Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

CV Parak Tala Bantah Penyebab Abrasi Lahan Kebun Sawit Warga Kampung Sawah Natal

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
  • print Cetak

Material Pasir hasil dari Kapal Keruk dimanfaatkan untuk kebutuhan pembanguman Masjid Al Hidayah di Desa Kampung Sawah Natal, Madina ( ist )

NATAL ( Mandailing Online )- Direktur CV Parak Tala Asruddin membantah aktifitas Kapal Keruk miliknya sebagai penyebab abrasinya sejumlah lahan perkebuna sawit warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal. Senin 4/9/2023.

Lewat sambungan tlephon, ia mengaku aktifitas Kapal Keruk milik perusahaan nya hanya beraktifitas selama dua hari di sungai batang natal di Desa Kampung Sawah dan bukan menjadi penyebab terjadinya abrasi lahan perkebunan sawit warga.

” hanya dua hari kapal keruk itu beraktifitas, itupun untuk mengambil material pasir untuk kepentingan bahan pembangunan masjid Al- Hidayah yang ada di jalan Lintas Natal Panyabungan, Desa Kampung Sawah” kata Asruddin.

Ia mengaku, beroperasinya kapal keruk juga atas kesepakatan musyawarah warga desa karena kebutuhan material pasir untuk pembangunan masjid.

” saya juga tau aturan, perusahaan saya tidak bisa beroperasi kalau perusahaan banga mengantongi Surat Izin Penambangan Batuan, namun karena kebutuhan warga dan hasil musyawarah untuk pembangunan masjid, terpaksa saya iakan untuk mengoperasikan kapal keruk tersebut ” jelas Asdudsin.

Dikatakannya, CV Parak Tala memang saat ini sedang mengajukan izin Dokumen Persetujuan Lingkungan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi dan Dokumen Teknis Penambangan dari Dinas Perindag ESDM Provinsi Sumut sebagai tindak lanjut izin SIPB yang sudah ia kantongi.

Ia mengaku tidak akan melanggar aturan yang ada, karena jelas ia ingin berusaha secara legal bukan ilegal.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Aktifitas Kapal keruk berkapasitas 25 meter kubik yang beroperasi di sungai wilayah Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal( Madina ) diduga telah menimbulkan abrasi lahan kebun sawit warga. Kapala Keruk itu sendiri beraktifitas mengambil galian C jenis pasir.

Ariansyah Inari selaku warga Desa mengaku aktifitas kapal keruk ini beroperasi sudah beberapa hari. Ia mengaku, sejak awal perizinan galian C ini sudah ditolak warga karena akan berdampak pada lingkungan.

Surat Penolakan warga sendiri kata Ariansyah telah di kirim ke Gubernur Sumatera Utara. Dalam surat itu, warga berharap agar Gubernur tudak mengeluarkan izin galian C di sepanjang sungai batang natal di Desa Kampung Sawah karena akan mengakibatkan abrasi. ( napi )

 

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemko Tebing Tinggi tak Respon

    Pemko Tebing Tinggi tak Respon

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Banjir Kiriman Rendam Dua Kelurahan TEBING TINGGI- Sungai Padang dan Sungai Behilang yang membelah Kota Tebing Tinggi meluap, Sabtu (2/4). Akibatnya, ratusan rumah warga di Kelurahan Persiakan dan Kelurahan Mandailing Kecamatan Tebing Tinggi Kota, terendam banjir. Banjir terparah dialami warga yang bermukim di Lingkungan I, II, III dan IV, Kelurahan Mandailing. Ketinggian air hampir mencapai […]

  • Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    Diperiksa Kejatisu Sekda Madina "Tersandung" Lahan Kuburan

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Sekretaris Daerah (Sekda) Madina, M Daud Batubara, diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait kasus pengadaan lahan pemakaman umum pada 2007. Saat itu ia menjabat sebagai Kabag Tata Pemerintaan Madina. Dalam kasus ini, jaksa belum mengungkap jumlah kerugian negara, namun indiksi awal Rp 4,9 miliar. Dana itu tidak untuk […]

  • Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    Sejumlah Keluhan Disuarakan Para Tokoh Pantai Barat Madina

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Pemkab Madina dan Pemprov Sumut harus lebih kerja keras membangun kawasan Pantai Barat Madina. Selain kerja keras, juga kemauan politik yang tinggi agar sektor-sektor dapat berkembang di kawasan ini. Kawasan Pantai Barat Madina memiliki panjang pantai 170 km yang memiliki potensi ekonomi, serta berbagai ruas jalan darat yang kewenangannya bukan saja […]

  • Bupati dan Wabup Tinjau MBG di Pidoli

    Bupati dan Wabup Tinjau MBG di Pidoli

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution memantau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah berbeda, Senin (1/9/2025). Saipullah memantau di TK Satu Atap dan SDN 098 Pidoli Lombang, Jl. Willem Iskander, Panyabungan. Atika di SD Negeri 111 Pidoli Dolok, Panyabungan. Sebelumnya, Saipullah dan Atika […]

  • Koruptor bahagia atas konflik KPK-Polri

    Koruptor bahagia atas konflik KPK-Polri

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kasus yang menyeret penyidik Komisi Pemerantasan Korupsi, Komisaris Novel Baswedan, diyakini akan menganggu kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani KPK. Untuk itu, perkara yang dituduhkan kepada Novel harus segera diselesaikan. “Mengganggu. Siapa bilang enggak menganggu?” kata juru bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, hari ini, ketika ditanya apakah perkara Novel akan […]

  • Dugaan Rekayasa Penyerahaan Lahan ke PT.ALN Mulai Terbongkar

    Dugaan Rekayasa Penyerahaan Lahan ke PT.ALN Mulai Terbongkar

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan pemalsuan dan rekayasa penyerahan lahan perkebunan kepada PT. ALN mulai terbongkar, dan sejumlah oknum patut diduga terlibat sebagai aktor intelektual dibalik pemalsuan itu. “Kuat dugaan surat dasar lahan yang diserahkan kepada PT. ALN dipalsukan dan direkayasa oleh oknum Kades Tabuyung, oknum Pj. Kades Suka Makmur dan oknum Kades Singkuang II, […]

expand_less