Rabu, 4 Mar 2026
light_mode

Andi Kembali Diancam Fatori

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
  • print Cetak


SIANTAR- Kontributor Trans TV Andi Siahaan kembali mendapat ancaman dari Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIk, Minggu (5/12) pagi. Kabar ini diketahui melalui berita yang beredar ke email sejumlah wartawan di Siantar. Dalam email tersebut, Andi mengatakan bahwa Fatori mengancam akan menghabisi nyawanya jika keluar dari tahanan.

“Sekitar pukul 8.10 WIB, Minggu (5/12), Fatori mendatangi ruang tahanan. Dia mengancam saya dengan kata-kata, ‘Saya tak takut dicopot, saya masih 15 tahun lagi dinas. Lihat, kalau kamu keluar, akan saya bikin sengsara kamu.’ Setelah itu dia mengatakan saya menfitnah Fatori. Dia bilang tidak melakukan pemukulan. Lalu saya bilang saya tidak memfitnah. Tiba tiba dia meludahi saya. Dan dikatakannya, ‘Saya sudah lama tidak menembak kepala orang dan menjilat darahnya, saya tunggu kamu di luar ya! Peristiwa tersebut disaksikan 7 tahanan lain dan beberapa orang petugas jaga.”

Demikian isi email yang dikatakan berasal dari Andi Siahaan. Hal ini tidak dibantah Jhonli Sinaga SH, kuasa hukum Andi. Jhonli mengatakan, ia juga mendengar ada pengancaman terhadap Andi pada Minggu pagi.

“Benar, saya tadi dengar dari istrinya. Kita tidak tahu bagaimana caranya dia memberi kabar. Kita tunggu sama-sama dia keluar,” kata Jhonly melalui beberapa pesan singkat kepada METRO SIANTAR (grup Sumut Pos).

Sementara, L br Panjaitan, istri Andi, tidak berhasil dimintai keterangan melalui ponselnya, Minggu (5/12) malam. Seorang perempuan yang mengaku keponakannya, mengatakan bahwa L br Panjaitan sedang pergi berobat akibat kurang sehat.

“Baru saja pergi, tante sedang sakit dan pergi berobat,” kata wanita tersebut.
Sebelumnya, Minggu (5/12) pagi, kru koran ini juga menerima sebuah SMS dari nomor 08788551xxxx yang mengaku dari Andi Siahaan. Dalam pesan singkat tersebut, Andi meminta alamat email wartawan dan mengatakan dia belum bebas dari tahanan dan akan mengirim email saat jam besuk.

Sambut Kapolresta Baru
Sementara, sejumlah warga Siantar mengaku gembira mengetahui adanya rencana serah jabatan (sertijab) Kapolresta, Senin (6/12) hari ini. Menurut mereka, keputusan itu sudah tepat dan sebaiknya sudah dilakukan sejak jauh hari.
Iwan, warga Jalan Rakutta Sembiring, mengatakan, selama setahun ini warga Siantar selalu dikejar rasa ketakutan karena banyaknya tindak kejahatan tak tertanggulangi ditambah sikap arogan Kapolresta AKBP Fatori SIk.

Salah seorang anggota kepolisian Polres Simalungun bahkan angkat bicara dan berharap Kapolresta baru bisa menjalin kerja sama yang baik dengan Polres Simalungun dalam menciptakan keamanan di Siantar.

“Kita harap Kapolresta yang baru bisa menjalin kerja sama yang baik dengan masyarakat dan elemen-elemen lain. Tidak seperti yang kemarin,” ujar polisi tersebut.

Dia berharap situasi semasa Fatori tidak terulang kembali, terutama kepada anggota polisi. “Dulu kami juga pernah kena marah sama dia (Fatori, red) sewaktu membantu pemilukada di Siantar dan ketika bertanding sepakbola. Itu kan hal yang sangat tidak patut dilakukan seorang perwira menengah. Semoga Kapolresta yang baru bisa kembali menyegarkan hubungan antara Polresta dengan instansi yang lainnya,” ujarnya lagi.

Sebagaimana diberitakan, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Oegroseno SH mencopot Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fathori dari jabatannya sebagai Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolres) Siantar.

Pencopotan itu dilakukan terkait insiden penangkapan Andi Siahaan, wartawan salah satu televisi swasta yang bertugas di Pematangsiantar, baru-baru ini. Bahkan, sempat beredar informasi bahwa Kapolresta menganiaya wartawan tersebut yang ditahan di Polres. “Dia kita mutasi dan ditarik bertugas di Polda,” jelas Kapolda Irjen Pol Drs Oegroseno SH usai salat Jumat di Mapolda Sumut, (3/12).

Andi Siahaan dianiaya Fatori di ruang tahanan, yakni dipukul dengan tangan kosong dan sarung tinju. Bahkan dalam keadaan tangan diborgol, tubuh Andi juga dibenturkan ke dinding. Akibatnya, bibir suami L boru Panjaitan ini pecah dan berdarah.

Kepada istrinya, Andi menceritakan kronologis penganiayaan itu dan karena tidak senang dengan perlakuan tersebut, L boru Panjaitan menuju Medan membuat pengaduan ke Polda Sumut, Kamis (2/12). Laporan itu direspon Kapolda dan memerintahkan Kabid Humas Kombes Pol Baharuddin dan Kabid Propam Kombes Pol Edi Napitupulu, melakukan penyelidikan ke Polres Pematangsiantar.

Sebelumnya, Sabtu (8/5) lalu, Fatori juga pernah mengamuk kepada sejumlah wartawan. Kapolresta mengamuk dengan melemparkan tongkat kehormatannya dan topi kepada sedikitnya 8 wartawan yang hendak konfirmasi. Bukan itu saja, Fatori juga mengajak wartawan duel dengan membuka bajunya.

Peristiwa itu berawal saat sejumlah wartawan melakukan peliputan tentang oknum Bikers Mitra Polri (BMP) yang ditahan di Mapolresta Siantar. Diduga penahanan dilakukan terhadap anggota BMP bernama Andika (30), warga Jalan Manambin Kelurahan Timbang Galung tidak sesuai prosedur. Selanjutnya sejumlah wartawan melakukan peliputan di Mapolresta. Setelah satu jam wartawan menunggu selesai pemeriksaan Andika, tiba-tiba Kapolresta Siantar AKBP Fatori SIk tiba di Mapolresta. (ara/mag-16/smg)
Sumber: Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

    Batu Tulis dan Girp (Alat Belajar Anak Masa Lalu)

    • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Pembina Forum Pendidik Madina Sada dua tolu ning na gurui Opat lima onom mangiut sipitui Roma si salapan dohot sambilan i Gonop ma bilangan so ro si sapului Ulang di tijuran batu tulis i Um denggan ma di basu dohot aek tawar i Ini bagian syair dari lagu yang […]

  • Rombongan NNB Diamuk Massa

    Rombongan NNB Diamuk Massa

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tuntut Pelaku Ditangkap, Warga Sisipa Blokir Jalan Warga Desa Siloung, Sialang, dan Parindoan atau Sisipa, Kecamatan Batang Toru, Tapsel, memblokir jalan dengan mendirikan tenda dan menanam pohon karet, Minggu (31/7) pagi. Aksi ini menyebabkan kemacetan sekitar 3 kilometer selama 6 jam. Menurut Kades Sisipa Ikhlas Rambe, pemblokiran jalan tersebut merupakan buntut dari aksi pengeroyokan yang […]

  • Turki Serukan Dunia Islam Lawan Israel

    Turki Serukan Dunia Islam Lawan Israel

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ISTANBUL (Mandailing Onilne) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengajak pemimpin Muslim di seluruh dunia untuk bersatu dan melawan Israel. Pernyataan ini ia katakan beberapa hari setelah sejumlah rakyat Palestina tewas ditembak penembak jitu Israel dalam pawai yang menandai 70 tahun penjajah Israel. Berbicara dalam pertemuan istimewa Kerja Sama Organisasi Islam (OKI), Erdogan mengatakan, Israel […]

  • 2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

    2 Truk Terperosok Macet 33 Jam

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Dua truk over tonase bermuatan kayu dan cangkang kelapa sawit terperosok di pinggir jalan tikungan tajam dan tanjakan di perbatasan Desa Tombangkaluang, Batang Natal, Madina. Akibatnya arus lalu-lintas macet sekitar 33 jam. Informasi dihimpun METRO, dua truk tersebut melintas dari arah berlawanan, Rabu (10/8) malam sekira pukul 19.00 WIB. Truk bermuatan kayu datang dari […]

  • Tiang Listrik di Tengah Jalan Bernilai Proyek 1,5 Miliar itu Akhirnya Dipindahkan

    Tiang Listrik di Tengah Jalan Bernilai Proyek 1,5 Miliar itu Akhirnya Dipindahkan

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Akhirnya ULP PLN Panyabungan pindahkan tiang listrik yang berada di tengah jalan Pagur-Panyabungan di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina. Melalui Andy Yusuf Situmeang dari ULP PLN Panyabungan mengatakan pihaknya telah selesai memindahkan tiang tersebut. Keterlambatan pemindahan tiang karena masa siaga 17 san listrik tidak bisa padam. Ia juga mengungkapkan terkait biaya pemindahan […]

  • ANTI KHILAFAH: DULU DAN KINI

    ANTI KHILAFAH: DULU DAN KINI

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di Tanah Air, Khilafah terus diperbincangkan. Padahal pengusung utamanya, HTI, telah dibubarkan. Sepertinya, dalam jangka panjang, isu Khilafah—juga HTI—masih tetap akan dimainkan. Setidaknya untuk terus digoreng, dijadikan kambing hitam, atau sekadar untuk pengalih perhatian dari ragam persoalan yang gagal diatasi oleh rezim saat ini. Khilafah bahkan selalu dituding sebagai ancaman. Padahal jelas, ancaman itu datang […]

expand_less