Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
  • print Cetak

Hujan dan Wanita Tua

Karya : WAHYUNI LUBIS

 

Hujan dan kenangan kembali menemui ia yang sedang duduk bersandar di atas kursi roda. Wanita lansia yang tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk meracik segelas kopi pun ia hampir  tak kuasa. Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati oleh kekasihnya dan kini ia hidup sendiri di bawah naungan rumah kecil yang dibangun oleh kekasihnya dahulu. Katanya, rumah ini nanti akan menjadi tempat mereka menghabiskan hari tua.

Bila akhir pekan tiba, anak beserta menantunya akan datang untuk menjenguk dia. Tapi, seringkali kegiatan tersebut hanya terjadi dua kali dalam satu bulan dengan alasan sibuk akan pekerjaan yang tak bisa di tinggal. Sebagai anak tunggal, Rangga selalu menawarkan kepada ibunya untuk tinggal bersama dia agar dia bisa merawat dan menjaganya. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh wanita tua itu. Ia beralasan tak mau merepotkan sang anak dan tak mau jika rumah peninggalan suaminya harus ditempati oleh orang lain.

Setiap pagi wanita tua itu menghabiskan waktu dengan duduk di teras halaman belakang rumah dan ditemani dengan secangkir kopi yang ia buat dengan susah payah, sebab tenaga yang ia miliki sekarang tak lagi sekuat waktu ia masih berusia tiga puluh dua. Bersendagurau bersama kucing peliharaannya merupakan salah satu rutinitas yang ia lakukan setiap pagi. Bahkan sering kali ia berdialog dengan hewan peliharaannya tersebut, seakan kucing itu mengerti akan keadaan hati yang ia rasakan selama ini.

Rindu ingin bertemu, misalnya.

Hari-hari yang ia lewati dengan beberapa ingatan tentang kekasih membuat ia sulit untuk menerima kenyataan. Ia selalu terbayang akan kejadian lima tahun silam. Peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 2012 lalu, mengakibatkan nyawa suaminya melayang karena kecelakaan hebat yang mereka alami dan  membuat kaki kanannya pun harus diamputasi. Sungguh ini di luar kuasa, sebab pada saat kejadian itu mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah yang baru dibangun suaminya, dan rumah itu adalah rumah yang ia huni saat ini.

Kala September tiba, hati pun mulai resah, sebab hujan akan melanda untuk beberapa bulan ke depan. Tak begitu sulit bagi wanita tua itu untuk menyembunyikan luka dari orang sekelilingnya, namun perihal hujan ia selalu kalah. Hujan selalu membawanya pada kenangan yang mustahil akan terulang. Hujan selalu mengingatkan ia akan kopi yang pernah ia teguk bersama sang kekasih kala itu. Hujan datang dan meninggalkan bekas, layaknya kopi yang tinggal ampas.

Perlahan-lahan ia menepis memori akan hujan yang membawa rindu, namun tetap saja ia kalah. Ia tak mampu menebas rindu yang berdiri kokoh didalam nalurinya.

Wanita tua itu selalu berdoa supaya tuhan lekas mengirim malaikat maut untuknya, agar ia bisa menyusul sang suami. Ia selalu penasaran kira-kira jawaban apa yang diberi suaminya saat malaikat Munkar dan Nakir mulai bertanya akan tugasnya sebagai pemimpin. Hhmmm….semoga saja tuhan mengabulkan permintaan wanita tua itu.

 

Selain kopi, tembang lawas juga kerap menemani hari-hari wanita tua itu. ”Aku Cinta Padamu” adalah judul  lagu yang dinyanyikan oleh Desi Ratnasari merupakan salah satu tembang lawas yang sangat ia senangi. Kira-kira lirik pertamanya begini :

“Di dalam hatiku, di dalam hatimu / kusimpan cintamu / kau simpan cintaku
untuk selamanya / kupegang tanganmu / kau pegang tanganku / kita satu langkah / kita satu tujuan / menuju bahagia…………..,”

Beberapa memori ia simpan dalam berkas tersembunyi yang ia kunci dalam ingatan abadi. Sungguh sangat menyayat hati bahkan sering kali ia harus menahan gigil untuk memeluk kenangan yang memilukan bathin.

***

Sore itu hujan datang lagi. Ia kembali duduk di teras halaman belakang rumahnya, namun kali ini ia duduk tidak ditemani dengan kapi. Sengaja, sebab ia ingin menikmati percikan air hujan yang mengingatkan ia akan cerita kekasih.

”Jika kau rindu, coba kau nikmati percikan hujan itu. Kau tahu, rasanya seperti sedang menggenggam jemari orang yang kita cinta. Bulu romamu pun seakan terbangun dari tidurnya, bahkan detakan jantung pun seolah-olah ikut merayakan rasa rindu  yang hadir,”  kata bualan yang seringkali dilontarkan oleh kekasih wanita tua itu kala rindu dan hujan datang bertamu.

Wanita tua itu pun menutup matanya, menarik nafas dan membuangnya kembali. Beberapa kali terapi itu ia lakukan. Sungguh ini membuat ia terjatuh jauh dalam ingatan terhadap cinta yang ia sebut sebagai cinta yang abadi. Sebab, hingga detik ini, setiap kali hujan bertamu seringkali ia merasa jika ia sedang menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati, tersenyum, bercanda, saling menggenggam hingga akhirnya menangis.

Berjanji untuk menua bersama dalam rumah dan suasana alam yang menggoda. Namun hakikatnya manusia hanya bisa berencana, toh tuhan juga yang menentukan. Mungkin inilah yang disebut dengan takdir. Tak ada satu pun yang tahu, bahkan mereka yang punya mantra pun tak bisa menerka, ketentuan seperti apa nanti yang akan dijalani.

Tak ada yang bisa dilakukan wanita tua itu untuk bisa bercengkrama dengan kekasihnya selain dengan lantunan doa kepada Sang Kuasa, semoga nanti bila saatnya telah tiba mereka bisa bertemu dalam ruangan yang disebut dengan surga.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

    Inilah Rumus Kelulusan antara Nilai UN dan Nilai Sekolah

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA — Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011. Ujian nasional (UN) utama untuk SMA/SMK digelar pada minggu pertama Mei 2011, sedangkan untuk SMP pada minggu kedua Mei 2011. […]

  • Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    Jelang Idhul Adha ; Pemko Sidimpuan Perketat Pengawasan Hewan Kurban

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Menjelang hari raya Idhul Adha Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan memperketat pengawasan penjualan hewan kurban khususnya yang didatangkan dari luar daerah. “Tindakan itu kita lakukan, untuk mensterilisasi hewan kurban diperjual-belikan di kota Salak, “ujar Sekretaris Daerah (Sekda) P.Sidimpuan Sarmadhan Hasibuan kepada Analisa di Kantor Walikota setempat, Senin (8/11). Dikatakan, hewan ternak yang masuk ke […]

  • Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    Iskandar Hasibuan: DPRD Madina Bukan Penghianat

    • calendar_month Selasa, 4 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Pansus Palmaris Menunggu Paripurna Panyabungan (MO) – Sekretaris Komisis I DPRD Mandailing Natal (Madina), Iskandar Hasibuan menyatakan tak tepat DPRD Madina disebut penghianat. Sebab, Panitia Khusus (Pansus) Palmaris telah merumuskan hasil kerjanya dan menunggu untuk diparipurnakan. Hal ini dikatakan Iskandar menjawab wartawan di gedung dewan, Selasa (4/9) terkait tudingan Sugianto, mewakili warga Batahan yang menilai […]

  • Gratifikasi seks lebih berbahaya

    Gratifikasi seks lebih berbahaya

    • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan banyak orang yang lebih tahan terhadap gratifikasi uang, dibandingkan gratifikasi seksual. “Itu fakta, gratifikasi seksual itu kadangkala lebih dahsyat daripada gratifikasi uang, itu ada banyak,” kata Mahfud di Menara Bidakara, Jakarta, hari ini. Ia melanjutkan, banyak orang yang kebal dengan uang tapi tidak kebal dengan […]

  • Penyebar Berita Bohong Penerimaan CPNS Dilaporkan ke Mabes Polsi

    Penyebar Berita Bohong Penerimaan CPNS Dilaporkan ke Mabes Polsi

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi  Birokrasi (KemenPAN-RB) melaporkan 17 web portal yang mengunggah informasi bohong dan menyesatkan tentang penerimaan CPNS 2016 ke Mabes Polri. Laporan ini sebagai upaya KemenPAN-RB menindak tegas para penyebar informasi menyesatkan (hoax) yang diunggah di sejumlah portal. Selain tidak benar, hoax tersebut dikhawatirkan akan membuka celah terjadinya penipuan dan percaloan […]

  • 75 % anggota DPRD Sumut “wajah baru”

    75 % anggota DPRD Sumut “wajah baru”

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Sejumlah 75 persen anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2019 yang dilantik di Medan, merupakan “wajah baru”. Sedangkan 25 persen lagi merupakan “wajah lama” karena menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut periode 2009-2014 yang berasal dari tujuh partai politik (parpol). Ke-25 wajah lama itu adalah Ajib Shah, Helmiati, […]

expand_less