Jumat, 21 Agu 2026
light_mode

Opini

Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

Rakyat Tak Ingin Lagi “Pilih Kucing dalam Karung” ke Senayan

  • calendar_month Senin, 2 Sep 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 1Komentar

Pengalaman publik menghirup kebebasan memilih wakilnya di parlemen tidak juga mendongkrak simpati bagi politisi Senayan. Publik menilai mereka yang pernah menjadi anggota DPR atau DPRD tidak terlalu layak untuk dipilih kembali menduduki kursi parlemen. Hasil jajak pendapat Kompas di 13 kota dua pekan lalu memperlihatkan publik cenderung menolak tiga jenis profesi untuk menduduki kursi legislatif. […]

Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

  • calendar_month Minggu, 18 Agt 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 1Komentar

Peranan trio anak Mandailing (Adam Malik, Pangulu Lubis, Rahmat Nasution) dalam menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jarang dipublikasi. Padahal berita itu sangat vital dan disiarkan satu setengah jam sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, Jakarta. (Dikutip dari buku Madina Madani ditulis Basyral Hamidi Harahap) Perlu dicatat peranan anak Mandailing: Adam Malik, Pangulu […]

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (2-selesai)

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (2-selesai)

  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 2Komentar

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis (Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia) Penabalan Yah Ah Loy Sutan Puasa dan Raja Asal adalah “sahabat baik” dan “sahabat karib” dan rakan perkongsian Yap Ah Loy. Apabila Yap Ah Loy dipilih menjadi Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga, Sutan Puasa memberi sokongannya. Istiadat keramaian yang meriah telah diadakan untuk mengiktiraf perlantikan […]

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (1)

Sutan Puasa dan Kuala Lumpur (1)

  • calendar_month Kamis, 15 Agt 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 2Komentar

Oleh: Abdur-Razzaq Lubis (Pengamat etnis Mandailing tinggal di Malaysia) Bila dan siapa sebenarnya yang membuka Kuala Lumpur masih menjadi soalan yang terbuka. Pada mulanya dikatakan Yap Ah Loy yang telah mengasaskan Kuala Lumpur. Yang pasti bukan Yap Ah Loy yang membuka Kuala Lumpur kerana dia adalah Kapitan Cina Kuala Lumpur yang ketiga. Kalau ada orang […]

Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

  • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 0Komentar

(Mengenang Z Pengaduan Lubis) Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing Sebenarnya gagasan untuk mendirikan Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sudah muncul 14 tahun yang lalu ketika kami mendirikan Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing (YAPEBUMA) dengan mengumpulkan kurang lebih 90 orang mahasiswa Mandailing dan didukung oleh beberapa orang donator yang benar-benar mencintai kebudayaan Mandailing dan ingin mengangkatnya kembali ke permukaan […]

Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (1)

Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (1)

  • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 0Komentar

(Mengenang Z Pengaduan Lubis) Pendahuluan Sebagai pendahuluan saya kira ada dua hal yang perlu dijelaskan. Pertama ialah pengertian revitalisasi dalam hubungannya dengan kebudayaan Mandailing. Dan kedua ialah konsep tentang ujud kebudayaan yang ada hubungannya dengan usaha untuk melakukan revitalisasi tersebut. Kedua hal tersebut perlu lebih dahulu dibicarakan karena keduanya merupakan titik tolak dari berbagai hal […]

Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (4)

Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (4)

  • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 0Komentar

DARI ANGKOLA KE MINANGKABAU Disunting: Dame Ambarita Di tepi Danau Toba, Singamangaraja X pura-pura melakukan pemeriksaan terakhir. Tetapi dengan menggunakan keris pusaka Gajah Dompak ia melonggarkan tali yang mengikat Pongkinangolngolan, sambil menyelipkan satu kantong kulit berisi mata uang perak ke balik pakaian Pongkinangolngolan. Perbuatan ini tidak diketahui oleh para Datu, karena selain tertutup tubuhnya, juga […]

Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (3)

  • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 0Komentar

KRITIK PEDAS BUYA HAMKA Disunting: Dame Ambarita Hamka pernah menjadi sahabat Parlindungan. Namun, suatu ketika, mereka berselisih tentang Tuanku Rao. Hamka menuliskan pendapatnya dalam Antara Fakta dan Khayal Tuanku Rao. Di tahanan, Buya Hamka banyak membaca dan menulis. Waktu itu, tahun 1964, Hamka berada di rumah tahanan kepolisian Mega Mendung. Sebagai salahsatu fungsionaris Partai Masyumi, […]

KESUSASTRAAN MANDAILING (3-habis)

KESUSASTRAAN MANDAILING (3-habis)

  • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 1Komentar

Oleh: Askolani Nasution SASTRA ENTERTAINMENT Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya. Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu menyelipkan berbagai […]

Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (2)

Buku: Tuanku Rao, Terror Mazhab Hambali di Tanah Batak (2)

  • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • 2Komentar

EKSPANSI KE BONJOL, PASAMAN DAN TAPANULI SELATAN Disunting: Dame Ambarita Akan halnya Dr Gusti Asnan, pengajar Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas, Padang, menganggap tidak semua sumber Belanda yang digunakan Parlindungan mengandung bias. Dari 100 laporan, ada 20-50 persen data yang benar. Menurut dia, historiografi Perang Padri sendiri dimulai pada 1950-an. “Saat itu terjadi dekolonialisasi […]

expand_less