Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Sumut Impor ‘Sampah’ Malaysia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 26 Sep 2011
  • print Cetak

MEDAN – Sumatera Utara (Sumut) menjadi pengimpor ‘sampah’ Malaysia, berupa produk pangan yang hampir kadaluarsa. Padahal, produk pangan yang diimpor tersebut dinyatakan sudah tidak layak beredar lagi di Malaysia.

Informasi diperoleh, produk-produk pangan yang nyaris kadaluarsa itu dipasok melalui Medan. Letak geografis yang berhadapan langsung dengan luar negeri, dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi.

Hampir setiap minggu produk pangan ilegal itu diangkut dengan KM Kelud, kapal pompon, dan kapal ikan, yang menyeberangi kawasan Selat Malaka. Setelah lolos dari Pelabuhan Belawan, produk pangan itu beredar di pasaran Kota Medan tanpa proses registrasi dan pengujian di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) .

KM Kelud merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang melayari rute Tanjung Priok, Tanjung Balai Karimun, Batam, dan berakhir di Pelabuhan Belawan. Setiap kapal ini memasuki Pelabuhan Belawan, diperkirakan selalu disusupi produk pangan ilegal asal luar negeri.

Lemahnya pengawasan karena kapal ini hanya melayani rute dalam negeri. Ketika bersandar di wilayah bebas bea Batam, para pelaku dengan leluasa membawa produk pangan ilegal itu ke wilayah Sumut melalui Medan.

Sumber mengatakan, barang yang selalu dipasok ke Medan antara lain produk pangan kadaluarsa, barang bekas dan minuman keras. Seyogianya barang-barang tersebut dimusnahkan oleh pemerintah Malaysia karena tidak layak digunakan atau dikonsumsi lagi. Namun, ada pihak-pihak yang menampung ‘sampah-sampah’ tersebut, kemudian dijual ke Sumut.

Staf Humas PT Pelabuhan Indonesia I (Persero), Nova Indrawan, membenarkan kawasan Batam, Tanjung Balai Karimun serta Pulau Bintan merupakan kawasan Free Trade Zone (FTZ ), yakni wilayah bebas bea. Dengan demikian, semua barang-barang asal luar negeri termasuk produk pangan, dijual bebas di daerah tersebut.

Setiap Minggu, kata Nova, KM Kelud merapat di Batam dan Tanjung Balai Karimun, sebelum bersandar di Belawan. Selain mengangkut penumpang, KM Kelud juga membawa barang. Setiap bersandar di Pelabuhan Belawan, kapal ini banyak membawa barang, termasuk dengan menggunakan peti kemas.

Sedangkan tokoh masyarakat Belawan, M Adnan Noor, mengakui kawasan Belawan rawan masuknya barang terlarang, selain sebagai pelabuhan besar juga pantainya luas. Dia menyayangkan sikap Malaysia terkesan sengaja meloloskan barang-barang yang seharusnya dimusnahkan itu untuk dibawa ke Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan data selama Agustus, ribuan koli barang ilegal Malaysia berhasil disita, di antaranya dua kapal bermuatan 700 bal pakaian bekas diamankan BC di Belawan, 218 bal pakaian bekas diamankan Polres Langkat, serta ribuan ton gula pasir ilegal ditemukan di gudang Mabar, serta ribuan koli pakaian bekas dari Tanjungbalai Asahan.
Sumber : Waspada online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bawaslu Madina : ASN Terlibat Kampanye Paslon Kena Sangsi Pidana Pemilu

    Bawaslu Madina : ASN Terlibat Kampanye Paslon Kena Sangsi Pidana Pemilu

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Menanggapi maraknya pemberitaan sejumlah acara keagamaan melibatkan ASN dan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) , Ketua Bawaslu Madina Aliaga Hasibuan mengatakan kalau Kepala Desa dan / Lurah atau ASN berkampanye itu sanksinya Pidana ( Pidana Pemilu). ” Bagi ASN, Kades atau Pegawai BUMN terlibat […]

  • Komnas HAM Turun Ke Madina

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Nasional Hak Asasai Manusia (Komnas HAM) datang ke Mandailing Natal (Madina) Rabu (29/5/2013) untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait tiga item kasus di daerah ini. Tiga item penyelidikan itu, pertama terkait pengaduan Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatra Utara tentang dugaan penyerobotan lahan dan kriminalisasi serta sengketa kepemilikan tanah antara warga Desa Batahan, […]

  • USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    USU Tak Masuk 10 Besar di Indonesia Versi Webometrics

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Berdasarkan data Webometrics pada Januari 2015, Universitas Sumatera Utara (USU) tidak masuk dalam peringkat 10 besar perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Versi Webometrics, USU berada di peringkat 34. Tidak hanya kalah dengan perguruan tinggi di Jawa, USU peringkat USU juga lebih rendah dibanding sejumlah PT lainnya di Sumatera. Sementara untuk peringkat dunia, USU yang beralamat […]

  • Bupati: PPNI Punya Tanggungjawab Kemanusiaan di Sektor Kesehatan

    Bupati: PPNI Punya Tanggungjawab Kemanusiaan di Sektor Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 14 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai organisasi perawat, PPNI memiliki sisi beban tanggungawab kemanusiaan. Selaku salah satu pihak yang berada di garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, tentunya perawat akan selalu menghadapi persolan-persolan kesehatan masyarakat. Hal itu dikatakan Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution di hadapan delegasi Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Madina saat […]

  • Terbakar? Dibakar?

    Terbakar? Dibakar?

    • calendar_month Rabu, 3 Jul 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlan Iskan Para wartawan di Karo akan menyalakan lilin bersama. Lokasinya: di reruntuhan rumah rekan mereka di Kabanjahe. Nama rekan wartawan itu: Rico Sempurna Pasaribu. Usia sekitar 45 tahun. Sempurna tewas terbakar di rumahnya bersama istri, anak, dan cucunya. Para wartawan sudah mendesak agar aparat keamanan mengungkap sejelas-jelasnya: itu kebakaran atau dibakar. Kecurigaan sengaja dibakar sangat […]

  • Terkait Jambore PKK Siabu, Inspektorat Madina Tahap Klarifikasi

    Terkait Jambore PKK Siabu, Inspektorat Madina Tahap Klarifikasi

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )– terkait kegiatan jambore TP.PKK Kecamatan Siabu tahun 2023 yang dikerjakan kegiatannya awal tahun 2024, Kepala Inspektur Pemkab Mandailing Natal Rahmad Daulay mengaku kasus ini masih pensalaman dan sedang dilakukan klarifikasi ke Camat Siabu Syukur Soripada. ” terkait jambore TP.PKK Siabu, kami sedang klarifikasi ke camat nya,” kata Rahmad Daulay lewat […]

expand_less