Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Wabup Madina Jenguk 3 Korban Penembakan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Sep 2011
  • print Cetak

Konflik Antarwarga
Panyabungan. Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution mengimbau masyarakat Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur agar tidak larut dalam suasana insiden penikaman dan penembakan terhadap 3 orang warganya yang diduga dilakukan sejumlah warga Desa Pardomuan, Kecamatan Panyabungan Timur, 8 September 2011.
Ia juga menegaskan bahwa peristiwa itu bukanlah konflik warga antardesa, namun antar oknum warga.

“Mari kita sama-sama perangi pelaku penembakan warga Gunung Baringin tersebut oleh sejumlah oknum warga Desa Pardomuan yang diduga selama ini juga menjadi petani ganja, serta pemilik senjata api rakitan. Kita juga berharap peran aktif dari aparat kepolisian serta TNI juga seyogiayanya turun membantu atas kejadian ini, sehingga rasa aman, nyaman dalam menciptakan ketertiban masyarakat terjadi,” sebutnya.

Demikian dikatakan Dahlan Hasan Nasution ketika menjenguk 3 orang warga Desa Gunung Baringin korban penikaman dan penembakan dalam peristiwa penyerangan sekelompok warga Desa Pardomuan, Kamis (16/9).

Menurut Dahlan, dalam membasmi segala tindak kejahatan, maka aparat pemerintah dan keamanan harus melibatkan peran tokoh agama dan masyarakat. Apalagi, Madian merupakan daerah serambi mekahnya Sumatera Utara, di mana masyarakatnya fanatik terhadap adat dan agamanya.

“Segala hal yang melanggar hukum harus sama-sama kita basmi, termasuk keberadaan ladang ganja di Desa Pardomuan dan Desa Huta Tinggi yang telah mencoreng nama baik daerah ini. Kita terkenal tidak lain hanya karena kesuburan ladang ganjanya,” ujar Dahlan.

Menurut Dahlan, ia akan turun ke lokasi perbukitan Tor Sihite dan sejumlah pemukiman di Kecamatan Panyabungan Timur yang terkenal dengan pemasok ganja keluar daerah tersebut.
“Kita juga akan segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk meningkatkan pos polisi menjadi Polsek di daerah tersebut guna meminimalisir peredaran ganja,” imbuhnya.

Ia meminta kepala desa yang berada di Kecamatan Panyabungan Timur untuk dapat memberikan informasi terkait sejumlah aktivitas warga yang melanggar hukum, baik menjadi petani dan pengedar ganja, pemilik senjata api, serta penjual minuman keras.

Tokoh masyarakat Gunung Baringin, Ahlat Damunthe, meminta peran aktif pemerintah daerah bekerja sama dengan aparat kepolisian dan TNI untuk menangkap pelaku penembakan warga Gunung Barngin. Sebab sampai saat ini warga masih belum berani melakukan aktivitas ke dalam hutan karena para pelaku penembakan belum tertangkap.

“Malam hari kita juga masih melakukan ronda, dan belum bisa tidur nyeyak karena takut didatangi para pelaku penembakan warga pada minggu lalu. Diduga para pelaku masih berada di dalam hutan menghindari kejaran aparat kepolisian,” sebutnya. (henri)
Sumber:MedanBisnis –

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Sampah Menumpuk Di Madina, Petugas Kebersihan Tak Bekerja Maksimal

    Terkait Sampah Menumpuk Di Madina, Petugas Kebersihan Tak Bekerja Maksimal

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Volume sampah di sepanjang Jalan Abri, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan Kota, kabupaten Mandailing, tumpukan sampah di sepanjang jalan Abri tersebut lebih disebabkan petugas kebersihan tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk mengangkut sampah tiap minggunya. Sampah menumpuk adalah pemandangan awal yang akan terlihat di tengah- tengah masyarakat, Bisa dibayangkan, sampah dari ribuan rumah tangga […]

  • Jembatan Penghubung Sinunukan-Batahan Berbahaya

    Jembatan Penghubung Sinunukan-Batahan Berbahaya

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SINUNUKAN (Mandailing Onlie) – Jembatan di titik Desa Air Apa KM 18, penghubung antara Kecamatan Sinunukan dengan Kecamatan Batahan, rusak parah. Lantai jembatan sudah banyak yang lapuk dan lepas menyebabkan lantai jembatan menjadi bolong-bolong. Warga terpaksa menempelkan bantalan papan tebal agar kenderaan roda dua bisa melewatinya meski sangat berbahaya. Ironisnya. Akses kenderaan roda empat hanya […]

  • Disodomi Sejak Umur 3 Tahun

    Disodomi Sejak Umur 3 Tahun

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Seorang anak didampingi paman dan kakeknya mendatangi Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara di Medan, Selasa (04/01/2011). Kedatangan mereka untuk mengadukan perlakuan pelecehan seksual atau sodomi yang dilakukan Martin Harun Munthe (39) warga Pasar V Mawar XII, Padang Bulan Medan, yang tak lain adalah ayah dari JJ (nama samaran) Kedatangan M […]

  • MARSIDAO-DAO (3)

    MARSIDAO-DAO (3)

    • calendar_month Senin, 22 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Naisuratkon : Dahlan Batubara Si Poso ma alai nagodangna. Naitadohon nia goarna Si Pikek. Ngada Si Pikek goar napetona, pio-pioan nia dei. Rofikoh Jannah Pulungan do goar sapetona. Pupu Pikoh ning amang nia tu sia najolo, kasidunganna ona pio Si Pikek. Sannari ma kalas 3 Sikola Dasar ia, sasikola dohot Si Poso. Si […]

  • Ustad Solmed Pulang Kampung ke Roburan Dolok

    Ustad Solmed Pulang Kampung ke Roburan Dolok

    • calendar_month Rabu, 28 Des 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Penceramah nasional, Ustad Solmed meluangkan waktu pulang ke kampung halamannya di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan, Mandailing Natal. Dia mengunjungi pamannya di Desa Roburan Dolok. Kunjungan itu di luar jadwal kegiatannya menyampaikan ceramah di masjid agung Nur Alanur, Panyabungan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (28/12/2016) atas undangan […]

  • Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    Tiap tahun ratusan polisi dipecat

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG, (MO) – Sepanjang tahun 2012, seratusan anggota Polri dipecat dari keanggotaan karena melanggar kode etik kepolisian. Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Nanan Sukarna menjelaskan, setiap tahunnya, 300-500 anggota Polri di Indonesia dipecat dengan tidak hormat. “Untuk tahun ini atau saat ini sudah seratusan lebih yang dipecat,” jelas Nanan saat ditemui di Hotel Royal Panghegar, hari […]

expand_less