Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

BWS Sumatera II Dinilai Lamban Keruk  Irigasi Batang Gadis, Petani Kecewa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
  • print Cetak

Satu unit exavator mengeruk badan Irigasi Batang Gadis di satu titik Lingkar Dalam Timur, Panyabungan.

 

PANYABUNGAN, (Mandailing Online) — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dinilai terlalu lama mengerjakan pengerukan jalur kanan Irigasi Batang Gadis, akibatnya petani di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, kecewa.

Kekecewaan petani karena lahan persawahan tak terairi. Sebab, irigasi harus kering di kala pengerukan berlangsung.

Banyak hamparan persawahan dan perikanan darat di desa-desa kawasan Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Utara menggantungkan sumber pengairan dari Irigasi Batang Gadis jalur kanan.

Bupati Mandailing Natal, Ja’far Sukhari Nasution juga telah banyak menerima keluhan petani.

Bupati meminta pihak rekanan pekerjaan normalisasi irigasi segera menyelesaikan proyek tersebut. Jika tidak, petani dan masyarakat dirugikan.

“Kami banyak menerima keluhan para petani. Sejak proyek itu dikerjakan oleh pihak pemborong, air untuk lahan pertanian mereka terganggu. Bahkan tidak ada sama sekali,” kata Sukhairi kepada sejumlah media pada, Senin sore (26/9/2022).

“Kita berharap  jangan sampai terjadi hal-hal tak diinginkan. Sudah banyak petani menyampaikan keluhan ke pemkab. Bahkan sebagian di antaranya langsung ke saya,” jelas bupati.

Hannum (54) petani di Saba Sialang, Desa Gunungtua Jae, Panyabungan, Minggu (25/9/2022) mengaku persawahan di Saba Silang hingga kini tak berani memulai musim tanam akibat air tak ada dari Irigasi Batang Gadis.

Irigasi Batang Gadis bukan kewenangan Pemkab Mandailing Natal.

Informasi yang didapat Mandailing Online dari berbagai sumber, Irigasi Batang Gadis berada di bawah kewenangan BWS Sumatera II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerajaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Berdasarkan pantauan Senin, proyek pembersihan di sepanjang Irigasi Batang Gadis kanan sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Selama mereka kerja, pintu air menuju “aek proyek” itu mereka tutup dari DAS induknya, Sungai Batang Gadis.

Imam Wahyudi, pengawas proyek, mengatakan jadwal pelaksanaan proyek itu sampai Desember 2020.

“Namu ditargetkan pertengangan Oktober nanti aliran irigasi sudah bisa normal kembali,” katanya pada, Selasa pagi (27/9/2022).

Dia menyebutkan, saat ini pekerjaan yang belum selesai sekitar 750 meter dari total empat kilometer. Pekerjaan yang belum selesai yaitu depan Dinda Garden sampai Titi Kuning.

Sedangkan proyek normalisasi irigasi itu dari jembatan Aek Pohon — depan loket ALS, Pidoli Dolok —sampai pintu air di Sungai Batang Gadis, Dalan Lidang.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Tertibkan Belasan PKL

    Satpol PP Tertibkan Belasan PKL

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA ; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menertibkan belasan pedagang kaki lima (PKL) di Kelurahan Kayu Jati, Kecamatan Panyabungan, Kamis (11/11). Dalam operasi tersebut, personel Satpol PP juga berhasil menjaring 2 pelajar sekolah yang keluyuran pada saat jam belajar. Kakan Satpol PP Madina, Nurkholis SH, saat ditemui METRO di ruang […]

  • Gelar Malam Resepsi Kenegaraan, Ini Pesan Saipullah

    Gelar Malam Resepsi Kenegaraan, Ini Pesan Saipullah

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menggelar malam resepsi kenegaraan sebagai bagian akhir dari peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Jamuan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Panyabungan, Minggu malam (17/8/2025). Malam resepsi kenegaraan ini dihadiri Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu, asisten […]

  • BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    BAHASA MANDAILING (2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z Pengaduan Lubis (almarhum) Bahasa Daun-daunan Di samping kelima macam ragam bahasa yang telah dikemukakan di atas, pada masa lalu masyarakat Mandailing juga memiliki satu ragam bahasa yang lain yang dinamakan hata bulung-bullung (ertinya daun-daunan). Ch. A. van Ophuysen menamakannya bladerentaal. Berbeda dari bahasa yang biasa, yang digunakan sebagai kata-kata dalam hata bulung-bulung […]

  • DCS Dapil 2 PBB Madina

    DCS Dapil 2 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 PBB Madina

  • Taruhan Draf

    Taruhan Draf

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

          INI hari ketiga setelah Presiden Jokowi mengumumkan larangan total ekspor minyak sawit.  Harga minyak goreng di pasar masih bervariasi. Ada yang turun sedikit. Ada yang naik sedikit –seperti dikutip CNN Indonesia dari pasar di Bekasi kemarin. Sambutan umum sangat menggembirakan. “Ini baru presiden,” tulis salah satu komentar di Disway memuji ketegasan larangan ekspor itu. […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Kolonial Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain: Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain: 1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865). 2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871) […]

expand_less