Jumat, 6 Mar 2026
light_mode

Banyak PNS ‘Lari’ dari Taput

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
  • print Cetak


TARUTUNG-Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput), Jasa Sitompul, menyampaikan kritik atas banyaknya PNS setingkat eselon II dan III ‘lari’ dari Pemkab Taput dan memilih berkarir di daerah lain. Kondisi itu menyebabkan proses pembangunan terhambat, sebab PNS yang pindah umumnya para pejabat potensial dan layak menduduki jabatan strategis.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Taput Drs Rudolf Manalu melalui Kepala Bidang (Kabid) Mutasi K Siregar mengakui hal itu. Menurutnya, selama tahun 2010, sudah ada 52 Pegawai Negeri Sipil (PNS) hengkang atau pindah dari Taput.

“Perpindahan itu tidak sebanding dengan PNS yang masuk ke daerah ini. Di mana PNS pindahan yang masuk ke Taput hanya 21 orang. Hal itu tentu sangat menghambat proses pembangunan,” ucap K Siregar.

Ditanya apa alasan para PNS memilih ke luar daerah, K Siregar mengaku tidak tahu. “Soal itu saya kurang tahu. Yang jelas, mereka memilih pindah dengan alasan masing-masing. Ada yang bilang, mereka mendapat tawaran kerja di daerah lain, maka buru-buru mengurus surat pindah,” terangnya.

Salah seorang pejabat Eselon III bernama Rasidin Manik yang sebelumnya bertugas di BKD Taput, bahkan mengaku sudah pindah ketika dihubungi via telepon seluler. Dia mengaku sudah tidak bertugas lagi di wilayah tersebut sejak dua bulan lalu. “Saya tidak bertugas di Taput lagi. Sekarang saya sudah mengabdi di Kabupaten Simalungun,” ucapnya.

Ditanya apa alasannya pindah, Rasidin enggan menjelaskan. “Soal itu tidak usahlah dibahas, tak perlu diperpanjang,” ujarnya singkat dan langsung menutup telepon genggamnya.

Salah seorang pejabat Eselon II yang juga pindah tugas ke daerah lain adalah CY Hutauruk, mantan Staf Ahli Taput dan sekarang bertugas di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa).

Perpindahan sejumlah pejabat ini sudah mendapat protes dari anggota DPRD Taput Jasa Sitompul. Anggota Komisi A yang membidangi pendidikan ini menyayangkan perpindahan para pejabat tersebut. Dia menilai, PNS yang pindah ke luar daerah merupakan orang-orang bermutu, hanya saja tidak diberdayakan pemerintah setempat.

“Saya kira itulah alasan mereka (pejabat, red) hengkang dari Taput. Karena merasa tidak diberdayakan, mereka memilih pindah dan mengabdi ke kabupaten/kota lain,” bebernya.

Ironisnya, informasi yang beredar di Pemkab Taput, saat ini sekitar 20 PNS sedang mengajukan surat pindah. Namun belum diketahui apa alasan mereka mengurus perpindahan tersebut.

P Nainggolan (43), salah seorang warga Taput yang mengaku berteman dengan sejumlah pejabat, mengomentari perpindahan sejumlah pejabat itu. “Misalnya, YC Hutauruk. Sebelum ia menjadi Staf Ahli Taput, yang bersangkutan adalah mantan Kepala Dinas Kehutanan pada tahun 2009. Artinya, sudah berpegalaman di bidang Kehutanan. Seharusnya orang seperti dia dibutuhkan saat ini mengingat banyaknya daerah yang sudah rawan longsor dan banjir. Melihat situasi seperti ini, harusnya pemimpin Taput intropeksi diri. Mungkin saja mereka merasa tidak nyaman bertugas karena dihantui pemutasian, yang akhir-akhir ini marak di Taput,” katanya. (rih/smg)
Sumber : Sumut Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Kembali Raih Opini WTP, Atika: “Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua”

    Madina Kembali Raih Opini WTP, Atika: “Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua”

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut kembali meraih prestasi dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP ini diraih berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2023 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumatera Utara (Sumut). Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan tersebut diterima langsung oleh Wakil […]

  • Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    Mahasiswa Desak Kejatisu Periksa Bupati Madina Untuk Pemberkasan

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Mahasiswa kembali melakukan unjukrasa di depan kantor Kejatisu, Medan, Senin (9/9/2019) mendesak penuntasan kasus Taman Raja Batu di Madina. Aksi unjukrasa yang dimulai sekira pukul 11.30 WIB dan berkekuatan sekitar 50 massa itu berasal dari organisasi Koalisi Mahasiswa Pergerakan Madina (Kompak). Mereka memampangkan spanduk yang berisi desakan serta melakukan orasi […]

  • Dinilai Permainkan Aturan, Madina Care Minta Pemkab Madina Balcklist dr AK dari Peluang PPPK

    Dinilai Permainkan Aturan, Madina Care Minta Pemkab Madina Balcklist dr AK dari Peluang PPPK

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online): Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) diminta memblacklist dr. AK dalam seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Kerja (PPPK) 2024, karena diduga kuat pada penerimaan seleksi PPPK 2023 telah melanggar PermenpanRB Nomor 14 Tahun 2023. Demikian disampaikan Founder Madina Care Institute Wadih Al-rasyid, Jum’at (09/08/2024). Ia menilai apa yang telah dilakukan […]

  • Minggu Tenang, APK di Jalan Nasional Masih Bertebaran  

    Minggu Tenang, APK di Jalan Nasional Masih Bertebaran  

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – sejumlah alat peraga kampanye ( APK) di jalan nasional kota panyabungan terlihat masih belum dibersihkan meski saat ini Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 15/2023, masa tenang Pemilu 2024 jatuh pada tanggal 11 Februari 2023. Dan masa tenang kampanye merupakan masa yang tidak digunakan untuk melakukan aktivitas pemilu. Pantauan Mandailing Online, H – […]

  • Polisi Harus Jelaskan Penangkapan Warga Batahan

    Polisi Harus Jelaskan Penangkapan Warga Batahan

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Aliansi Rakyat Peduli Madina meminta Polres Mandailing Natal menjelaskan penangkapan belasan orang warga Batahan. “Sedih banget mendengar klimak perjuangan rakyat berakhir seperti ini,” kata Ardian N, mewakili segenap pengurus yang dilansir di akun facebook Aliansi Rakyat Peduli Madina, Senin (21/3/2016). Bagi Aliansi Rakyat Peduli Madina, jika penangkapan dilakukan karena dugaan mencuri […]

  • “Lukanya Kemaluan Anak Ibu Itu Hanya Sedikitnya, Jadi Untuk Apalah Permasalahan Ini Diperpanjang”

    “Lukanya Kemaluan Anak Ibu Itu Hanya Sedikitnya, Jadi Untuk Apalah Permasalahan Ini Diperpanjang”

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Seputar Kasus Pencabulan Anak di Natal NATAL (Mandailing Online) – Peristiwa pencabulan terhadap bocah perempuan umur 4,7 tahun di Kelurahan Pasar I Natal, Mandailing Natal (Madina) hingga kini kian menyayat hati keluarga korban. Sebab, pelakunya berinisial SMH pelajar SMA dan anak seorang anak oknum pejabat Pemkab Madina yang juga tetangga korban masih berkeliaran karena kebijakan […]

expand_less