Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • print Cetak

Taufik Zulhandra

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) konsisten melaksanakan program ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo.

Juga sesuai visi dan misi Bupati Madina Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution.

Salah satu program yang bergulir adalah Gerakan Pangan Murah (GPM).

“​Untuk Dinas Ketahanan Pangan, apa yang menjadi program Pak Prabowo, yaitu adanya GPM atau Gerakan Pangan Murah. Di Mandailing Natal, sebelumnya pun memang sudah kita laksanakan. Namun, mulai bulan Agustus sampai hari ini, menjadi perhatian penuh pemerintah daerah,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Taufik Zulhandra menjawab Mandailing Online, pekan lalu.

Selain menekan inflasi, program GPM juga membantu dan menolong masyarakat dari sisi harga untuk pembelian daripada beras.

Harga beras di Gerakan Pangan Murah lebih rendah sekitar 4.000 per kg dibanding harga pasar.

“​Ini (GPM) sudah kita laksanakan dari 1 Agustus, sampai hari ini sudah 51 ton yang sudah kita realisasi,” ujarnya.

Selain pemerintah daerah, beberapa lembaga lain seperti Polri dan TNI juga melaksanakan GPM.

“Kemudian ada di situ juga bantuan Bulog walaupun tidak banyak. Ini sampai hari ini sudah kita totalkan mencapai—kalau tidak salah 242 ton sampai dengan hari ini. Yang kita salurkan terkait Gerakan Pangan Murah. Dan ini sudah kita laksanakan baik di tingkat kecamatan, di tingkat desa, dan di tingkat kabupaten”, ungkapnya.

Di sisi lain, Dinas Ketahanan Pangan Madina juga menggulirkan gerakan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

“Dinas Ketahanan Pangan dalam rangka menyahuti bagaimana rumah tangga bisa memenuhi sayurnya, walaupun tidak 100%, tapi minimal bisa mengurangi belanja rumah tangganya,” ujar Taufik yang juga Plt Kepala Dinas Pertanian Madina.

“Sehingga kalau kita perhitungkan, itu bisa mengurangi perbelanjaan Rp 15.000 per hari. Kalau Rp 15.000 per hari hitungan kami hampir Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per bulan. Itu sudah luar biasa. Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per bulan itu dari sayur saja,” imbuh Taufik.

Sebanyak lima kelompok telah dibina dalam program KRPL tahun ini.

Kendati pun itu hanya 5 kelompok, namun diharapkan bisa dicontoh oleh desa-desa tetangga lainnya.

Program ini sejatinya menjadi perhatian dan berkelanjutan karena menyentuh langsung masyarakat dari sisi Cadangan Pangan Masyarakat, terutama dampak positifnya mengurangi sampai Rp 700.000 pengeluaran belanja dapur ibu rumah tangga.

Di sisi Cadangan Pangan Pemerintah, tahun ini ada pembelian beras sekitar 6 ton.

“Tahun ini kalau tidak salah ada pembelian kita sekitar 6 ton dan di Bulog dari sisa tahun kemarin ada sekitar 9,2 ton sekarang cadangan pangan kita,” ungkapnya.

Cadangan pangan ini bisa untuk masyarakat miskin ekstrim, bisa untuk masyarakat yang terkena bencana.

Di sisi lain, Taufik berharap cadangan pangan itu harus mencapai 50 sampai 100 ton sebagai angka yang relatif ideal cadangan beras. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Madina Dukung Perampingan SKP

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa Mandailing Natal menyatakan dukungan penuh terhadap draf perampingan SKPD yang diajukan Pj. Bupati Mandailing Natal kepada DPRD pada sidang paripurna yang digelar Kamis (11/11) di ruang Paripurna DPRD. Usulan Pj. Bupati Madina untuk memangkas instansi / SKPD yang dinilai tumpang tindih (Over Lapping) dan tidak efektif merupakan langkah maju […]

  • Karyawati BRI Mati Dibunuh

    Karyawati BRI Mati Dibunuh

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Karyawati Bank BRI Syariah Medan, Wahyuni Simangunsong (26), ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat, mulut dilakban di Pangururan, Kabupaten Samosir, Selasa (02/08/2011). Jenazahnya sempat dikirim ke Rumah Sakit Umum (RSU) Djasamen Saragih, Pematang Siantar, dalam status tidak dikenali atau Mrs X. Menurut adik kandung korban, Ridho, jenazah korban akhirnya dikenali pihak keluarga setelah foto […]

  • Pemkab Janji Tertibkan Galundung

    Pemkab Janji Tertibkan Galundung

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA; Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal berjanji akan menertibkan keberadaan galundung atau mesin pemisah emas dari batu dan tanah yang semakin marak bahkan sudah masuk inti Kota Panyabungan, Ibukota Madina. Hal itu disampaikan Sekda Madina Gozali Pulungan kepada wartawan di Panyabungan, belum lama ini. Dikatakan, pemerintah akan melakukan penertiban mesin galundung yang beroperasi di inti kota […]

  • Fabregas Kembali Kritik Wenger dan Arsenal

    Fabregas Kembali Kritik Wenger dan Arsenal

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, kembali mengkritik mantan klubnya, Arsenal dan juga manajer Arsene Wenger. Fabregas menyebut kritik itu menjadi salah satu alasannya hijrah ke Barca. Gelandang tim nasional Spanyol ini menyebut The Gunners lebih terlihat sebagai tim Prancis daripada Inggris. Itu karena faktor bahasa yang dipakai berkomunikasi di kamar ganti tim asuhan Wenger itu. “Fasih […]

  • Tertib Administrasi! PKB Madina Serahkan SK Kepengurusan Baru ke KPU

    Tertib Administrasi! PKB Madina Serahkan SK Kepengurusan Baru ke KPU

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan || Mandailing Online- Mesin organisasi langsung jalan. Sehari setelah rapat perdana, DPC PKB Mandailing Natal langsung tancap gas urus administrasi. Selasa (11/8/2026), jajaran DPC PKB Madina mendatangi Kantor KPU Madina. Tujuannya satu menyerahkan SK Kepengurusan baru periode 2026-2031. “Ini sesuai arahan DPP PKB dan aturan KPU. Setelah terbentuk kepengurusan baru, wajib kita laporkan. Biar […]

  • PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

    PT MAL Diduga Buang Limbah Berbahaya ke Sungai Marait

    • calendar_month Jumat, 26 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Madina Agro Lestari diduga membuang limbah berbahaya ke Sungai Marait, Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang Gadis, Rabu (24/8). Dugaan tersebut disampaikan Lubis (48 tahun), salah satu nelayan di wilayah tersebut. Lubis dan istrinya (DA, 40) mengeluh gatal-gatal usai mandi di belakang rumah mereka […]

expand_less