Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Gadis Suku Tuareg Bebas Berzina Dengan Pria Mana Saja

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
  • print Cetak

Perempuan suku Tuareg

Selama berabad-abad lamanya, Suku Tuareg hidup secara semi nomaden. Mereka berjalan menyusuri Gurun Sahara dan menyebar, mulai dari Aljazair Tenggara, Niger, Libya Barat Daya, Burkina Faso Utara, Nigeria Utara, hingga Mali.

Tak diketahui dari mana munculnya Suku Tuareg, yang jelas mereka pertama kali ditemukan di Gurun Sahara. Mereka berbicara menggunakan Bahasa Tamacheq, salah satu Bahasa Berber.

Nama Tuareg sendiri berasal dari Targi (penduduk Targa), sebuah wilayah di Libya tempat mereka tinggal. Versi lain menyebutkan Tuareg berarti Orang Biru atau Orang Kerudung.

Populasi Suku Tuareg mencapai 2 juta orang. Mereka menganut sistem matriarki dan memeluk agama Islam, namun mereka masih memegang kuat tradisi budaya mereka yang bertolak belakang dengan ajaran Islam, terutama hal zina di kalangan muda.

Urusan asmara dan percintaan, Dailymail melaporkan bahwa wanita Suku Tuareg bebas bercinta dengan siapa saja. Mereka bisa berhubungan dengan banyak pria sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah dengan pujaan hati.

Mekanismenya, pria Suku Tuareg akan menyelinap masuk ke tenda wanita incarannya. Ia akan menyelinap masuk ke kamar melalui pintu samping, sebisa mungkin tidak diketahui keluarga sang pujaan (meski keluarga tahu pun sebenarnya tak mengapa).

Sebelum melakukan aksinya, perempuan Suku Tuareg akan dirayu dengan puisi yang ditulis langsung oleh sang pria. Kemudian, keduanya akan menghabiskan malam bersama-sama dan sang pria akan pergi sebelum matahari terbit.

“Tuareg sangat bijaksana. Semuanya dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh hormat,” kata seorang fotografer bernama Henrietta Butler, yang mengikuti Suku Tuareg pada 2001 silam.

Kemudian, jika wanita merasa cocok, maka keduanya bisa mengikat janji suci. Namun, bila pria tersebut tak menguatkan hatinya, ia bebas bercinta dengan yang lain.

Meski bisa bebas menentukan pasangan, tak sedikit pula pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan ketika keduanya memutuskan untuk berpisah, pihak wanita akan mendapatkan harta —tenda dan hewan— dari mantan suaminya, termasuk hak asuh anak.

Pasca-perceraian, pihak keluarga akan mengadakan pesta untuk anak perempuannya. Hal ini dilakukan guna memberi tahu para pria lainnya, bahwa anak perempuan mereka sudah tidak memiliki hubungan lagi.

Tak hanya itu, para pria Suku Tuareg juga tidak diperkenankan untuk makan di depan wanita yang tidak bisa berhubungan badan dengannya. Maka dari itu, menantu laki-laki tidak akan makan di depan mertuanya.

Berbeda dengan suku lainnya, pria Suku Tuareg juga menggunakan cadar saat usianya 18 tahun. Sementara wanita tidak diwajibkan menggunakan cadar, tetapi mengenakan jilbab.

“Para wanita itu cantik. Kami ingin melihat wajah mereka,” ucap salah satu anggota Suku Tuareg kepada Bulter, saat menjawab pertanyaan mengapa wanita tak diwajibkan menggunakan cadar.

Sumber: Kumparan

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Perusahaan Akan Investasi di Sektor PLTA dan Industri Kelapa Madina

    Dua Perusahaan Akan Investasi di Sektor PLTA dan Industri Kelapa Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Dua investor akan menanamkan modal di Mandailing Natal. Yakni sektor energi dan industri kelapa. Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan Kadin Madina bersama Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, Todung Mulya Lubis telah melakukan rangkaian pembicaraan dengan kedua investor. Ketua Kadin (Kamar dagang dan Industri) Madina, Sobir Lubis menjawab Mandailing Online […]

  • Siti Hamijah Meninggalkan Lagu Legendaris
    Tak Berkategori

    Siti Hamijah Meninggalkan Lagu Legendaris

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Banyak yang kehilangan ketika mendengar berita wafatnya Siti Hamijah Nasution, pelantun lagu Mandailing “Na Rere”, Minggu (28/4/2013). Lagu “Na Rere” telah begitu melekat di sanubari dan menjadi lagu yang akan sulit terlupakan bersama daftar lagu-lagu Mandailing yang melegenda lainnya. “Saya melihatnya karena lagu itu, lagu yang awalnya tidak diniatkan menjadi begitu […]

  • Video Mesum Mirip Petinggi PKS, Polisi Lacak Akun Fahri Israel

    Video Mesum Mirip Petinggi PKS, Polisi Lacak Akun Fahri Israel

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Tim dari Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri melakukan penelusuran terhadap video dengan tampilan pasangan seorang pria mirip wajah Sekjen PKS, Anis Matta dan seorang perempuan cantik, sebagaimana di-share oleh akun twitter Fahri Israel. Seorang sumber di Bareskrim membenarkan soal penyelidikan video ini. “Iya, ini sedang kali dalami, kami selidiki dulu sama anggota Cyber,” ujarnya. […]

  • FPR DPRD Madina Kunjungi Kampoeng Kaos

    FPR DPRD Madina Kunjungi Kampoeng Kaos

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. “Cintailah produk sendiri,” kata Ketua Fraksi Perjuangan Reformasi (FPR) DPRD Madina, Ali Hanafiah,(FPR) DPRD Madina, Ali Hanafiah, didampingi bendahara Iskandar Hasibuan ketika bertandang ke dapur Kampoeng Kaos Madina (KKM), Jalan Jambu Lintas Timur Sipolu – polu, Penyabungan Minggu (29/1). Ali Hanafiah mengaku salut atas kehadiran KKM, karena membuktikan masih ada bibit – bibit berjiwa […]

  • Disperindag Gelar OP di Dua Kecamatan

    Disperindag Gelar OP di Dua Kecamatan

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar operasi pasar (OP) di Kecamatan Siabu dan Panyabungan Timur, Rabu (29/12). Operasi pasar ini bertujuan untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Pantauan METRO di Desa Sinonoan, Kecamatan Siabu, truk pembawa beras non subsidi ini diramaikan warga dari desa-desa di Siabu yang ingin memeeroleh […]

  • Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

    Aliran Air PDAM Sering Mati, Warga Sampaikan Surat Terbuka

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliran air dari PDAM Tirta Madina yang sering mati menuai protes dari pengguna di wilayah Parbangunan dan Aek Galoga. Owner Raja Batu Residence (RBR) Irwan H Daulay bahkan menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dengan tembusan kepada Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, […]

expand_less