Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Gratifikasi seks lebih berbahaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Jan 2013
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan banyak orang yang lebih tahan terhadap gratifikasi uang, dibandingkan gratifikasi seksual.

“Itu fakta, gratifikasi seksual itu kadangkala lebih dahsyat daripada gratifikasi uang, itu ada banyak,” kata Mahfud di Menara Bidakara, Jakarta, hari ini.
Ia melanjutkan, banyak orang yang kebal dengan uang tapi tidak kebal dengan tawaran seksual itu banyak sekali. Mahfud mencontohkan, pada masa orde baru, kalau ada pejabat melakukan pemeriksaan ke daerah yang disediakan yaitu sajian seksual.

“Nah sekarang banyak sekali orang kuat terhadap korupsi lain, tapi bisa membuat kebijakan diminta oleh perempuan nakal atau wanita simpanan. Banyak yang laporan ke saya sebagai fakta,” jelasnya.

Mahfud mengatakan untuk perihal tersebut belum ada aturan Undang-Undangnya, karena masih dalam pembahasan diskusi-diskusi tentang tindak pidananya.

“Sekarang rumusan tindak pidana itu susah. Kalau tindak pidana asusila bisa tapi kan pidananya asusila kecil, kalau mau ditindak pidana penyuapan ya, penyuapan itu biasanya materiil,” jelasnya lagi.

Saat ini, masih didebatkan bagaimana menghukum orang yang menerima gratifikasi seksual, sebagai tindak pidana bukan sekedar asusila. Sebab menurut Mahfud, hal tersebut terjadi didalam tugas, sehingga harus dimasukan dalam tindak pidana.

“Sekarang jadi perdebatan hukumnya sedang berlangsung. Tapi menurut saya perlu karena dalam faktanya, ada yang tidak mau terima suap uang, takut untuk melakukan pelanggaran tapi tidak takut untuk melanggar kalau yang minta itu perempuan ‘nakal’. Itu banyak sekali,” tandasnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera membuat aturan tentang gratifikasi dalam bentuk pelayanan seksual. Kalau perlu, aturan itu bahkan perlu dibuat dalam bentuk UU.

“Gratifikasi seks bisa dijerat dengan kasus korupsi karena seks masuk kategori pemberian, bisa diukur dengan uang, karena seks tidak ada yang gratisan,” kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, kepada wartawan, hari ini.

Sejauh ini, Emerson mengakui belum ada aturan yang jelas mengenai batasan gratifikasi dalam bentuk pelayanan seksual tersebut. Karena itu, rekomendasi UNCAC terhadap pasal gratifikasi harus lebih disempurnakan lagi karena gratifikasi tidak harus dalam bentuk uang tunai, tetapi juga dalam bentuk lain seperti potongan harga ataupun kesenangan.

Indonesia, menurut Emerson, dalam hal ini dapat belajar dari Singapura yang mulai menerapkan hukuman untuk pemberian gratifikasi berupa pelayanan seks.

“Intinya gratfikasi seks harus jadi perhatian KPK, karena kalau menunggu DPR agar dibuat dulu Undang-undangnya ga akan bisa diharapkan, karena siapa tau mereka pelakunya,” demikian Emerson.(inilah)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina dan Polisi Diminta Tak Kaku Soal Petani Bakar Hutan

    Pemkab Madina dan Polisi Diminta Tak Kaku Soal Petani Bakar Hutan

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Daerah dan kepolisian diminta tak terlalu kaku menyoal petani kampung yang membakar hutan. Type hutan di wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu bukan jenis gambut, sehingga tak ada kasus fatal hutan terbakar sejak ratusan tahun. “Dari zaman nenek moyang, petani kampung di Mandailing Julu dan Mandailing Godang selalu membakar lahan […]

  • Pemain Myanmar Dicaci dan Diludahi

    Pemain Myanmar Dicaci dan Diludahi

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    KEKALAHAN memalukan Myanmar di depan pendukungnya sendiri dalam laga pemungkas babak penyisihan Grup B SEA Games 2013 tadi malam menimbulkan dampak panjang. Sekitar 30 ribu pendukung tuan rumah yang memadati tribun Thuwanna Youth Training Centre (YTC) Stadium, Yangon, marah besar. Pendukung Myanmar melampiaskan kekecewaan dengan melakukan pengerusakan fasilitas di stadion. Tanda-tanda bakal ricuhnya pertandingan tersebut […]

  • Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Keputusan berpasangan dengan Saipullah Nasution untuk mengarungi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2024 lahir dari pertimbangan dan dukungan banyak pihak, termasuk Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution. Hal itu diungkapkan calon wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu […]

  • Tim Dainang Dukung Dahlan-Aswin

    Tim Dainang Dukung Dahlan-Aswin

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Dahlan-Aswin mendapat kunjungan kehormatan kalangan kaum ibu dari daerah Mandailing Godang. Komponen kaum ibu itu terasosiasi dalam Tim Dainang. Tim Dainang ini tumbuh di desa desa dalam mengejawantahkan hak hak politik dan aspirasi kaum ibu rumah tangga. Kunjungan itu dirangkai dalam silaturrahmi dan buka puasa bersama di Kampoeng Kaos Madina, […]

  • Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Nyatakan Sumut Kantong Teroris

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho mengaku kaget terkait informasi yang diumumkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) jika provinsi itu termasuk kantong jaringan terorisme. “Saya kaget dengan statemen itu,” katanya kepada wartawan di Medan, Sabtu, 30 Juli 2011. Menurut Gatot, berdasarkan pemantauan dan penilaian selama ini, pihaknya tidak melihat indikasi adanya […]

  • Bupati Jalur Linggabayu, Atika Jalur Batangtoru

    Bupati Jalur Linggabayu, Atika Jalur Batangtoru

    • calendar_month Senin, 20 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANTAI BARAT (Mandailing Online) – Menyusul terbukanya akses jalan menuju Pantai Barat Madina, bupati dan wakil bupati langsung menuju kawasan banjir terparah, Senin (20/12/2021). Selain melakukan kordinasi langusung di lapangan, kedua pimpinan Pemkab Mandailing Natal (Madina) itu juga menyalurkan bantuan sembako dan material yang dibutuhkan warga. Bupati Madina, Ja’far Shukairi Nasution didampingi Dandim 0212, Letkol […]

expand_less