Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

ABG Pilihan Rp2 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
  • print Cetak


Prostitusi Lewat Facebook
JAKARTA- Orangtua tampaknya harus lebih ekstra mengurus anak-anaknya. Situs jejaring facebook kini dimanfaatkan sekelompok orang untuk praktik prostitusi. Hal inilah yang terjadi di RW 6, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Alay (50) pelanggan Dede, mucikari yang menjual tujuh ABG, warga Manggarai, Jakarta Selatan. Alay ditangkap di Apartemen Puri Kemayoran, Jakarta Pusat. Dede menjajakan layanan prostitusinya melalui situs jejaring sosial Facebook. Kepada pria hidung belang, ia menjual setiap ABG kenes seharga Rp 2 juta. Ketujuh ABG itu adalah KKS (15), AC (15), VYL (13), ZV (l5), LCS (15), NF (16), dan AS (15). Mereka tinggal satu kampung dan betetangga dengan Dede di Manggarai.

Menurut DD, orangtua VYL saat ini yang kerap mendapat ancaman adalah orangtua AS. Karena sering mendapat ancaman, nomor ponsel AS ditukar dengan nomor milik ayahnya. “Jadi, yang menerima ancaman Mr X itu ya bapaknya, AS. Tidak ada telepon, tapi SMS berkali-kali,” ujar DD.

“Anak saya pernah berkali-kali diancam oleh Alay ketika berada di Apartemen Puri Kemayoran. Alay mengancam supaya mereka tidak mengadu ke orangtua,” tutur DD, orangtua VYL saat disambangi di rumahnya di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (23/1).

Dengan nada tinggi, DD menegaskan agar pelaku tidak bertindak sewenang-wenang kepada keluarga korban. “Jangan mentang-mentang kami tidak berpunya, jadi seenaknya ambil anak kami gara-gara dia punya duit banyak,” katanya.
Merasa tidak aman pada bagian lain, DD menuturkan, anaknya, VYL, sudah diterima dengan baik oleh guru dan teman-temannya di sekolah. Dulu, VYL pergi ke sekolah sendiri. Kini, demi menjaga buah hatinya, DD mengantar VYL sekolah setiap hari.

“Saya buat jaga-jaga. Saya enggak mau ada apa-apa. Takutnya diculik. Apalagi, sejak ada SMS ancaman yang terus-menerus itu,” kata DD. Di rumah pun, DD melarang anaknya pergi ke mana-mana karena dinilai belum aman. Ia khawatir anaknya tidak pulang ke rumah kalau ada janji bertemu kenalannya melalui Facebook.

Rini, salah satu tetangga DD, mengaku resah dengan kejadian di sekitar tempat tinggalnya. Lingkungan yang semula aman kini harus diamankan secara ketat. Semua orang yang tampak asing bagi warga pasti akan ditanyai tujuannya.
“Warga sini sebetulnya resah. Tadinya aman-aman saja. Makanya wajar saja kalau ada tetangga kami menanyakan kartu identitas pada tiap orang asing yang lewat,” ujar pemilik toko kelontong itu.

Sementara itu, andai LCS tidak memacari lelaki itu, sindikat prostitusi ABG (anak baru gede) di situs jejaring sosial Facebook tidak akan terungkap. Cinta monyet antara LCS dan seorang lelaki membuat persahabatan tujuh ABG retak.
Persahabatan LCS dengan keenam temannya retak karena LCS memacari seorang lelaki yang merupakan sahabat keenam temannya itu. Pada suatu hari, keenam teman LCS meminta pertanggungjawaban.

“Ketika LCS dimintai penjelasan soal pacarnya itu, enam teman LCS mengeroyoknya di luar Pasaraya Manggarai hingga babak belur. Anak saya VYL ikut juga menghajar LCS,” tutur DD di rumahnya di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, melihat wajah anaknya membiru, orangtua LCS melaporkan hal ini kepada guru LCS di sebuah SMP swasta di Jalan Pariaman. Sang guru kemudian memeriksa identitas LCS di akun Facebook. Ia curiga melihat beberapa foto LCS bersama enam temannya dan Dede di dalam kamar sebuah hotel.

Beberapa hari kemudian, pihak sekolah mengundang semua orangtua, termasuk petugas Kepolisian Sektor Metro Setiabudi. “Saya tadinya dipanggil untuk kasus pengeroyokan. Awalnya, polisi menyampaikan kasus perkelahian remaja. Kemudian, sang guru membeberkan foto-foto muridnya yang terlibat prostitusi via Facebook,” ujar DD. (net/jpnn)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    Arsitektur Rumah di Mandailing: Satu Kajian Sejarah

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan Kawasan Mandailing pada abad ke-14 sudah disebut dalam kitab Negarakertagama, ditulis Mpu Prapanca, sejarawan dari Majapahit. Mandailing menjadi salah satu daerah eksvansinya di luar pulau Jawa. Masuknya Majapahit di kawasan Mandailing menunjukkan bahwa pada masa itu Mandailing sudah memiliki peradaban, bahkan jauh sebelum Majapahit datang. […]

  • Atika Itu Mewakili Kaum Perempuan

    Atika Itu Mewakili Kaum Perempuan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perempuan itu unik. Mereka cenderung bangga jika ada perempuan yang mewakilinya di pemerintahan, apalagi posisinya berada di pucuk. Itu pula alasan sejumlah kaum ibu di Kecamatan Panyabungan memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA). Mereka mengaku bangga dan mendukung […]

  • Operasional Penggorengan Aspal Dihentikan Sementara

    Operasional Penggorengan Aspal Dihentikan Sementara

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penggorengan aspal milik Dinas Bina Marga Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diprotes warga setempat, Jumat (06/05/2011). Camat Panyabungan Kota Sahnan Batubara MM akhirnya mengambil kebijakan menghentikan sementara operasional penggorengan aspal. (Ist)

  • Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    Pemkab Madina Tampung 280 CPNS

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) membuka pelamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) formasi tahun 2010 sebanyak 280 orang. Formasi yang di perlukan Kabupaten Mandailing Natal antara lain Guru SD sebanyak 39. Guru yang di butuhkan antaralain Guru Kelas Pendidikan D II SPGD sebanyak 25 orang, Pendidikan S1 […]

  • Lumban Pasir Berhasil di Bawang Merah

    Lumban Pasir Berhasil di Bawang Merah

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Desa Gunungtua Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal berhasil memproduksi bawang merah dengan bagus. Panen kali kedua di hamparan Saba Pasir, Kamis (16/1/2020) mampu memproduksi sekitar 2 ton bawang merah di lahan seluas 1/3 hektar. Dalam 1 Kg bibit mampu menghasilkan rata-rata 12 Kg bawang merah. Capaian itu meningkat […]

  • Atika: BPBD Garda Terdepan di Lokasi Bencana

    Atika: BPBD Garda Terdepan di Lokasi Bencana

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah garda terdepan menanggulangi bencana. Oleh karena itu, dukungan peralatan patut dipenuhi agar BPBD bisa gesit di segala medan bencana. Di sisi lain, kemampuan keuangan Pemkab Mandailing Natal (Madina) masih terbatas. Kondisi itu harus diperhatikan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) terutama pemenuhan peralatan untuk daerah. Itu […]

expand_less