Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Bupati Madina Hidayat Batubara, Mana Janjimu?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Pasca penonaktifkan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Mandailing Natal sesuai Surat Edaran Sekda Nomor: 800/2156/Bu/2011 Tanggal 23 Desember 2011 yang menyebutkan, berdasarkan Keputusan Bupati Madina Nomor: 800/290/K/2011 Tanggal 26 Mei 2011 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Bupati Madina Nomor: 800/403.a/K/2011 Tanggal 08 Juli 2011, tentang perpanjangan, pengangkatan dan pemberhentian pegawai tidak tetap/tenaga sukarela Seketariat Daerah Pemkab Madina, penonaktifkan pegawai honorer diperkirakan akan menambah ribuan pengangguran di Madina.

Selain menambah angka pengangguran, pemberhentian tenaga honorer diperkirakan juga akan menambah angka kemiskinan di Madina. Sementara Bupati Madina Hidayat Batubara saat kampanye pemilukada lalu berjanji akan mensejahterakan masyarakat Bumi Gordang Sembilan. Namun kini janji tinggal janji. Setelah Hidayat terpilih menjadi orang nomor satu di Madina, janji manis yang diproklamirkan dihadapan ribuan masyarakat Madina, hanya isapan jempol belaka.

Hal ini diungkapkan salah seorang tenaga honorer yang bekerja di Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal yang mengaku merasa sangat kecewa dengan pemerintahan yang baru ini. Ia menganggap pemerintahan yang dipimpin Hidayat Batubara tidak konsekwen dengan janji yang telah diikrarkan saat kampanye yakni akan memberikan kesejahteraan dan memberikan lapangan pekerjaan.

“Saya masih ingat dengan apa saja yang diucapkan oleh Bupati Hidayat Batubara kepada masyarakat yang hadir di Lapangan Aek Godang saat kampanye dulu. Waktu itu beliau berjanji akan memberikan lapangan pekerjaan, pendidikan gratis dan kesehatan gratis, makanya dengan hati yang tekad dan bulat saya juga ikut memilih beliau,” ujar tenaga honorer yang minta namanya dirahasiakan di Panyabungan, Selasa (03/01/2012).

Namun sekarang apa yang terjadi. Dari ketiga janji tersebut, sampai saat ini belum ada satu pun yang ditepati. Malah tenaga honorer harus menangis karena mereka yang telah bertahun-tahun mengabdi di Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal dengan gaji seadanya, kini akan kehilangan pekerjaan karena semua tenaga honorer dan tenaga sukarela dihapuskan.

“Saya heran juga dengan DPRD Madina yang ada di gedung terhormat sana. Mengapa dengan kejadian ini mereka hanya diam tanpa membuat suatu tindakan atas kebijakan pemerintahan yang akan menciptakan penderitaan, pengangguran dan akan menambahkan angka kemiskinan di Kabupaten Mandailing Natal ini,” imbuynya.

Di mana mata dan telinga mereka para wakil rakyat yang dipilih untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di saat masyarakat membutuhkan? Apakah mereka buta dan tuli untuk melihat dan mendengar jeritan masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan pertolongan mereka ? Ataukah mereka menunggu terjadi gejolak dulu atas kebijakan ini, baru mereka mengambil sikap?.

“Seandainya saya tidak bekerja lagi, apa yang harus saya berikan kepada keluarga saya untuk mencukupi kehidupan kami? Saya bingung dengan apa yang akan terjadi atas keluarga saya apabila saya tidak bekerja lagi. Jujur saya sangat kecewa dengan pemerintah dan wakil rakyat yang ada di gedung terhormat sana,” paparnya mengakhiri. (BS-026.beritasumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemilu perlu ditata ulang

    Pemilu perlu ditata ulang

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R. Siti Zuhro memandang perlu Indonesia menata ulang pemilihan umum agar menghasilkan pemimpin dan pemerintahan yang efektif dan akuntabel. “Penataan pemilihan umum (pemilu) ke depan diarahkan ke format yang lebih aplikatif dan efektif dengan menerapkan pemilu nasional (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta […]

  • Yusuf-Imron Akan Perjuangkan Pengembangan Industri Kecil

    Yusuf-Imron Akan Perjuangkan Pengembangan Industri Kecil

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HUTABARGOT (Mandailing Online) –  Bahwa keterpurukan ekonomi yang melanda masyarakat harus menjadi perhatian yang serius. Karena itu pasangan calon bupati Mandailing Natal nomor urut 1 Yusuf Nasution-Imron Lubis akan gigih memperjuangkan anggaran bagi tumbuh kembangnya kelompok-kelompok usaha bersama (kube) di dalam masyarakat dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi sehingga kesejahteraan dapat semakin meningkat. Itu yang dikatakan […]

  • Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    Yusuf-Imron Temui Hidayat Batubara

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERTEMU MANTAN BUPATI MADINA – Pasangan Calon bupati/wakil bupati Madina Yusuf Nasution-Imron Lubis menemui mantan bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara di LP Tanjung Gusta, Medan, kemarin. Kunjungan ini merupakan silaturrahim pasangan ini ke berbagai tokoh pasca pendaftaran mereka sebagai calon bupati/wakil bupati ke KPU Madina, Minggu (26/7) lalu. Sebelumnya, pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis […]

  • KPUD masih Tunggu Dana Untuk Susun Tahapan Pemilukada Ulang Madina

    KPUD masih Tunggu Dana Untuk Susun Tahapan Pemilukada Ulang Madina

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengatakan, tahapan-tahapan pelaksanaan Pemilukada ulang belum juga dijadwalkan atau disiapkan. Ini dikarenakan belum adanya dana yang dibutuhkan. Hal itu disampaikan Ketua KPUD Madina, Jefri Antoni SH saat dihubungi METRO melalui telepon selulernya, Selasa (4/1). “Kita kan masih menunggu dana, karena tanpa dana itu KPUD tidak […]

  • Pemkab Madina Berasalan Berkas Batahan I Belum Diberikan Transmigrasi Sumut

    Pemkab Madina Berasalan Berkas Batahan I Belum Diberikan Transmigrasi Sumut

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ini alasan Pemkab Madina soal belum mampu menyelesaikan konflik Warga Batahan I vs PT. Palmaris yang berujung ditangkapnya 12 warga Batahan I.  Pihak Pemkab Madina berasalan belum mendapat berkas dari pihak Dinas Transmigrasi Sumut, makanya belum bisa menyelesaikan persoalan warga Batahan I vs PT. Palmaris. Itu dikatakan Asisten I Pemkab Madina, […]

  • 13 Pemda di Sumut Rekrut CPNS 2013

    13 Pemda di Sumut Rekrut CPNS 2013

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Persaingan merebut kursi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur pelamar umum di wilayah Sumut bakal makin ketat. Pasalnya, hanya Pemprov Sumut dan 12 pemkab/pemko saja yang mendapat jatah kursi CPNS baru yang pelaksanaan tesnya dilakukan September mendatang. Duabelas pemda itu adalah Kabupaten Batubara, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, […]

expand_less