Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Geliat Batu Akik di Mandailing Julu, Dari Pirus Hingga Extra Jos

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
  • print Cetak

 

Catatan : Lokot Husda Lubis

Beberapa bulan terakhir, batu akik  menjadi serbuan masyarakat Indonesia, tidak ketinggalan juga masyarakat  Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hampir di setiap kesempatan, mulai dari warung kopi, di kantor, sekolah, di pasar, di tempat musyawarah dan rapat-rapat, batu akik terus menjadi pembicaraan.

Keberadaan batu akik yang marak belakangan ini memang membawa berkah bagi sebagian masyarakat Madina. Hal ini ditandai dengan banyaknya muncul tempat pengasah batu akik. Bukan itu saja, wargapun banyak yang beralih profesi menjadi pencari batu akik. Apalagi saat ini harga karet cukup murah di pasaran, menyebabkan warga menjadikan batu akik sebagai alternatif pekerjaan.

Khusus untuk daerah Mandailing Julu, di beberapa desa mencari batu akik sudah mulai digandrungi warga. Misalnya di daerah Pastap Julu Kecamatan Tambangan, sebagian warga sejak dua bulan terakhir sudah sibuk mencari batu akik di hulu Sungai Aek Mais yang jaraknya sekitar 4-5 Km dari desa Pastap.

Di kebun-kebun dan sawah warga pun tidak luput jadi sasaran. Umumnya mereka mencari batu akik dengan cara rombongan atau minimal 2 orang. Namun sangat disayangkan, pasaran batu akik dari daerah Pastap ini belum mendapat harga yang memadai. Belum ada harga standar  di pasaran, para peminat batu hanya membeli dengan harga murah.

Akan halnya di daerah Habo anak desa Aek Botung Kecamatan Muara Sipongi. Sejak sebulan terakhir daerah yang terkenal dari dulu kawasan pertambangan tradisional rakyat ini menghasilkan batu akik jenis Pirus. Batu ini biasanya didapatkan di dalam tanah dengan kedalaman 6-30 meter. Awalnya, bagi warga penambang di daerah ini batu tersebut tidak begitu berharga, namun begitu batu jenis Pirus ini diketahui bernilai bagus untuk batu akik, harga pasarannya pun naik, mulai harga 200.000 hingga 5.000.000 rupiah per kilo gram.

Bagi pembaca yang ingin mendapatkan batu akik jenis Pirus ini juga bisa datang ke desa Muara Botung  Kecamatan Kotanopan. Jenis batu inipun sudah mulai merambah ke kota-kota besar, seperti Medan, Padang, Pekan Baru, Jakarta dan kota-kota lainnya. Jenis batu akik Pirus ini di dominasi warga hijau dan biru bergaris warna warni.

Aktivitas warga pencari batu akik ini juga ditemui di daerah Ujung Marisi, Sibio-Bio, Simpang Tolang, Pagar Gunung dan Sayur Maincat Kecamatan Kotanopan. Puluhan orang warga desa setiap harinya mencari batu akik di seputaran daerah aliran Aek Singengu dan di kebun-kebun warga. Batu akik jenis Extra Jos sudah cukup banyak dikeluarkan dari daerah ini.

Batu ini umumnya dinominasi warna hijau muda dan tua, kuning, putih, sebagian coklat dan gabungan warna lainnya. Sangat disayangkan,  lagi-lagi harga batu akik jenis Extra Jos ini tidak semanis harga batu akik jenis Pirus. Nilai harganya jauh lebih rendah, padahal informasinya batu akik jenis Exstra Jos ini kalau di daerah Sumatera Barat mencapai 50.000 hingga 100.000 rupiah per kilo gram dengan kondisi batu sudah di potong-potong.

Harga itu belum bisa dinikmati warga pencari batu, tidak seimbang dengan jauhnya tempat pengambilan yang rata-rata menempuh perjalanan 3-4 Km dari desa. Namun, mengingat harga karet saat ini lagi turun warga terpaksa menjual batu ini.

Beda dengan daerah Sayurmaincat, daerah ini diketahui penghasil batu akik jenis posil. Warnanya coklat dan jenis ini juga sangat diminati warga. Namun sangat disayangkan, harga jenis batu ini pun masih sangat rendah di pasar Kotanopan. Padahal tempat pengambilan batu ini cukup jauh, rasanya tidak sebanding harga jual dengan tenaga yang keluar untuk mendapatkan batu.

Salman, salah seorang warga Simpang Tolang mengatakan, kalau saja harga batu Extra Jos bisa mencapai 20.000 rupiah per kilo gram, dia yakin warga akan bergiat mendapatkan batu ini. Namun sampai sekarang tidak ada kepastian harga, akibatnya warga hanya menyetok batu. Begitu juga dengan jenis posil dan batu lainnya di Madina. Semua yang beli rata-rata mengatakan masih untuk sampel dan mau di kirim ke Medan, Padang dan Jakarta.

Dikatakannya, cara mengambil batu yang dilakukan warga memang masih tergolong tradisional. Umumnya mereka lakukan dengan  cara menokok atau memahat batu sampai terbelah. Kondisi ini menyebabkan pengambilan batu tergolong lamban dan membutuhkan tenaga yang banyak. Di samping itu, kalau ditokok dan dipahat, batu ini banyak pecah dan tidak bisa dipergunakan lagi.

Akhirnya, ditengah ketidak pastian ekonomi, ditengah kebutuhan rumah tangga yang semakin banyak, harapan warga adalah naiknya harga batu akik. Mereka berharap dari penghasilan mencari batu akik ini bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, semoga saja.***

Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah Pesantren di Madina Kerjasama dengan Yayasan Mataniari

    Sejumlah Pesantren di Madina Kerjasama dengan Yayasan Mataniari

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak bisa dipungkuri, bahwa hingga saat ini pesantren memiliki peranan besar dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Bukan hanya dalam bidang pendidikan, tapi pesantren juga menyatu dengan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Begitu juga Mudir atau pimpinan pondok pesantren, merupakan tokoh masyarakat dimana pesantren itu berada. Singkatnya, pesantren dan kehidupan masyarakat berhubungan sangat erat. Peran […]

  • Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    Runding Farm dan Kampoeng Kaos Madina, Sinergi Para Penggiat Nilai Tambah (2)

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Dahlan Batubara Runding Farm didirikan tahun 2015. Lokasinya di pinggiran hutan Desa Runding, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Pendirinya Azwar Pulungan. Dia selama ini dikenal sebagai ahli bertanaman. Saya dulunya mengenal dia sebagai orang pembudidaya bibit tanaman hingga bunga hias. Saat ini Azwar dikenal sebagai petani muda yang bergerak di agrowisata: Runding Farm. […]

  • Bupati Madina : Rencana dan Strategi Modal Utama Lestarikan Pesisir Madina

    Bupati Madina : Rencana dan Strategi Modal Utama Lestarikan Pesisir Madina

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Rencana dan strategi merupakan systematical procees berkesinambungan dan merupakan modal utama dalam melestarikan daerah pasisir Madina dengan mengaktualisasikan prinsip manajemen dan pengetahuan antisipatif secara optimal berorientasi hasil ingin dicapai selama kurun waktu ditetapkan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang mungkin timbul. Melihat dari luas wilayah pesisir dan banyaknya pulau – pulau kecil di […]

  • 15 Pemain PSMS Medan Tandatangani Kontrak

    15 Pemain PSMS Medan Tandatangani Kontrak

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Sebanyak 15 pemain resmi bergabung dengan tim PSMS Medan setelah melewati proses seleksi dan menandatangani kontrak dengan menajemen klub tersebut. CEO PSMS Medan Sunardi A. di Medan, Sumut, Jumat, mengatakan sebanyak 15 pemain telah setuju meneken kontrak dengan pihak manajemen, dan selanjutnya nama-nama tersebut didaftarkan ke PT.Liga Indonesia. “Ada enam pemain lagi yang […]

  • Yang Unik HUT RI di Madina

    Yang Unik HUT RI di Madina

    • calendar_month Kamis, 18 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mobil ini tak pernah alpa mengibarkan bendera merah putih ukiran kecil di setiap menjelang 17 Agustus. Siapa nama pemakai mobil ini? Silahkan Anda menelusurinya bedasar nomor plat-nya. Sejumlah PNS di Pemkab Madina yang ditanya Mandailing Online, menyatakan bahwa pria pemakai mobil ini tiap tahun tidak pernah alpa menyematkan bendera merah putih setiap menjelang HUT kemerdekaan […]

  • Sengketa Lahan Warga Suka Makmur-PT Alam Dahlan: Masyarakat dan Perusahaan Harus Jujur

    Sengketa Lahan Warga Suka Makmur-PT Alam Dahlan: Masyarakat dan Perusahaan Harus Jujur

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution menegaskan, untuk menyelesaikan persoalan/sengketa lahan antara masyarakat Desa Suka Makmur, Kecamatan Muara Batang Gadis dengan PT Anugerah Langkat Makmur (Alam), maka kedua belah pihak harus mempunyai itikad yang baik, serta harus jujur. “Saya tidak ingin persoalan ini terus berlarut–larut, sehingga pada waktu kemarin, saat mengantar masyarakat […]

expand_less