Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Taruhan Draf

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
  • print Cetak

 

Presiden Joko Widodo memegang minyak goreng kemasan dalam rapat rapat terbatas guna membahas terkait ketersediaan minyak goreng di Tanah Air di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa, 15 Maret 2022. (Ilustrasi:Syaiful Amri/Foto: Setpres/Kris -disway.id)

 

 

INI hari ketiga setelah Presiden Jokowi mengumumkan larangan total ekspor minyak sawit. 

Harga minyak goreng di pasar masih bervariasi. Ada yang turun sedikit. Ada yang naik sedikit –seperti dikutip CNN Indonesia dari pasar di Bekasi kemarin.

Sambutan umum sangat menggembirakan. “Ini baru presiden,” tulis salah satu komentar di Disway memuji ketegasan larangan ekspor itu. “Beliau ternyata bukan hanya petugas partai. Juga tidak bisa disetir oligarki,” tambahnya.

Reaksi petani sawit sebaliknya. “Presiden juga harus memikirkan yang terkait dengan petani sawit. Yang jumlahnya mencapai 5 juta orang,” tulis komentar dari Sumatera. Mereka merasa terancam dengan larangan ekspor itu. Harga jual tandan sawit bisa jatuh.

Besok adalah hari keempat. Lusa, Anda tahu: hari kelima. Saya akan terus melihat perkembangan harga minyak goreng. Terutama ketersediaannya. Kalau sampai lusa masih belum berubah, berarti larangan ekspor total itu berlaku. 

Mulai 28 April 2022. 

Dan akan terus berlaku. “Sampai minyak goreng melimpah di dalam negeri,” seperti dikatakan sendiri oleh Presiden Jokowi.

Soal ketersediaan, rasanya sudah mulai cukup. Di pasar-pasar. Juga di supermarket. Tapi harganya yang belum cukup. Menandakan minyak goreng belum melimpah.

Mungkin harus sabar. Peraturannya lagi disusun. 

Anda bisa membayangkan: betapa sibuk para pejabat eselon satu dan eselon dua sekarang ini. Khususnya di kementerian perdagangan. Dan di kementerian perindustrian. Juga di kementerian hukum dan HAM.

Merekalah yang dalam praktiknya menjadi ”dapur” penyusun konsep peraturan yang akan diterbitkan. Bunyinya bagaimana. 

Berapa pasal. 

Sesuai nggak dengan keputusan lisan Presiden Jokowi. 

Draf itu lantas diajukan ke atas. Dikoreksi. Mungkin juga dimintakan petunjuk. Lalu diperbaiki –kalau masih ada yang harus diperbaiki. 

Setelah itu barulah diparaf oleh banyak pejabat eselon satu. Untuk diajukan ke atas. Untuk dimintakan tanda tangan.

Rasanya tidak mungkin Presiden Jokowi sendiri yang tanda tangan. Juga tidak mungkin salah satu menko –karena sifat menko yang koordinatif. 

Rasanya Menteri Perdagangan Mohammad Lutfi yang harus tanda tangan. Atau cukup direktur jenderal di bawahnya.

Tentu rapat-rapat di eselon satu dan eselon dua seperti maraton. 

Perkiraan saya: jalannya rapat itu seru sekali. Mereka tidak mungkin menyusun draf yang bisa sepenuhnya seperti yang diucapkan Presiden Jokowi di video yang diterbitkan Istana Kepresidenan itu.

Mungkin mereka sedang merumuskan kompromi. Antara keinginan presiden dengan realitas di lapangan. Juga dengan kebutuhan negara akan devisa. 

Di jalan pikiran mereka, mungkin, yang penting keinginan presiden bisa terpenuhi. Yakni, harga minyak goreng di dalam negeri turun.

Kalau perlu tanpa ada larangan ekspor –apalagi secara total. Mengapa tidak. Yang penting harga turun. Sebelum tanggal 28 April. Dan melimpah.

Kompromi itu bisa saja begini: ekspor dilarang sementara, khusus untuk minyak goreng. Tidak termasuk CPO. Sampai harga turun.

Atau: ekspor minyak goreng pun tidak dilarang. Cukup dikurangi: antara 10 sampai 20 persen. Dengan asumsi pengurangan itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Itu perkiraan saya. Tentu saya tidak berani menantang pembaca Disway untuk taruhan: beranikah mereka membuat peraturan yang tidak seperti dikatakan presiden ke publik? Ini bulan puasa. Bukan bulan untuk bertaruh.

Yang tidak kalah pusing adalah: bagaimana merumuskan kata-kata presiden “sampai minyak goreng melimpah”.

Ukurannya apa? 

Tentu, harga. Tidak mungkin dikatakan sudah melimpah kalau harga masih tinggi.

Maka tim pembuatan konsep keputusan itu pun akan berdebat: harga berapa yang dianggap sudah turun itu. Kembali ke harga Desember 2021? Harga Januari? Harga Maret?

Saya pun kembali menebak. Mereka akan merumuskan begini: harga turun itu bila sudah menjadi Rp 14.000/kg. Itu untuk minyak goreng curah. Sedang yang kemasan tidak akan mereka atur.

Apa pun, peraturan itu sudah harus diterbitkan tanggal 27 April. Berarti besok, draf itu sudah harus final. Ada waktu satu hari lagi untuk finishing.

Mungkin, hari-hari ini, mereka tidak sempat berbuka bersama keluarga. Pulang pun menjelang sahur. Nama presiden sedang mereka pertaruhkan.(Dahlan Iskan)

Dicopy dari: Disway.id
Dahlan Iskan adalah mantan CEO Jawa Pos grup (JPNN)/mantan Menteri BUMN/pendiri Disway.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • H. Maraganti Batubara Dilantik Jadi Ketua DPRD Madina

    H. Maraganti Batubara Dilantik Jadi Ketua DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 6 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUGAN (Mandailing Online) – H. Maraganti Batubara dilantik menjadi ketua DPRD Mandailing Natal, Senin (6/8/2018). Pelantikan dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Mandailing Natal di ruang paripurna, DPRD Mandailing Natal. Maraganti Batubara menduduki jabatan ketua DPRD ini menggantikan Hj. Leli Artati, rekan separtainya, Partai Hanura. Pengangkatan Maraganti sebagai ketua DPRD Mandailing Natal berdasar Surat Keputusan Gubernur Sumatera […]

  • Ketua Komisi 1 DPRD Madina Iskandar Hasibuan “Jangan Saling Menyalahkan, Berikan Kepercayaan Kepada Pemerintah”

    Ketua Komisi 1 DPRD Madina Iskandar Hasibuan “Jangan Saling Menyalahkan, Berikan Kepercayaan Kepada Pemerintah”

    • calendar_month Kamis, 22 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN, (Mandailing Online) – Ketua Komisi 1 DPRD Mandailing Natal Iskandar Hasibuan mengharapkan kepada semua pihak, baik itu komponen mana sajapun untuk tidak saling menyalahkan dan mengaku benar, tetapi masyarakat harus memberikan kepercayaan kepada Pemerintah di bawah Kepemimpinan HM Hidayat Batubara – Dahlan Hasan Nasution untuk melanjutkan pembangunan yang telah terlaksana selama ini agar tidak […]

  • Dusun di Desa Siobon Mulai Nikmati Manfaat Dana Desa 

    Dusun di Desa Siobon Mulai Nikmati Manfaat Dana Desa 

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Penggunaan anggaran dana desa di Desa Siobon Julu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) direalisasikan untuk pembangunan Jalan Rabat, Jembatan, Dek Penahanan dan Sumur Tempat Pencucian. Pj kades Siobon Julu Abdul Aziz mengungkapkan, dana desa Tahun anggaran 2023 difokuskan untuk pembangunan akses jalan dan juga fasilitas warga serta hal […]

  • TNI Sosialissikan Bios 44 Kepada Petani Palas

    TNI Sosialissikan Bios 44 Kepada Petani Palas

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SOSA (Mandailing Online) – Kodim 0212 / Tapanuli Selatan mensosialisasikan Bios 44 kepada petani Desa Hutaraja Lamo dan Desa Mondang, Kecamatan Sosa, Kabupaten Palas, Kamis (18/7/2019). Bios 44 adalah cairan yang dapat mencegah kebakaran lahan gambut, digunakan untuk mengurai tanah tandus menjadi subur, juga dapat dipergunakan untuk lahan perikanan. Merupakan temuan prajurit TNI yang sudah […]

  • Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

    Agincourt Rumahkan 300 Karyawan Lagi

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, (MO) – Dua minggu pasca berhentinya operasi Tambang Emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, tercatat jumlah karyawan yang dirumahkan semakin banyak. Saat ini, jumlahnya mencapai 1.200 orang atau bertambah sekitar 300 orang dari sepekan sebelumnya. “Tadi saya cek, jumlahnya malah bertambah,” kata Communication Manager PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe di Batangtoru, Katarina […]

  • Wisata Sampuraga Destinasi Yang Akan Menggeliat

    Wisata Sampuraga Destinasi Yang Akan Menggeliat

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lokasi wisata Sampuraga harusnya menjadi destinasi di kawasan Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sama seperti destinasi Malin Kundang di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat. Ketika saya membawa rombongan Mandailing Malaysia ke objek wisata Malin Kundang ini pada November 2019, destinasi ini dikunjungi banyak wisatawan lokal dan asing. Saat itu kawan saya wartawan Harian Haluan […]

expand_less