dikenal sebagai “Bumi Gordang Sambilan”, kabupaten yang bersemboyan Negeri Beradat Taat Beribadat menuju masyarakat Madina Yang Madani sebagai motto. Dan pedoman ini juga menyahuti Undang- Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang […]

  • Soal 64 Guru di Kabupaten Simalungun Tak Terima Tunjangan Sertifikasi

    Soal 64 Guru di Kabupaten Simalungun Tak Terima Tunjangan Sertifikasi

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DPRD Segera Panggil Disdik SIMALUNGUN- Masalah gagalnya 64 guru sertifikasi di Kabupaten Simalungun menerima tambahan gaji 100 persen tahun 2010, belum diketahui DPRD Simalungun. Guru yang merupakan bagian dari 1.158 yang telah lulus sertifikasi serta berhak mendapat tunjangan sebesar 100 persen gaji yang diterima setiap bulannya, tidak dibayar pemerintah pusat. Itu dikarenakan kesalahan penyampaian data […]

  • Pimpinan DPRD Madina Harus Mengagendakan Hak Interpelasi

    Pimpinan DPRD Madina Harus Mengagendakan Hak Interpelasi

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyusul telah secara resmi 26 anggpta DPRD Mandailing Natal (Madina) mengusulkan hak interpelasi kepada bupati, maka pimpinan DPRD Madina harus mengagendakannya menuju paripurna. Dalam temu pers, Rabu (10/12) Binsar Nasution, salah seorang yang menandatangani usul hak interplasi itu menyatakan bahwa jumlah tandatangan anggota dewan yang mengusulkan hak interpelasi itu […]

    • calendar_month Jumat, 27 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasukan  TNI Angkatan Laut dan Darat bersenjata lengkap disiagakan di Pulau Berhala. Mereka melakukan patroli secara rutin untuk mengantisipasi adanya pasukan asing yang berusaha mendekat. Pulau yang berada di perbatasan Selat Malaka ini jadi sengketa dengan pemerintah Malaysia. Dengan menggunakan kapal KRI BOA 74 Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama TNI Bambang Soesilo melakukan […]

expand_less