Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Bupati Bener Meriah Diberondong OTK

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
  • print Cetak


ACEH-
Aksi teror mengunakan senjata api kembali terjadi di wilayah Aceh. Kali ini menimpa mobil Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar. Mobil yang ditumpangi bupati bersama sopirnya, Gempar, diberondong orang tak dikenal (OTK) dari jarak berlawanan yang mengendarai Toyota Avanza hitam di kawasan jembatan totor besi Uning Bersah, Kecamatan Bukit, Bener Meriah pukul 21.30 WIB, kemarin malam (1/6).

Akibat penembakan, kaca depan sebelah kiri mobil bupati pecah serta sisi kiri bamper depan mobil ditembus dua peluru. Tidak ada korban jiwa dalam insinden tersebut. Tagore dan sopirnya selamat meski Gempar terkena serpihan amunisi yang menembus kaca mobil. Setelah mengumbar empat peluru, pelaku teror langsung tancap gas ke arah jalan Tritit–Bireuen.

Tagore Abubakar kepada Metro Aceh (grup Sumut Pos) menceritakan kronologis kejadian. Pukul 21.20 WIB, dirinya bersama supir, Gempar, pulang dari rumah pribadinya, di kawasan Komplek Non Perumnas, Takengon menuju rumah dinas di Pendopo Bener Meriah, menggunakan mobil jenis Honda CR-V, Nopol BL 1 YA, warna silver.
Di tengah perjalanan, Tagore sempat melihat dua unit mobil Avanza berwarna hitam berhenti di sisi kiri jalan, “Saat (mobil kami) belok melintasi jembatan, kami langsung diberondong,” sebut Tagore di rumah dinasnya Kamis pagi (2/6).

Meski demikian, Tagore tidak panik. Apalagi dia sering diancam terror. Tagore sempat mengatakan kepada supirnya agar tetap tenang. “Ancaman sering, tapi selama dua bulan terakhir tidak ada, bentuknya macam-macam,” terang Putra Gayo asal kampung Bintang Takengon ini.

Tagore menduga, ancaman ini terkait keinginannya kembali maju dalam pemilihan bupati Bener Meriah periode berikutnya. Hanya dia agak takjub, ternyata Tuhan masih melindunginya. Menurutnya, melihat proses penembakan, wajar bila dia dan sopirnya terkena peluru. “Kalau dihitung-hitung anak-anak yang belajar menggunakan senjata pun pasti kena. Alhamdulillah saya selamat karena kebesaran Allah,” cetus Tagore bersyukur.

Pasca kejadian itu, terlihan puluhan personel polisi dan TNI AD, berjaga ketat di Pendopo Bupati Bener Meriah. Di hadapan Kapolres Bener Meriah, AKBP Hari Apriyono, Danyon 114 SM, Letkol Inf Muhammad Hasan dan unsur Muspida, Tagore menyampaikan kepada pemerintah pusat melalui media masa bahwa kondisi Aceh yang selama ini telah dijaga dengan rapi, ada oknum yang ingin memperkeruhnya.

Hingga kemarin, petugas Polres Bener Meriah masih melakukan penyisiran di lokasi TKP untuk mencari selongsong peluru yang digunakan pelaku. Sedangkan mobil milik Bupati diamankan sementara di Mapolres Bener Meriah, guna penyelidikan lebih lanjut.

“Dari tadi malam, personel kami masih melakukan penyisiran di TKP untuk mencari selongsong peluru, yang sejauh ini belum ditemukan, terang Kapolres Bener Meriah AKBP. Hari Apriyono kepada Metro Aceh (grup Sumut Pos) seraya menambahkan jadi kita belum mengetahui jenis senjata apa, yang pasti senjata laras panjang.
Kapolres menduga, aksi OTK itu telah direncanakan untuk menakut-nakuti, bahkan ingin menghilangkan nyawa korban. Kapolres belum bisa memastikan motif teror OTK tersebut..

Kapolres juga mengakui ada upaya memperkeruh suasana perdamaian di Aceh, apalagi Aceh dalam waktu dekat akan mengadakan Pemilihan Kepala daerah (Pilkada). “Peristiwa ini merupakan bukti bahwa di beberapa tempat masih menyimpan dan menggunakan senjata api ilegal,” kata Hari.

Pengguna senjata api itu dapat dikatakan semi professional, telah dapat mengenai sasaran yang dituju. Sebab, menurut Kapolres, bila pengguna senjata amatir, tidak mungkin dapat mengenai mobil karena suasana gelap.

Di Bireuen, pasca mendapat informasi terjadinya penembakan mobil Bupati Bener Meriah yang dilakukan OTK, sejumlah personil Polres Bireuen dikerahkan untuk melakukan penjagaan ketat dan penyisiran di kawasan perbatasan Bireuen–Bener Meriah.

“Setiap mobil yang melintas dilakukan pemeriksa baik kendaraan roda empat dan roda dua, langkah itu dilakukan untuk mengempung pelaku agar tidak melarikan diri ke luar daerah, demikian diungkapkan Kapolres Bireuen AKBP H.R. Dadik Junaedi S.H melalui Kasat Reskrim Iptu Novi Edyanto kepada wartawan Metro Aceh di Bireuen.

Pantauan Koran ini di pendopo Bupati Bener Meriah, dari tadi padi, terlihat ratusan warga berdatangan ke Pendopo Bener Meriah. Mereka ingin memastikan dengan melihat langsung keadaan Bupati Bener Meriah. Tampak juga sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda serta seluruh pejabat teras kebupaten setempat. Bahkan sebagian warga rela duduk dilantai, demi kepastian kabar sang pemimpin wilayah Tugu Radio Rimba Raya itu.(ra/smg)
Sumber : Sumutpos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    Ini Penjelasan Atika Tentang Lingkup Tugas Tim Investigasi PLTP

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini masih banyak masyarakat Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara yang belum memahami lingkup tugas Tim Investigasi Daerah yang melakukan investigasi pasca peristiwa dugaan paparan zat beracun di lokasi PT SMGP 6 Maret 2022. Akibanya muncul simpang siur penilaian masyarakat terhadap kinerja Tim Investigasi Daerah yang dibentuk Pemkab Madina dan […]

  • Proses Kocok Ulang Alat Kelengkapan Dewan Sah

    Proses Kocok Ulang Alat Kelengkapan Dewan Sah

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan (MO) – Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Madina, Riadi Husnan menyatakan bahwa proses kocok ulang alat kelengkapan DPRD Madina pada paripurna di hari Jumat tanggal 27 Januari lalu, sah dan tidak ada masalah. Itu ditegaskannya kepada MO di gedung dewan, Kamis (9/2) menanggapi sejumlah isu yang memplintir proses kocok ulang itu tidak sah. […]

  • Jalan Lintas Pantai Barat Longsor di Dua Titik

    Jalan Lintas Pantai Barat Longsor di Dua Titik

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA Akibat hujan yang terus mengguyur Kabupaten Mandailing Natal sejak beberapa hari terakhir ini, mengakibatkan longsor di dua titik jalan lintas provinsi menuju Pantai Barat Madina tepatnya di Kecamatan Batang Natal. Jalan sepanjang sekitar 35 kilometer tersebut menjadi langganan longsor setiap tahunnya di musim penghujan. Informasi dihimpun METRO dari Imsaruddin (22), warga Desa Tarlola, Kecamatan […]

  • Ekonomi Sumut Stagnan, Provinsi Lain Bikin Lompatan?

    Ekonomi Sumut Stagnan, Provinsi Lain Bikin Lompatan?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ketika Maluku Utara melonjak lewat hilirisasi, Bali bangkit lewat Pariwisata dan Sulawesi menyalakan industri baru — Sumatera Utara Justru Tampak Berjalan dengan Mesin Lama Di atas kertas, ekonomi Sumatera Utara masih tumbuh. Tidak runtuh. Tidak krisis. Dan, nilainya tidak pula merah. Tetapi justru di situlah problemnya: Sumut memang masih […]

  • Warga Serbu Operasi Pasar

    Warga Serbu Operasi Pasar

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat menyerbu operasi pasar yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal di Pasar Baru Panyabungan, Kamis (30/12/2010). Dalam operasi pasar kali ini, harga beras Bulog dijual Rp 6.300 per kilo. Sementara harga beras di pasaran saat ini mencapai Rp 8.000-8.500 per kilo. Operasi pasar akan terus digelar sampai harga beras dipasaran normal kembali. […]

  • DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    DPRD Sumut : SKPD Jangan Taunya Minta Tambahan Anggaran Saja

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Aduhot Simamora, meminta para pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintahan Daerah Provinsi Sumut jangan hanya meminta penambahan anggaran di Perubahan APBD 2011. Lebih dari itu, penyerapan anggaran memasuki semester II tahun ini, harus diprioritaskan. “Jangan hanya minta penambahan anggaran saja taunya SKPD. Tetapi yang jauh lebih […]

expand_less