Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Cewek 17 Tahun Dijual Rp2 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 21 Okt 2013
  • print Cetak

SIDIMPUAN (Mandailing Online) – “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi. Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” ucap WS, cewek 17 tahun yang dijual seharga Rp2 juta.

Pengakuan ini disampaikan WS dengan linangan air mata, kepada wartawan Jumat (18/10). WS mengaku mau melakukan hal tersebut disebabkan masalah ekonomi.Dan, selama hampir dua tahun ini, WS bekerja sebagai wanita panggilan.

WS, wanita berparas cantik dan berkulit putih yang belum genap berumur 18 tahun itu, menceritakan awal kejadian yang mengakibatkan ia dan SH (27), pria kemayu (banci) sampai ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp, pada Kamis (17/10) sekitar pukul 00.45 WIB di Hotel Istana I, Jalan KH Ahmad Dahlan Kota Psp.

Menurut WS, sebelum kejadian atau sekitar pukul 00.00 WIB, ia dihubungi SH. Dalam percakapan itu, SH menyebutkan ada tamu yang hendak membokingnya dengan bayaran yang cukup menggiurkan.

“Waktu itu aku lagi di D’Zone. Ada tamuku di sana yang minta ditemani karaoke. Sebelumnya aku ada dihubungi dia. Katanya ada tamu dan bayarannya cucok (bahasa banci artinya mantap),” ujar WS. Sekitar pukul 00.30 atau usai menemani tamunya berkaraoke, SH datang menjemput WS di Jalan SM Raja Kota Psp. Dari situ, mereka langsung bergerak ke Hotel Istana I di Jalan KH Ahmad Dahlan atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Tonga.

“Habis dari D’zone dibawanya aku ke Hotel Istana I di kamar 207. Di sana, aku dijumpakan dengan seorang laki-laki. Dan, bayarannya aku terima sebesar Rp1,1 juta,” terang WS sambil menangis. Masih kata WS, perjanjian awalnya memang sebesar Rp2 juta. Namun, ia hanya menerima sebesar Rp1,1 juta dengan alasan dipotong SH yang sudah memberikannya tamu.

“Aku enggak tahu berapa pembayaran sebenarnya. Memang dibilangnya ada yang mau bayar Rp2 juta untuk sekali short time, tapi pas pembayaran, aku hanya diberi Rp1,1 juta. Tapi, biasanya itu Bang, memang setiap kali aku diberinya tamu, selalu ada komisi buatnya,” tuturnya lagi.

Usai uang diberikan oleh tamu (petugas yang menyamar,red), kemudian SH pun meninggalkan WS di dalam kamar bersama tamunya tersebut. Selang beberapa menit, SH yang baru akan menghidupkan sepeda motornya, langsung ditangkap petugas Satuan Reskrim Polres Kota Psp dengan tuduhan perdagangan anak di bawah umur, begitu juga dengan WS yang berada di dalam kamar juga turut diamankan.

“Memang belum ada ngapa-ngapain kami. Baru terima uang, tiba-tiba saja datang polisi bersama SH, kemudian kami dibawa ke Polres Psp,” ucap WS sambil berusaha untuk menghindari jepretan kamera. Selanjutnya, WS mengaku dalam satu malam bisa berpenghasilan paling sedikit sekitar Rp1 juta. Itu pun masih penghasilan dari menemani tamu untuk berkaraoke saja, belum lagi jika WS mendapat job untuk menemani tamu tidur.

“Biasanya, paling sedikit satu malamnya dari pukul 8 malam sampai pukul 5 pagi, bisa berpenghasilan Rp1 juta. Itu hanya sebatas menemani tamu berkaraoke. Tapi, kalau ada yang meminta untuk ditemani tidur, bisa lebih dari itu,” kata WS sambil menyebutkan satu kali short time dibayar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu.

Menurut WS, itu semua dilakukan karena kondisi ekonomi keluarganya yang tidak mencukupi. Sebab, ibunya hanya seorang penjahit biasa dengan tiga anak. WS paling besar, dan dua adiknya yang masih sekolah. “Semua ini karena ekonomi Bang. Bapakku sudah tidak ada lagi.

Ibuku hanya tukang jahit. Aku ini anak paling besar. Jadi, aku yang menanggung semua biaya kehidupan kami sekeluarga,” sebut WS. Ketika ditanya, apakah keluarganya tahu tentang pekerjaannya tersebut, ia mengaku, ibunya hanya tahu kalau ia bekerja di tempat karaoke. “Ibu tahunya aku ini kerja di tempat karaoke. Kalau untuk yang lain, dia enggak tahu sama sekali,” tutup WS. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Sahata Siapkan Bukti dan Saksi Ahli

    Kuasa Hukum Sahata Siapkan Bukti dan Saksi Ahli

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Kuasa hukum pasangan calon bupati Madina H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution (Sahata), Prof. Dr. Adi Mansar, SH, MH mengatakan pihaknya akan menyiapkan alat-alat bukti serta saksi dan ahli sesuai jumlah yang ditentukan oleh MK. Itu diungkap Adi Mansar di Jakarta, Rabu (5/2/2025) menyusul putusan hakim Mahkamah Konstitusi […]

  • Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    Jelang Arus Mudik, Pengerjaan Jalinsum Sebagian Selesai

    • calendar_month Selasa, 30 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mangantisipasi peningkatan arus mudik tahun ini, sejumlah perbaikan titik jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) di wilayah Tapanuli Selatan (Tapsel), Sidempuan dan Mandailing Natal (Madina) sudah selesai pengaspalannya. Titik yang digasak mulai dari titik Tugu Siborang, Kota Padangsidimpuan hingga Ranjo Batu, Muara Sipongi di batas Sumatera Barat sepanjang 120 km. Di Desa Lumban […]

  • Mendudukkan Istilah Negara Agama dan Negara Sekuler

    Mendudukkan Istilah Negara Agama dan Negara Sekuler

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Indonesia bukan Negara Agama dan bukan Negara Sekuler. Itulah kalimat yang diucapkan oleh Menkopolhukam, Mahfud MD baru-baru ini. Pernyataan tersebut telah banyak dimuat di beberapa media online dan juga banyak di share oleh nitizen. Salah satu media online yang memuat berita seperti yang dilansir di Warta Ekonomi […]

  • RAPBD Madina 2011 Dibahas

    RAPBD Madina 2011 Dibahas

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Setelah beberapa kali ditunda, sidang pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Mandailing Natal Tahun Anggaran 2011 mulai dibahas di Gedung Paripurna DPRD Madina, Selasa (28/12/2010). Rapat pembahasan RAPBD dibuka langsung oleh Ketua Banggar yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay. Rapat pembahasan RAPBD dihadiri Anggota Banggar Wildan […]

  • Naposo Bulung Kota Siantar Tanyakan Rekomendasi PKB

    Naposo Bulung Kota Siantar Tanyakan Rekomendasi PKB

    • calendar_month Rabu, 2 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan Naposo Bulung Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan mendatangi kantor DPC PKB Mandailing Natal (Madina), Selasa (1/11) mendesak pelantikan anggota DPRD  Madina dari PKB. Sebab, sudah lebih setahun pihak DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Madina enggan merekomendasi persetujuan pengangkatan kadernya mengisi kursi kosong DPRD Madina setelah ditinggalkan Jakfar Sukhairi Nasution. Pengisian […]

  • Golkar Madina Salurkan Bantuan kepada Warga Muara Batang Angkola

    Golkar Madina Salurkan Bantuan kepada Warga Muara Batang Angkola

    • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    Muara Batang Angkola (Mandailing Online) – DPD II Partai Golkar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Desa Muara Batang Angkola, Kecamatan Siabu, Kamis (23/12). Desa Muara Batang Angkola menjadi salah satu desa terdampak banjir akibat luapan Sungai Batang Gadis pada Sabtu (18/12) pekan lalu. Penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Ketua Golkar […]

expand_less