Kamis, 8 Okt 2026
light_mode

Lahan Pertanian Diserobot Ratusan Warga Madina Terancam Kehilangan Lahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
  • print Cetak

Medan. Sekitar 500-an warga di Dusun Bulung Gadung dan Dusun Bronjong Desa Selebaru Kecamatan Batang Gadis Kabupaten Madina, terancam kehilangan tempat tinggal dan lahan pertanian akibat aksi penyerobotan tanah yang dilakukan oleh pengusaha. Kepada MedanBisnis, Selasa (27/9) di Medan, Saroha Siregar (37) salah satu perwakilan masyarakat asal Madina yang ditemui mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan pemerintah daerah terkhusus Bupati Madina HM Hidayat Batubara yang tak kunjung mencabut Surat Izin Usaha Perkebunan atas nama PT Dinamika Inti Sentosa (DIS) dengan Nomor SK No.525/487/K/2010 tentang izin prinsip yang dikeluarkannya tertanggal 30 Juli 2010 lalu. Sehingga, PT DIS terus beroperasi melakukan perluasan lahan yang diperuntukkan bagi binatang seperti Landak dan Trenggiling dengan menyerobot lahan pertanian warga.

“Kami sangat kecewa bang, Pemerintah sengaja membiarkan PT DIS terus beroperasi membabat lahan kami. Lantas, kami selaku masyarakat yang ada disekitar lokasi itu mau dikemanakan, ini menunjukkan pemerintah hanya peduli kepada binatang dari pada kami sebagai manusia,”ujarnya.

Ditegaskannya, dirinya dan rombongan yang datang ke Medan hanya ingin meminta supaya Pemprop dalam hal ini Gubernur Sumut mendesak Bupati Madina untuk mencabut Izin Prinsip yang telah diberi pada PT DIS karena telah menggarap lahan warga dan membiarkan masyarakat bekerja dengan tenteram seperti dulu tanpa ada intimidasi baik dari aparat keamanan maupun pengusaha.

Warga lainnya, Aliusman Rambe (40) dan Bahrun Nasution (39), menyatakan jika masyarakat yang ada disekitar lokasi itu sangat resah dan ketakutan setelah kehadiran PT Dis yang belakangan diduga milik pengusaha kayu yang kerap melakukan aksi illegal logging berinisial AL.

“Setiap hari kami selalu dilanda resah dan ketakutan. Sebab kami selalu dikejar-kejar polisi karena berjuang mempertahankan tanah kami yang dirampas PT DIS,” ujarnya.

Achmad Sandry Nasution SH yang merupakan tokoh pemuda dari Desa Salebaru yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya juga mendukung permintaan masyarakat supaya Bupati Madina HM Hidayat Batubara mencabut Izin prinsip perkebunan tersebut di lahan yang dipersengketakan. “Kita juga meminta supaya PT DIS tidak beroperasi di daerah kami, karena kami telah ketakutan dibuatnya,” katanya. (franszul sianturi)

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Sampah Menumpuk Di Madina, Petugas Kebersihan Tak Bekerja Maksimal

    Terkait Sampah Menumpuk Di Madina, Petugas Kebersihan Tak Bekerja Maksimal

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Volume sampah di sepanjang Jalan Abri, Kelurahan Panyabungan II, Kecamatan Panyabungan Kota, kabupaten Mandailing, tumpukan sampah di sepanjang jalan Abri tersebut lebih disebabkan petugas kebersihan tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk mengangkut sampah tiap minggunya. Sampah menumpuk adalah pemandangan awal yang akan terlihat di tengah- tengah masyarakat, Bisa dibayangkan, sampah dari ribuan rumah tangga […]

  • Realisasi Kebun Plasma Tak Ada Sejak 1998, DPR RI Kunjungi Natal

    Realisasi Kebun Plasma Tak Ada Sejak 1998, DPR RI Kunjungi Natal

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – DPR RI turun tangan mengumpul bukti terkait belasan tahun tak ada realisasi kebun plama sawit dari PT. DIS kepada 4 desa di Natal. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Suasana Dachi SH reses dan mengunjungi warga Desa Bintuas dan Desa Buburan, Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (14/5). Kunjungannya […]

  • Buku “Pengabdian Sepanjang Hayat”, Biografi Syamsir Loebis Untuk Teladan Generasi

    Buku “Pengabdian Sepanjang Hayat”, Biografi Syamsir Loebis Untuk Teladan Generasi

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Polisi itu kan bagian dari masyarakat, bertindak berdasarkan kode etik yang telah ditetapkan, jaga kehormatan kesatuan. Jika kita berpedoman pada niat baik, melakukan tugas dengan cara-cara yang baik insyaallah tidak ada masalah”. Kalimat itu salah satu ungkapan yang diucapkan Kombes (Purn) H. Syamsir A. Loebis,SH glr Mangaraja Oloan Soripada di halaman 8, Bagian I, buku […]

  • Kemiri dari Pastap Julu

    Kemiri dari Pastap Julu

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Dua orang memindahkan goni berisi biji kemiri ke atas mobil di Desa Pastap Julu, beberapa waktu lalu. Desa Pastap Julu, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumut merupakan desa penghasil kemiri dan hasil kebun lainnya. Desa ini berada di ujung selatan barat daya Kecamatan Tambangan. Berbatas langsung dengan hutan. Pohon kemiri menyebar di beberapa titik perbukitan […]

  • Bupati Madina: PPPK Harus Konsisten Diwilayah Kerja

    Bupati Madina: PPPK Harus Konsisten Diwilayah Kerja

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina harap peserta seleksi PPPK Tahun 2023 Madina yang dinyatakan lulus konsisten mengabdikan diri dimanapun ditempatkan. “Ini sudah ter aplikasi ke sistem, bahwa wilayah geografis Mandailing itu sangat luas, jadi kita harus konsisten dimanapun ditempatkan, siap mengabdi untuk Madina dan siap menjalani tugas dengan Ikhlas,” Kata Sukhairi pada Wartawan di […]

  • Pembongkaran Dua Kuburan Bukan Akibat Perebutan Warisan

    Pembongkaran Dua Kuburan Bukan Akibat Perebutan Warisan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembongkaran dua kuburan di Desa Huta Lombang Lubis, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut bukan akibat perebutan harta warisan, melainkan disebabkan kesepakatan yang tidak terrealisasi. Hal itu ditegaskan Sakti Matondang, keponakan Nurhayati (almarhumah) dan Fahrizal Piliang (almarhum). “Tak ada yang berebut, mungkin yang ada merebut. Ini perlu saya luruskan supaya […]

expand_less