Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Ekonomi Sumut Stagnan, Provinsi Lain Bikin Lompatan?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month 50 menit yang lalu
  • print Cetak

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Ketika Maluku Utara melonjak lewat hilirisasi, Bali bangkit lewat Pariwisata dan Sulawesi menyalakan industri baru — Sumatera Utara Justru Tampak Berjalan dengan Mesin Lama

Di atas kertas, ekonomi Sumatera Utara masih tumbuh.

Tidak runtuh. Tidak krisis. Dan, nilainya tidak pula merah.

Tetapi justru di situlah problemnya: Sumut memang masih bergerak, namun tidak lagi terasa menghentak.

Di saat sejumlah provinsi mulai melompat dengan identitas ekonomi baru, Sumatera Utara justru tampak seperti mesin besar yang berat berbelok — hidup, tetapi kehilangan ledakan energinya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Sumut Triwulan I-2025 tumbuh 4,67 persen secara tahunan. Angka itu memang positif, tetapi melaz gyengapa provinsi sebesar Sumut justru mulai terdengar biasa?

Padahal secara geografis, Sumut nyaris memiliki semua syarat untuk menjadi raksasa ekonomi regional:
pelabuhan strategis,
jalur Selat Malaka,
perkebunan besar,
bandara internasional,
kawasan industri,
bonus demografi,
hingga posisi sebagai pintu utama Sumatera.

Tetapi entah mengapa, energi ekonominya tidak meledak.

Yang terlihat justru ekonomi yang terus bergerak dalam pola lama: perdagangan,
transportasi, konsumsi,
dan distribusi barang.

Sumut tampak ramai, tetapi belum tentu progresif.

Bandingkan dengan Maluku Utara.

Provinsi itu dahulu nyaris tidak masuk radar ekonomi nasional. Kini ia menjadi simbol baru pertumbuhan lewat hilirisasi nikel. Sulawesi Tengah bergerak dengan smelter dan industrialisasi mineral. Kepulauan Riau mengandalkan manufaktur dan kawasan industri Batam. Bali bangkit kembali dengan pariwisata global.

Mereka menemukan “mesin pertumbuhan baru”.

Sementara Sumut?
Masih sibuk mengedarkan energi lama.

Inilah yang mulai terasa mengkhawatirkan:
Sumut tumbuh, tetapi tidak sedang meloncat.

Padahal dalam kompetisi ekonomi modern, yang menentukan bukan hanya besar kecilnya ekonomi, melainkan kecepatan transformasinya.

Dan di titik itu, Sumut mulai terlihat tertinggal.

Masalah lainnya adalah pertumbuhan Sumut tampak semakin terkonsentrasi di kawasan tertentu:
Medan,
Deli Serdang,
koridor industri,
dan jalur perdagangan utama.

Sementara banyak wilayah pinggiran masih bergerak lambat.

Pantai barat Sumatera Utara belum benar-benar berubah menjadi pusat ekonomi baru.

Daerah pertanian masih terjebak pada komoditas mentah.

Petani sawit dan karet tetap rentan pada fluktuasi harga.

Anak muda desa terus bergerak ke kota — atau keluar daerah.

Akibatnya, statistik pertumbuhan terlihat sehat, tetapi denyut optimisme sosial tidak benar-benar terasa merata.

Di sinilah publik mulai mengalami semacam paradoks:
ekonomi tumbuh,
tetapi rasa percaya diri daerah tidak ikut tumbuh.

Yang lebih menarik lagi, struktur pertumbuhan Sumut justru menunjukkan dominasi sektor-sektor yang bersifat “sirkulatif”:
perdagangan,
transportasi,
akomodasi,
makan-minum,
dan jasa.

Artinya ekonomi bergerak karena orang belanja, bepergian, memindahkan barang, dan mengonsumsi sesuatu.

Tetapi pertanyaannya:
di mana ledakan industri baru?
di mana hilirisasi besar?
di mana manufaktur modern?
di mana pusat inovasi?

Sumut seperti terlalu nyaman menjadi pasar — bukan pemain utama produksi masa depan.

Padahal sejarah menunjukkan:
daerah yang hanya kuat dalam konsumsi biasanya ramai di permukaan, tetapi rapuh dalam jangka panjang.

Yang paling problematik mungkin bukan melambatnya angka pertumbuhan.

Melainkan hilangnya narasi besar.

Hari ini publik sulit menjawab:
Sumut sebenarnya mau menjadi apa?

Pusat agroindustri?
Kawasan hilirisasi sawit?
Pusat logistik ASEAN?
Kekuatan industri maritim?
Ekonomi digital Sumatera?
Atau sekadar provinsi transit perdagangan?

Belum ada jawaban yang benar-benar terasa hidup.

Dan, ketika sebuah daerah kehilangan arah transformasi, pertumbuhan ekonomi perlahan berubah hanya menjadi rutinitas statistik:

  • angka naik,
  • laporan dibacakan,
  • grafik dipamerkan,

Tetapi, masyarakat tidak benar-benar merasakan ledakan “hoki” untuk masa depan.

Karena itu, mungkin sudah waktunya Sumut berhenti sekadar merasa besar — lalu mulai berani menentukan lompatan.

Pemerintah daerah, dunia kampus, pelaku usaha, hingga elite politik tidak cukup hanya menjaga stabilitas angka pertumbuhan. Mereka harus mulai membangun “visi ekonomi baru” yang lebih berani:

Hilirisasi sawit dan pertanian, industri pengolahan berbasis pelabuhan, penguatan kawasan pantai barat,
pengembangan ekonomi kreatif anak muda, hingga transformasi UMKM menjadi rantai industri modern.

Sumut tidak kekurangan sumber daya. Yang mulai terasa langka justru keberanian membangun arah.

Dan, mungkin, di situlah pekerjaan paling mendesak hari ini:
Bukan sekadar membuat ekonomi tetap tumbuh,
tetapi mengembalikan keyakinan bahwa Sumatera Utara masih mampu menjadi kekuatan yang mengejutkan masa depan.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Pasar lama Panyabungan

    Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Pasar lama Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga menemukan satu mayat pria tanpa identitas berusia dikisaran 40-an tergelatak di taman Pasar Lama Panyabungan, Mandailing Natal sekira pukul 11.00 Wib, Rabu (19/11). Penemuan mayat yang diduga sebagai tidak waras semasa hidupnya ini sempat mengegerkan warga dan anak- anak sekolah yang berhamburan melihat almarhum tergeletak di dalam taman. Hingga saat […]

  • Inilah Kronologi Bentrok Warga di Tarakan

    Inilah Kronologi Bentrok Warga di Tarakan

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Divisi Humas Mabes Polri merilis kronologi bentrok antar kelompok warga yang terjadi di Kampung Juata Permai, Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (28/9/2010). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang tewas. Berikut konologi yang dirilis via jejaring sosial facebook oleh Divisi Humas Mabes Polri. Minggu tanggal 26 September 2010 sekitar pukul 22.30 WITA. Pada saat Abdul Rahmansyah, Warga Kel […]

  • Golkar Madina Hari Ini Musda

    Golkar Madina Hari Ini Musda

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal hari ini dijadwal menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke VI. Lokasi Musda ditetapkan di aula hotel Abara, Panyabungan. Sekretaris DPD Golkar Madina, Erwin Efendi Nasution SH mengetuai panitia dan Arsidin Batubara SE MSi sebagai sekretaris. Sedangkan Ketua Steering Committe (SC) adalah H. Syariful Sarling Lubis, Senin […]

  • Pesawat RI-1 beda dengan Air Force One

    Pesawat RI-1 beda dengan Air Force One

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sekretaris Menteri Sekretaris Negara Lambock V Nahattands menegaskan interior kabin yang terdapat pada pesawat kepresidenan tidak akan menjadi semewah yang banyak diperkirakan. “Pesawat ini memang tidak dirancang untuk menjadi sebagaimana sebuah pesawat pribadi khusus,” katanya tadi malam. Menurut Lambock, pesawat kepresidenan memang dipastikan akan dirancang untuk menempatkan ruangan khusus untuk presiden ataupun wakil […]

  • Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    Peran Penting Media dalam Mencerdaskan Umat

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Rima Sarinah Media adalah sarana atau alat yang menjadi wasilah untuk menyampaikan berbagai informasi  kepada masyarakat. Media juga memiliki peran penting untuk mengedukasi dalam rangka mencerdaskan masyarakat. Sebab, dari media tersebut masyarakat akan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan penting yang mereka butuhkan dan semakin memperluas cakrawala berpikir tentang segala sesuatu. Berbagai macam media bisa […]

  • KPK Angkut Rp44 M Uang Syamsul Arifin

    KPK Angkut Rp44 M Uang Syamsul Arifin

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Terlanjur Digunakan, Pemkab Langkat Terpaksa Revisi RAPBD LANGKAT-Proses penyidikan kasus dugaan korupsi APBD Langkat dengan tersangka Gubernur Sumut Syamsul Arifin, belum juga sampai titik akhir. Kemarin, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali bertandang ke Langkat untuk menyita barang bukti. Tim penyidik KPK mengangkut uang cash Rp44 miliar milik Syamsul yang sudah diserahkan ke kas […]

expand_less