Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Bulung Gadung Naiduda Goreng dari Mandailing Malaysia (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 22 Des 2016
  • print Cetak

bulung gadung naiduda goreng

bulung gadung naiduda goreng

Oleh : Dahlan Batubara

 

Menu bulung gadung naiduda (daun ubi tumbuk) termasuk satu dari sekian ragam gulai khas Mandailing. Satu etnis yang bermukim di kawasan selatan Sumatera Utara.

Bulung gadung naiduda ini dimasak memakai santan kelapa dan biasanya ditambah dengan perancah berupa udang kering atau ikan asin atau ikan salai.

Tetapi apakah Anda pernah mencicipi bulung gadung naiduda goreng? Yaitu bulung gadung naiduda yang digoreng pakai minyak goreng, bukan digulai pakai santan.

Bulung gadung naiduda goreng ini belum pernah saya temukan di Tanah Mandailing. Saya mencicipinya justru di Negeri Sembilan, Malaysia tahun 2015 lalu ketika kunjungan kali kedua saya ke Tanah Semenanjung itu. Tepatnya di rumah Saudara Ramli Bin Abdul Karim Hasibuan di kawasan Nilai, Negeri Sembilan.

Yang menggorengnya adalah istri beliau, dan disajikan ketika kami makan siang. Di saat makan siang itu, Ramli menjelaskan bahwa bulung gadung naiduda goreng itu hasil inovasi kaum Mandailing di Malaysia, termasuk dari kampung Kerangai, Jelebu,  kampung kelahiran Ramli, suatu perkampungan etnis Mandailing yang hingga kini penduduknya masih berbahasa Mandailing dalam percakapan sehari-hari.

Gulai bulung gadung naiduda sejak dahulu kala memang tetap menjadi masakan khas kaum Mandailing di Kampung Kerangai dan beberapa perkampungan kaum Mandailing lainnya di kawasan itu yang tidak punah, sejak kaum itu hijirah dari Perak. Masakan khas itu dibawa dari tanah leluhur Mandailing ketika migrasi terjadi dari Tanah Mandailing di Sumatera ke Tanah Semenanjung pada era 1800-an.

Seperti bahasa sehari-hari yang tetap mempertahankan “saro Mandailing”, penduduk di Kampung Kerangai dan beberapa perkampungan Mandailing lainnya juga tetap mempertahankan bulung gadung naiduda sebagai masakan khas.

Bahkan, komintmen dalam mempertahankan budaya itu, termasuk kekhasan kulinernya melahirkan satu inovasi baru, yakni bulung gadung naiduda goreng. Suatu semangat kemandailingan yang tidak pudar meski telah dibelah oleh geopolitik yang memisahkan kaum Mandailing yang bermukim di Tanah Semenanjung (kini bernama Malaysia) dengan Tanah Leluhur Mandailing, Sumatera (kini masuk dalam wilayah Indonesia). 

Inovasi dalam jenis masakan bulung gadung naiduda gulai kepada bulung gadung naiduda goreng itu memperlihatkan betapa darah Mandailing yang mengalir di tubuh kaum Mandailing di negeri jiran itu tetap eksis dan mendarahdaging. Meski mereka yang saat ini hidup di sana merupakan generasi ke-4 dan ke-5, tetapi bahasa sehari-hari dan khas kuliner bulung gadung naiduda tak berbeda dengan saudara samara mereka yang tinggal di Tanah Mandailing, Sumatera. (bersambung)

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Kota Medan Miris, banyak sekali terjadi di berbagai daerah pengajuan dispensasi nikah usia dini, dan itu terjadi di berbagai provinsi di negeri ini. Beberapa waktu lalu digemparkan di Ponorogo dimana anak SMP dan SMA mengajukan dispensasi nikah ke KUA setempat dengan alasan mereka telah hamil sebelum menikah. Lantas muncul kembali […]

  • Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut yang telah diajukan sebelumnya yaitu Syafaruddin, Aspan Batubara, dan Syaiful Safri terpaksa tertunda karena tidak bisa diterima sepenuhnya oleh Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho. Bahkan,sudah masuk usulan tiga nama baru calon Sekda Sumut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),masing-masing Kepala Inspektorat Sumut Nurdin Lubis, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Mangasing […]

  • Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno tak menyangka bahwa rencananya untuk menjual kantor yang saat ini ditempatinya menjadi heboh. Padahal menurut Rini, niatnya untuk menjual gedung karena ingin melakukan efisiensi. Ia menilai gedung kantor BUMN berlantai 21 itu terlampau besar bila hanya dimanfaatkan oleh 250-an karyawannya, untuk itu ia berencana menjualnya. […]

  • Dana Pembangunan RSU Panyabungan Belum Jelas

    Dana Pembangunan RSU Panyabungan Belum Jelas

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) telah meminta Pemprovsu penundaan dana pembangunan RSU Panyabungan, namun sejauh ini belum rasionalisasinya, baik pemangkasan maupun pengurangan dana BDB (Bantuan Daerah Bawahan) tahun 2013. Rencana pembangunan RSU Panyabungan diproyeksikan bersumber dari BDB sebesar Rp.32 milyar. Plt. Sekda Madina, Marwan Bakti Siregar didampngi Kabag Humasy, Arbiuddin Harahap kepada […]

  • Cukong Perkebunan Liar Madina Lari

    Cukong Perkebunan Liar Madina Lari

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Madina, Investor asing di kabupaten Madina melarikan diduga melarikan diri Setelah gagal mengupayakan berbagai cara berkelit dari ancaman sangsi hukum pidanda dalam kasus kejahtan perambahan huta. Kamis (18/11). Pernyataan ini diungkapkan Mornif hutasuhut dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ALARM Tapanuli Selatan dan Tunggul Panggaabean LSM Samudra Tapteng. Menurut mereka kenakalan ulah investor di Kabupaten Madina,Setelah […]

  • REFORMULASI UANG KULIAH TUNGGAL

    REFORMULASI UANG KULIAH TUNGGAL

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Rahmad Daulay*   Tujuan Kemerdekaan Republik Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 salah satunya adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Tidak ada satu elemen elit manapun yang mengingkari ini secara formal. Namun secara praktek, sudahkah anatomi pendidikan kita sudah sejalan dengan tujuan kemerdekaan republik ini? Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional […]

expand_less