Kamis, 21 Mei 2026
light_mode

Gadis Suku Tuareg Bebas Berzina Dengan Pria Mana Saja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
  • print Cetak

Perempuan suku Tuareg

Selama berabad-abad lamanya, Suku Tuareg hidup secara semi nomaden. Mereka berjalan menyusuri Gurun Sahara dan menyebar, mulai dari Aljazair Tenggara, Niger, Libya Barat Daya, Burkina Faso Utara, Nigeria Utara, hingga Mali.

Tak diketahui dari mana munculnya Suku Tuareg, yang jelas mereka pertama kali ditemukan di Gurun Sahara. Mereka berbicara menggunakan Bahasa Tamacheq, salah satu Bahasa Berber.

Nama Tuareg sendiri berasal dari Targi (penduduk Targa), sebuah wilayah di Libya tempat mereka tinggal. Versi lain menyebutkan Tuareg berarti Orang Biru atau Orang Kerudung.

Populasi Suku Tuareg mencapai 2 juta orang. Mereka menganut sistem matriarki dan memeluk agama Islam, namun mereka masih memegang kuat tradisi budaya mereka yang bertolak belakang dengan ajaran Islam, terutama hal zina di kalangan muda.

Urusan asmara dan percintaan, Dailymail melaporkan bahwa wanita Suku Tuareg bebas bercinta dengan siapa saja. Mereka bisa berhubungan dengan banyak pria sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah dengan pujaan hati.

Mekanismenya, pria Suku Tuareg akan menyelinap masuk ke tenda wanita incarannya. Ia akan menyelinap masuk ke kamar melalui pintu samping, sebisa mungkin tidak diketahui keluarga sang pujaan (meski keluarga tahu pun sebenarnya tak mengapa).

Sebelum melakukan aksinya, perempuan Suku Tuareg akan dirayu dengan puisi yang ditulis langsung oleh sang pria. Kemudian, keduanya akan menghabiskan malam bersama-sama dan sang pria akan pergi sebelum matahari terbit.

“Tuareg sangat bijaksana. Semuanya dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh hormat,” kata seorang fotografer bernama Henrietta Butler, yang mengikuti Suku Tuareg pada 2001 silam.

Kemudian, jika wanita merasa cocok, maka keduanya bisa mengikat janji suci. Namun, bila pria tersebut tak menguatkan hatinya, ia bebas bercinta dengan yang lain.

Meski bisa bebas menentukan pasangan, tak sedikit pula pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan ketika keduanya memutuskan untuk berpisah, pihak wanita akan mendapatkan harta —tenda dan hewan— dari mantan suaminya, termasuk hak asuh anak.

Pasca-perceraian, pihak keluarga akan mengadakan pesta untuk anak perempuannya. Hal ini dilakukan guna memberi tahu para pria lainnya, bahwa anak perempuan mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi.

Tak hanya itu, para pria Suku Tuareg juga tidak diperkenankan untuk makan di depan wanita yang tidak bisa berhubungan badan dengannya. Maka dari itu, menantu laki-laki tidak akan makan di depan mertuanya.

Berbeda dengan suku lainnya, pria Suku Tuareg juga menggunakan cadar saat usianya 18 tahun. Sementara wanita tidak diwajibkan menggunakan cadar, tetapi mengenakan jilbab.

“Para wanita itu cantik. Kami ingin melihat wajah mereka,” ucap salah satu anggota Suku Tuareg kepada Bulter, saat menjawab pertanyaan mengapa wanita tak diwajibkan menggunakan cadar.

Sumber: Kumparan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPU Madina Ujicoba Aplikasi Situng Tahap III

    KPU Madina Ujicoba Aplikasi Situng Tahap III

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyonsong Pemungutan Suara Pemilu dan Pilpres 2019, KPU Madina melaksanakan uji coba nasional ketiga penggunaan Aplikasi Situng. Ujicoba aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) ini berlangsung di sekretariat KPU Mandailing Natal (Madina), Kamis (11/04/2019). Dan itu sesuai surat KPU RI Nomor 555/PL.02.6-SD/06/KPU/III/2019 tanggal 27 Maret 2019 perihal Persiapan Uji Coba Nasional […]

  • Perantau dan Hakikat Pulang Kampung

    Perantau dan Hakikat Pulang Kampung

    • calendar_month Rabu, 13 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Tinjauan Singkat Sosio-Antropologi) Oleh : Dr. M.Daud Batubara, MSi Idulfitri, sering disebut dengan Lebaran, merupakan momentum bagi Umat Islam pulang ke kampung. Momentum ini lebih dikenal secara spesifik dengan sebutan mudik. Seminggu sebelum lebaran, para perantau biasanya mulai meninggalkan kota menuju kampung halaman. Tradisi pulang kampung lebaran (mudik) untuk berkumpul bersama keluarga dan mengucapkan selamat […]

  • Ringan Langkah, Bupati Madina Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Aek Galoga

    Ringan Langkah, Bupati Madina Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Aek Galoga

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    AEK GALOGA (Mandailing Online) – Di tengah kesibukan sebagai orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, H. M. Ja’far Sukhairi Nasution masih meringankan langkah memenuhi undangan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Aek Galoga, Panyabungan, Minggu (24/10). Bupati Madina hadir di pelataran Masjid Al-Abshor Aek Galoga didampingi beberapa pejabat di lingkungan Pemkab Madina. Kehadiran […]

  • Silaturrahim di Hutapadang, Pemuka dan Warga Muhammadiyah Kumpul Dana untuk Masjid Taqwa

    Silaturrahim di Hutapadang, Pemuka dan Warga Muhammadiyah Kumpul Dana untuk Masjid Taqwa

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULUPUNGKUT (Mandailing Online) – Pimpinan Ranting Muhammadiyah Hutapadang, Cabang Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) menyelenggarakan Silaturrahim Syawal 1443 H. Berlokasi di halaman masjid Taqwa, Hutapadang, Kecamatan Ulupungkut, Rabu (4/5/2022). Silaturrahim ini tergolong besar karena dihadiri banyak tokoh perantau dan pejabat Pemkab Madina. Bersama ratusan warga persyarikatan yang hadir, terlihat banyak tokoh perantauan seperti H. Baroya (Jakarta), […]

  • Tim Pemenangan SAHATA Jenguk dan Bantu Korban Kebakaran di Desa Darussalam

    Tim Pemenangan SAHATA Jenguk dan Bantu Korban Kebakaran di Desa Darussalam

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) peduli korban kebakaran di Jalan Lintas Timur, Desa Darussalam, Kecamatan Panyabungan, Madina, Rabu (6/11/2024). Paslon SAHATA melalui Ketua Tim Pemenangan Khoiruddin Faslah Siregar dan rombongan menjenguk sekaligus menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran […]

  • KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    KPU Sumut: Kasasi Atau Tidak Tunggu Instruksi

    • calendar_month Senin, 28 Des 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      MEDAN– KPU Sumatera Utara mengklaim belum menerima instruksi apapun dari KPU RI terkait tindak lanjut putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan yang memenangkan gugatan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Amran Sinaga. Anggota KPU Sumut divisi hukum Evi Novida Ginting mengatakan, PT TUN Medan memberikan batas waktu 14 hari untuk menyampaikan tanggapan terhadap putusan tersebut. “Kami […]

expand_less