Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Apa Sih Motivasi Saipullah Ingin Jadi Bupati Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 2 Nov 2024
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di usia yang tak muda lagi, H. Saipullah Nasution, SH, MM, masih terlihat tegap dan gagah. Ini berkat ketekunannya menjaga kesehatan dengan pola makan yang terartur dan rutin puasa sunnah pada Senin dan Kamis.

Nikmat sehat yang diberikan Allah SWT itu pula yang mendorong putra kelahiran Gunung Baringin, Panyabungan Timur, ini untuk terus membaktikan diri kepada masyarakat. Selain menjadi Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS), dia juga maju sebagai calon bupati Mandailing Natal (Madina) berpasangan dengan Atika Azmi Nasution pada Pilkada 2024.

Demi keinginan membangun tano hasorangan (tanah kelahiran), Bang Ipul – panggilan akrab Saipullah Nasution – rela menunda pensiun. Walau sudah 39 tahun berkarier di eksekutif, sebagian besar di Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Bang Ipul belum mau pensiun untuk mengabdikan hidupnya pada bangsa dan negara.

“Dari sisi karier, saya ada di eksekutif selama 39 tahun. Semestinya ini waktu untuk menikmati masa pensiun. Tapi, saya berpikir alangkah baik manakala ilmu dan pengalaman yang saya peroleh selama berkarier dimanfaatkan untuk memberikan pemikirian dan sumbangsih dalam memajukan Madina,” kata Bang Ipul.

Walau kini tak lagi menjadi birokrat di Kementerian Keuangan, tokoh bergelar Sutan Kumala Parhimpunan Naposo ini bertekad terus mengabdi untuk masyarakat sepanjang hayat masih dikandung badan. Selama badan dan pikiran masih sehat, Bang Ipul ingin menjadi pemimpin yang membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

Di tengah-tengah publik Madina, nama Saipullah Nasution bersama Atika Azmi Utammi makin harum. Berbagai kalangan optimistis pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Madina berakronim SAHATA ini bakal menjadi pemenang pada Pilkada Madina 2024. Dukungan yang terus mengalir membuat popularitas dan elektabilitas Saipullah-Atika makin tak terbendung.

Suami dari Yupri Astuti ini tak mau menyia-nyiakan setiap peluang dan ruang yang bisa digunakan untuk mengabdi kepada masyarakat, terutama di tano hasorangan yang juga tano sere ini.

Menurut alumni SD Gunung Baringin ini, Madina masih jauh tertinggal dari daerah-daerah lain di wilayah Sumatera Utara. Untuk itulah dia ingin mengejar berbagai kemajuan daerah lain jika diamanahkan memimpin kabupeten paling selatan Sumatera Utara ini.

Bang Ipul ingin membawa kabupaten menjadi lebih maju lagi, sehingga nantinya bisa berdiri di atas kaki sendiri dan raja di daerahnya sendiri.

“Jika saya nantinya diamanahkan rakyat memimpin Kabupaten Madina selama lima tahun kedepan, cita-cita saya akan membawa kabupaten ini lebih maju lagi dan bisa berdiri di atas kaki sendiri dan raja di daerahnya sendiri,” katanya.

Pada perhelatan Pilkada Madina 2024, Paslon Saipullah-Atika mengusung tagline: SAHATA, Madina Maju, Madina Madani. Saipullah menjelaskan, SAHATA merupakan akronim Saipullah-Atika. Sedangkan tagline ‘Madina Maju’ mengartikan pasangan Saipullah-Atika akan membawa Kabupaten Madina sejajar dengan daerah lainnya di Sumatera Utara.

“Madina madani diartikan Madina yang memiliki masyarakat sosial dalam kedudukannya yang bermartabat. Madani adalah bumi yang penuh dengan ibadah, islamiyah, dan relijius. Jadi, itu sangat tepat karena bermartabat,” ungkapnya.

Saipullah kemudian mengungkapkan latar belakang yang mendorongnya maju pada Pilkada Madina 2024. Menurut dia, keinginan itu diawali kecintaannya pada Kabupaten Madina. Dia ingin melihat kabupaten ini menjadi salah satu kabupaten yang mandiri seperti kabupaten-kabupaten lain di Indonesia.

“Mestinya di usia saya yang sekarang ini adalah istirahat. Tapi, izinkan kami dengan niat ibadah datang ke Madina untuk mengabdikan diri. Menyerahkan jiwa raga, baik itu kemampuan, ide-ide serta hal-hal yang kami bisa untuk meneruskan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya,” ujarnya.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Bang Ipul berharap dukungan semua pihak. Tanpa dukungan dan dorongan seluruh masyarakat Madina, kata dia, gagasan untuk memajukan Madina itu tidak ada artinya.

“Saya tentu mengharapkan dukungan, baik dalam suatu tulisan, karya dari semua pihak, termasuk seluruh partai pengusung. Kami akan menampung semua ide-ide dan akan kita kolaborasikan, sehingga Madina bisa lebih cepat maju,” pungkasnya. (rel/dahlan)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mitigasi Bencana Alam Ala Islam

    Mitigasi Bencana Alam Ala Islam

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh: Djumriah Lina Johan Aktivis Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pemerintah daerah segera melakukan langkah tanggap darurat setelah terjadi gempa bumi 6,1M di Jawa Timur (jatim) pada Sabtu (10/4/2021). Instruksi yang sama juga diberikan Jokowi kepada kementerian serta lembaga negara terkait. “Saya telah memerintahkan kepada Kepala BNPB, Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri […]

  • Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    Perda Tambang Rakyat, Solusi Polemik Tambang di Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : H.RIDWAN RANGKUTI, SH.MH Advokat/Ketua DPC Peradi Tabagsel Dosen Hukum Pertambangan Fak.Hukum UMTS Padang Sidempuan.   Polemik yang berkepanjangan seputar keberadaan tambang emas yang dikelola oleh masyarakat di Mandailing Natal belum menemukan titik reda. Oleh karena itu, saya melihat harus ada upaya pemerintah daerah untuk menerbitkan Peraturan Daerah tentang Pertambangan Rakyat sebagai solusinya. […]

  • Syamsul Arifin Nonaktif Sebagai Ketua DPD I Golkar Sumut

    Syamsul Arifin Nonaktif Sebagai Ketua DPD I Golkar Sumut

    • calendar_month Kamis, 28 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Gubernur Sumatera Utara nonaktif Syamsul Arifin untuk sementara dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Sumut periode 2010-2015. Pencopotan Syamsul Arifin disampaikan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar HR Agung Laksono kepada wartawan di Medan, Rabu, 27 April 2011. “Untuk sementara Syamsul Arifin digantikan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu […]

  • Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian II)

    Peradaban Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola (Bagian II)

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Falah Nasution Guru Sejarah SMAN 2 Plus Panyabungan/Alumni Pend. Sejarah FIS UNIMED Menurut Drs. Askolani, selaku budayawan Mandailing, mengatakan bahwa sungai Batang Angkola menjadi rute transportasi air dalam pengangkutan kapur barus dan kemenyan dari dataran tinggi Tapanuli Bagian Selatan menuju Barus melewati laut barat Sumatera pada perdagangan kapur barus di Barus saat itu. […]

  • Kafir Politis

    Kafir Politis

    • calendar_month Sabtu, 15 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Esai : Emha Ainun Najib Kafir Politis     Kalau menjelaskan pada jemaah-jemaah kecil kaum muslimin yang awam tentang kufur atau kafir, biasanya saya memakai entry point soal bersih atau kebersihan. Misalnya begini: sepanjang seseorang masih mandi dan makan tiap hari, maka ia tak bisa disebut sebagai kafir dalam arti total. Orang mandi, ightisal alias […]

  • SISTEM HUKUM MANDAILING (1)

    SISTEM HUKUM MANDAILING (1)

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Entitas dan Kontekstualitas Sejarah Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutradara Pada awalnya semua suku bangsa memiliki sistem aturan tersendiri yang mengatur pola tingkah laku antar-individu masyarakatnya. Mandailing, sebagai satu suku bangsa, bukan sebatas etnik dalam pengertian sempit, juga memiliki sistem aturan tersebut. Saya tentu tak berkompetensi untuk menjelaskan berbagai pengertian hukum, baik dari segi hukum adat, […]

expand_less