Rabu, 17 Jun 2026
light_mode

Empat orang tewas longsor di Tapteng

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat longsor di Desa Sibio Bio, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB menelan empat korban tewas.

“Sebanyak lima unit rumah di tebing tertimbun longsor. Empat orang tewas tertimbun longsor dan satu bayi berusia empat bulan belum ditemukan karena terbawa longsor dan arus sungai,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Kelima korban itu terdiri dari dua kepala rumah tangga, yaitu Saut Marita Zebua (laki-laki, 28 tahun), Ariyani Telaumbanua (perempuan, 20), Daliato Zebua (laki-laki, 20), Yunita Telaumbanua (perempuan, 18) dan Butet (4 bulan, anak pasangan Dalizato dan Yunita).

Tim SAR telah mengevakuasi empat korban dalam kondisi meninggal akibat tertimbun longsor di Kecamatan Sibabangun itu. Sedangkan pencarian bayi masih dilakukan dengan menyusuri sungai. Kondisi medan tergolong berat karena berbupa perbukitan dan hutan.

Daerah Tapanuli Tengah adalah daerah rawan longsor. Hampir setiap tahun terjadi longsor dan menimbulkan korban.

Umumnya, kata dia, korban adalah masyarakat kelas ekonomi rendah yang menempati daerah-daerah rawan longsor. “Terbatasnya kemampuan untuk memproteksi diri dan lingkungannya menyebabkan masyarakat selalu terancam dari longsor,” kata Sutopo.

Puncak hujan di wilayah Sumut sendiri biasa terjadi pada kurun November-Desember setiap tahunnya. Sehingga ancaman banjir dan longsor akan meningkat.

Pada 2014 ini, telah terjadi 337 kejadian longsor di Indonesia dengan korban jiwa 267 jiwa tewas. Longsor menjadi bencana yang menimbulkan korban jiwa terbesar selama satu tahun belakangan. Daerah yang dilanda longsor umumnya tidak luas dan terjadi di wilayah Indonesia yang bertopografi curam.

“Tidak mungkin pemerintah membangun talud di seluruh daerah rawan. Sebab ada 274 kabupaten/kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor di Indonesia. Ada 124 juta jiwa penduduk yang terpapar dari bahaya longsor kategori sedang-tinggi,” kata dia.

Sumber : (antara)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nikah Beda Agama, Bukti Negara Abai Menjaga Akidah Umat

    Nikah Beda Agama, Bukti Negara Abai Menjaga Akidah Umat

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Hadijah S.Pdi Pemerhati Kebijakan Publik Pernikahan beda agama tengah menuai perhatian publik. Permohonan pencatatan sipil di pengadilan pun terus muncul dari tahun ke tahun. Berdasarkan UU Adminduk, hakim juga mendasarkan putusannya pada alasan sosiologis yaitu keberagaman masyarakat. Pasal 35 huruf a undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan diatur bahwa pencatatan perkawinan […]

  • Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    Presiden SBY: Politisi Aceh jangan korbankan rakyat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti gangguan keamanan di Aceh yang disebabkan oleh persaingan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada). Presiden SBY menegaskan kepada para kontestan Pemilukada di Aceh untuk tetap menjaga stabilitas politik dan keamanan di Aceh. “Untuk Aceh, jaga stabilitas politik dan keamanan daerah yang telah ktia capai. Saya serukan agar […]

  • Cuaca Panas di Indonesia dan Asia

    Cuaca Panas di Indonesia dan Asia

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca panas yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan posisi matahari yang berada tidak jauh dari ekuator yang sekarang sedang berada di belahan bumi utara (BBU). Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, hal tersebut menyebabkan wilayah yang berada di ekuator mendapatkan penyinaran matahari yang maksimum dan menyebabkan […]

  • Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    Dua Belas Proyek Panas Bumi Mandek

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar. Jumlahnya mencapai 29.000 MW. Namun kapasitas terpasang hanya sekitar 1.300 MW. Wakil Presiden Budiono mengatakan minimnya kapasitas terpasang pembangkitan terjadi karena tidak ada koordinasi yang baik antara para pemangku kepentingan. Untuk itu, instansi pemerintah harus bekerja sama dengan para pihak menghilangkan berbagai hambatan agar proyek […]

  • Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Ulang Tahun PGRI Ke-65 di Kabupaten Mandailing Natal Kadis Pendidikan Drs Musaddad Daulay MM berpesan dalam membangun pendidikan guru harus melalui hati yang tulus dan ikhlas. “Profesi (guru-red) yang harus mempunyai kesabaran dan keuletan yang luar biasa dalam upaya mencerdaskan anak bangsa agar dapat meraih prestasi […]

  • Hadapi Berbagai Isu, Manajemen RSUD Panyabungan Buka Suara Mulai Dari Isu Anggaran Sampai Pengolahan Limbah dan TPS

    Hadapi Berbagai Isu, Manajemen RSUD Panyabungan Buka Suara Mulai Dari Isu Anggaran Sampai Pengolahan Limbah dan TPS

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN || Mandailing Online – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal akhirnya buka suara terkait sejumlah pemberitaan, mulai dari pengelolaan anggaran hingga persoalan limbah B3 dan Tempat Penampungan Sementara (TPS). Kepala Bidang Penunjang RSUD Panyabungan, Wiwin Ferdiansyah, menegaskan bahwa penanganan sampah medis menjadi prioritas utama dan didukung oleh anggaran khusus yang […]

expand_less