Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Bersaing dengan 22 Negara, MAN 1 Madina Raih Perak dan Perunggu di IID 2021

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
  • print Cetak

DENPASAR (Mandailing Online) – Madrasah Aliah Negeri 1 Madina mampu bersaing dengan 22 negara dalam Indonesia Inventors Day (IID) 2021.

IID 2021 berlangsung di Denpasar, Bali, tanggal 26-29 November 2021, diikuti  23 negara.

Tim Riset MAN 1 Mandailing Natal (Madina) berhasil meraih Perak dan Perunggu.

IID adalah ajang tingkat internasional bagi para penemu lokal dan internasional juga ilmuwan riset untuk mempresentasikan hasil penemuannya.

Adapun fokus dalam ajang ini adalah pameran dan kompetisi. Para peserta dapat membawa produk akhir, sampel, prototipe atau mock-up untuk dipresentasikan di IID.

Kepala MAN 1 Madina, Salbiah S. Ag, MM menjawab Mandailing Online via telefon seluler, Selasa (30/11/2021) mengungkapkan membawa dua tim riset ke ajang IID itu.

Kedua tim itu adalah Tim TASJER (kertas dari daun genjer) serta tim BAKKER (batubata dan limbah masker).

Tim TASJER meraih medali Perak. Tim BAKKER meraih medali Perunggu.

Masing-masing tim riset ini terdiri dari pelajar dan guru pembimbing MAN 1 Madina.

Tim TASJER terdiri dari Ika Aidil Putri (kelas XII MIA 1), Muhammad Farhan (kelas XII IIS 1), Lily Fitri Hasanah (kelas XII MIA 2), Eni Alfiyah (kelas X Bahasa). Guru pembimbungnya Zuraidah Hasibuan, S.Pd. 

Tim BAKKER terdiri dari Khoirun Nisa Pulungan (kelas XII MIA 8), Diana Marini Nasution (kelas XII IPS 1), Aisyah Sodiah (kelas X MIPA 6), Fitri Aliyah (kelas X MIPA 8), Marfah Ronaito (kelas X IPS 1). Guru Pembimbingnya Wahyu Alim, S.Pd.

Salbiah menyebut, meski program riset terbilang baru di MAN 1 Mandailing Natal, namun sudah terbukti bahwa sekolah ini pantas menyandang gelar Madrasah Riset. Ini tidak lepas dari jerih payah guru-guru pembimbing riset dan kemauan dari pelajar.

Dia menambahkan bahwa tidak sia-sia semua kerja keras, kemauan kuat dan pengorbanan serta dukungan dari berbagai pihak sehingga pelajar MAN 1 Mandailing Natal berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Proses persiapan menuju lomba riset itu, kata Salbiah tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala yang dihadapi, mulai dari kertas yang mudah sobek dan genjer yang susah dicari.

Namun semua kendala bisa diatasi berkat dukungan dari berbagai pihak.

“Terima kasih atas do’a dan dukungan dari berbagai pihak, atas prestasi yang diraih oleh tim MAN 1 Mandailing Natal dan semoga MAN 1 Mandailing Natal bisa menjadi lebih baik lagi,” katannya.

Peliput : Ismail Ojie
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Mengintip” Peta Persaingan Akhir Seleksi Calon Anggota KPID Sumut

    “Mengintip” Peta Persaingan Akhir Seleksi Calon Anggota KPID Sumut

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlan Batubara pemerhati media komunikasi massa dan media sosial   Proses Seleksi Calon Anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumut 2021-2024 sudah mendekati klimaks. Dalam tiga bulan terakhir, telah berlangsung empat tahap. Tim Seleksi yang terdiri dari lima orang dan dipimpin Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd itu sudah menyerahkan hasil kerjanya berupa daftar 21 […]

  • HIPMI Madina Ajak Pengusaha se-Nusantara Investasi di Bumi Gordang Sambilan

    HIPMI Madina Ajak Pengusaha se-Nusantara Investasi di Bumi Gordang Sambilan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – BPC HIMPI Mandailing Natal (Madina) yang turut serta menghadiri puncak perayaan 50 tahun HIPMI di Convention Center, Jakarta, Jumat (10/6) mengajak pengusaha muda se-Nusantara untuk berinvestasi di Bumi Gordang Sambilan. Ajakan itu disampaikan Ketua HIMPI Madina Mhd. Zainal Arifin kepada ketua HIPMI se-Nusantara yang turut hadir dalam perayaan yang mengangkat tema […]

  • Pertamina Diharap Konsisten Pasok Quota Gas LPG 3Kg ke Madina

    Pertamina Diharap Konsisten Pasok Quota Gas LPG 3Kg ke Madina

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PT Pertamina Gas dihimbau konsisten memenuhi kiriman gas LPG 3 Kg bersubsidi sesuai quota untuk Mandailing Natal (Madina). Himbauan itu dicetuskan Anggota DPRD Madina dari Hanura, Khairul Anwar Hasibuan, Selasa (4/2/2025) terkait kelangkaan gas melon itu di Madina dalam sepekan terakhir. “Keresahan masyarakat akibat langkanya gas LPG 3 kg sepekan […]

  • Kepengurusan Baru Didominasi Tokoh Muda, PPP Madina Siap Hadapi Pemilu 2024

    Kepengurusan Baru Didominasi Tokoh Muda, PPP Madina Siap Hadapi Pemilu 2024

    • calendar_month Minggu, 12 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) periode 2021-2026 didominasi tokoh-tokoh muda. Dengan kepengurusan yang baru tersebut, PPP Madina pun siap menghadapi pemilu 2024. SK Kepengurusan yang baru ini diterima oleh Ketua PPP Madina Muhammad Irwansyah Lubis, Wakil Sekretaris Ahmad Subuki, dan Bendahara Zulfahri Batubara […]

  • Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    Wagub Erry Ngaku tak Tahu-Menahu Soal Bansos Sumut

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengaku tidak tahu-menahu masalah dana bantuan sosial Provinsi Sumatera Utara 2011-2013. Hal itu dikatakan Erry di sela-sela menjalani pemeriksaan di Pidana Khusus Kejagung, Rabu (5/8). Erry mengaku, mendapat amanah sebagai Wagub Sumut pada 2013. Sedangkan bansos yang diperiksa kejaksaan adalah tahun 2011, 2012 dan 2013. […]

  • Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    Partispasi Rendah, Siapa Salah?

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Amir, warga Desa Parbangunan, Panyabungan, memilih ke ladang ketimbang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pria berusia sekitar 41 tahun ini, merasa rugi kalau harus menyambangi TPS. Soalnya, memberikan hak pilih justru akan membuat dia rugi secara ekonomi. Dia mengaku, andai bekerja di ladang selama sehari, uang yang akan didapat bakal cukup untuk memenuhi kebutuhan […]

expand_less