Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Ahbabun Nabi Mandailing Natal Kutuk Presiden Parancis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Nov 2020
  • print Cetak

Abuya Muhammad Ibrahim Rusli Al Makky

PANYABUNGAN (Mandailing Online)Majelis Shalawat Ahbabun Nabi SAW, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menilai Presiden Prancis Emmanuel Macron telah melakukan kecerobohan yang disengaja untuk melukai hati umat Islam dan membuktikan dia sangat dangkal dalam memaknai toleransi, kebebasan dan keberagaman.

“Sangat lumrah apabila umat Islam marah, karna Macron telah menghina agama dan Nabi Muhammad SAW. Pernyataan Macron sangat melukai hati umat Islam diaeluruh dunia. Umat Islam harus melakukan perlawanan, setidaknya bersama-sama untuk memboikot produk buatan Francis yang beredar di Indonesia” tegas Rois Syuriah Majelis Shalawat Ahbabun Nabi SAW, Abuya Muhammad Ibrahim Rusli Al Makky dalam siaran pers yang diterima redaksi Mandailing Online, Senin (2/11/2020) menyikapi polemik Macron dan Umat Islam.

Abuya menyatakan bahwa Majelis Shalawat Ahbabun Nabi mengecam dan mengutuk pernyataan Presiden Francis tersebut, dan meminta Macron untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia.

“Pelecehan Macron terhadap Nabi Muhammad dan agama Islam, tidak dapat dibenarkan dari sisi apapun. Pernyataan tersebut sangat tak berdasar, provokatif , tendensius, menggelorakan islamophobia dan memiliki dampak buruk bagi perdamaian dunia,” ujar Abuya Rusli yang alumnus Ma’had Shalatiyah, Makkah ini.

Di kesempatan yang sama, Amiir (ketua) Majelis Shalawat Ahbabun Nabi, Ustad Abdul Aziz Hasibuan menambahkan, pernyataan Macron yang mengaitkan terorisme dengan Islam adalah propoganda murahan yang sangat jauh dari fakta yang ada.

Ustad Abdul Aziz Hasibuan

“Terorisme tak ada kaitan dengan agama apapun. Apalagi Islam adalah ajaran yg rahmatan lil alamin. Islam adalah agama rahmah yang damai, toleran dan menghargai keyakinan pemeluk  agama lainnya” tambah Ustad Azis.

Dijelaskan, Macron adalah potret pemimpin buruk di dunia yang melecehkan agama dan pemimpin agama dengan alasan kebebasan berekspresi.

“Macron adalah pemimpin yang bisa menyeret dunia kepada kekacauan dan permusuhan yang berkepanjangan. Dia telah menyulut api yang akan membakar dirinya sendiri. Macron ini sangat tidak memahami makna toleransi dan kerukunan antar umat beragama” ujar Ustad Aziz yang alumnus pesantren Musthafawiyah Purba Baru ini.

Ditambahkan, kebebasan berpendapat tidak boleh melampaui batas dan kebablasan karena setiap orang atau komunitas memiliki kebebasan yang sama. Apalagi sampai melecehkan keyakinan dan pemimpin agama lain.

“Kebebasan tanpa batas justru melahirkan kekacauan bagi kemanusiaan dan perdamaian dunia. Oleh sebab itu, kebebasan harus dimaknai sebagai sikap toleran kepada yang lain, menghormati perbedaan, dan tidak berbuat sesuatu yang mencederai pihak lain,” ujar pengusaha Toko Arafah ini.

Ditambahkan Ustad Azis, pihaknya mendukung MUI yang meminta umat Islam untuk memboikot produk Francis yang beredar di Indonesia sebagai bentuk solidaritas dan protes atas pernyataan Macron tersebut.

Beberapa hari terakhir,  umat Islam di seluruh dunia marah akibat pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menyebut kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan majalah Charlie Hebdo sebagai bentuk kebebasan berekspresi di negaranya. Selain itu Macron juga menyatakan masa depan Prancis hendak dirampas oleh Islam garis keras/ekstrimisme.

Sontak pernyataan Macron tersebut memantik kecaman dan menyulut protes umat Islam di seluruh dunia, termasuk protes keras dari  Kabupaten Madina yang dikenal dengan julukan “Serambi Makkah” Sumatera Utara.

Sumber : rilis
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    Soal 11 Ranperda, Kini Pemkab Yang Tak Siap

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang dibahas DPRD Mandailing Natal (Madina) sejak pekan lalu, kini mulai terbentur kendala. Rangkaian pembahasan sempat diskors dua kali karena pemerintah daerah tidak siap mengajukan draf ranperda yang mengacu pada ketentuan UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan serta Permendagri Nomor 53 Tahun […]

  • 3 Kandidat Bertarung Rebut Ketua BEM di BLU-STAI Madina

    3 Kandidat Bertarung Rebut Ketua BEM di BLU-STAI Madina

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebanyak tiga kandidat, masing-masing Nisman, Jureid, dan M Ihsan Matondang, akan bertarung merebut kursi ketua BEM Badan Layanan Umum Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal, pada pemilihan rakyat, Sabtu (29/1). Ketiga kandidat dan pasangannya sudah menerima nomor urut. Untuk nomor urut 1 dipegang Nisman-Hamidun Ari, pasangan nomor urut 2 Jureid-Sartika Nasution, disusul M Ihsan Matondang- […]

  • Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlie) – Petani di beberapa desa kawasan Gunung Tua Raya Kecamatan Panyabungan merasa ditipu oleh Pemkab Madina. Pasalnya bibit padi yang disalurkan kepada petani dicurigai sebagai bibit kadaluarsa. Sejumlah petani di Gunug Tua kepada Mandailing Online, Selasa (7/2/2017) mengungkapkan bahwa tanaman padi varietas Mekongga yang dibagikan Pemkab  Madina beberapa bulan lalu ternyata hasil […]

  • 250 Napi hanya Dijaga 20 Petugas

    250 Napi hanya Dijaga 20 Petugas

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Rochidam Kalapas Panyabungan MADINA- Sedikitnya 250 narapidana atau biasa disebut napi di Lapas Klas II B Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, hanya dijaga 20 petugas. Hal ini terungkap pada serah terima jabatan (Sertijab) Rochidam BcIP SSos MSi menjadi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) klas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (22/2). Rochidam menggantikan Bambang Basuki BcIP […]

  • Mahir Berbahasa Inggris di usia SD, FKP Kunjungi Hamzah Nasution

    Mahir Berbahasa Inggris di usia SD, FKP Kunjungi Hamzah Nasution

    • calendar_month Senin, 27 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MALINTANG (Mandailing Online) – Forum Komunikasi Pendidik (FKP) Mandailing Natal (Madina) mengunjungi Imam Hamzah Nasution murid SD Negeri 052 Malintang di rumah Tuo-nya, Desa Malintang, Senin (27/11/2023). Imam Hamzah sudah mampu berbahasa Inggris, dipelajarinya secara autodidak. Kunjungan dan penyerahan bingkisan ini dilakukan FKP dalam rangka Hari Jadi PGRI ke 78 tanggal 25 November 2023. Atas […]

  • KPK Panggil Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut

    KPK Panggil Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, – Penyidikan kasus dugaan korupsi APBD Provinsi Sumatera Utara, mendekati titik terang. Wakapolri Komjel Pol Oegroseno, juga mendukung Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) memantau penyidikan kasus korupsi APBD Sumut di Polda Sumut. Demikian dikatakan Ketua Gerakan Transparansi Anggaran Rakyat (Getar) Arief Tampubolon di Medan, Senin (26/8/2013). “Kemarin saya ada komunikasi dengan Wakapolri melalui seluler, dia […]

expand_less